P. 1
Bab1-Bab5

Bab1-Bab5

Ratings:

4.8

(5)
|Views: 1,718 |Likes:
Published by buriprahastyo
Pengamatan Kandungan Histamin Loin Tuna untuk ekspor berdasarkan daerah asal (Ambon dan Majene)
Pengamatan Kandungan Histamin Loin Tuna untuk ekspor berdasarkan daerah asal (Ambon dan Majene)

More info:

Categories:Types, Research
Published by: buriprahastyo on Feb 15, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC or read online from Scribd
See more
See less

05/10/2014

 
BAB IPENDAHULUANA. Latar Belakang
Dalam daftar komoditi ekspor unggulan Indonesia, khususnya ekspor non-migas, komoditi hasil perikanan menempati rangking pertama dan meru-pakan komoditi penyumbang devisa negara yang cukup besar.Menurut data Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) potensi totalikan tuna adalah sekitar 350.000 ton/tahun, sementara volume produksi ikantuna saat ini adalah sekitar 150.000 ton/tahun. Data tersebut menunjukkanmasih adanya potensi yang belum dimanfaatkan secara optimal sehinggadapat dipastikan bahan baku kegiatan ekspor tuna masih tersedia bagi parapelaku bisnis ekspor yang hendak bergerak di bidang ekspor ikan tuna.Dari data Badan Pusat Statistik diperoleh informasi bahwa realisasiekspor Januari – Maret 2006 adalah sebesar 22,3 Milyar USD, naik 12,47 %dibandingkan realisasi ekspor Januari – Maret 2005 yang sebesar 19,9 Milyar USD. Kenaikan prosentase tersebut menunjukkan adanya gairah padabidang ekspor Indonesia.Ekspor ikan tuna Indonesia pernah mengalami kemunduran ketika padatahun 2003 pihak Yayasan Lembaga Konsumen Uni Eropa mengeluarkan
Rapid Alert System
(
RAS 
) karena mensinyalir adanya keterlibatan 16perusahaan eksportir ikan tuna asal Indonesia pada kejadian keracunanmakanan setelah konsumen di Uni Eropa mengkonsumsi produk tuna dari1
1
 
Indonesia. Pihak Uni Eropa kemudian memperketat perhatian terutamaterhadap kandungan histamin pada tuna-tuna asal Indonesia.Pada akhir tahun 2004, Ditjen Peningkatan Kapasitas Kelembagaan danPemasaran DKP, DR sumpeno Putro, mengirim surat ke Uni Eropa menjaminproduk tuna asal Indonesia yang bebas histamin mulai dari tingkat produsenhingga ke pelabuhan masuk impor suatu negara. DKP juga memberikanpinjaman lunak kepada nelayan tradisional untuk dapat membeli kotakpendingin ikan sebagai sarana untuk meningkatkan mutu hasil tangkapandan menjadi awal dari pelaksanaan sistem rantai dingin (
cold chain system
/
CCS 
) yang dapat mencegah terurainya kandungan histamin di kulit tuna.Dalam suratnya disampaikan juga bahwa untuk selanjutnya pengusahaIndonesia tidak lagi bertanggung jawab atas produk tuna setelah keluar daripelabuhan masuk impor, sehingga keberadaan produk tuna Indonesiamenjadi tanggung jawab importir hingga pada tingkat retail (eceran) dan padatingkat konsumen.Pada awal tahun 2005, di beberapa daerah pengekspor ikan tuna terjadipeningkatan aktifitas ekspor yang menunjukkan adanya pukulan balikeksportir setelah pada tahun 2003 terjadi penurunan ekspor akibat seleksiketat pihak Uni Eropa.Uni Eropa bukanlah negara tujuan ekspor tuna utama Indonesia. Produktuna di Uni Eropa lebih banyak dikonsumsi sebagai menu sehat, sebagai2
2
 
makanan khusus di restoran-restoran kelas menengah atas. Masyarakat UniEropa tidak setiap hari menyantap menu ikan tuna.Produk tuna di Uni Eropa sangat berbeda dengan di Jepang. Sebagaibahan baku utama makanan tradisional Jepang
Sashimi 
, bangsa Jepang danikan tuna bagaikan 2 sisi koin yang tidak dapat dipisahkan. MasyarakatJepang hampir setiap hari menyantap produk ikan tuna sebagai hidanganutama.Peluang mendulang devisa melalui ekspor tuna ke Jepang hingga saat initerbuka sangat lebar. Pemanfaatan potensi ikan tuna yang hanya separuhdari total potensi yang dimiliki oleh perairan laut Indonesia menunjukkanbesarnya peluang ekspor yang masih dapat diusahakan. Menurut data BankEkspor Indonesia, ekspor ke Jepang mencapai 32.000 ton untuk jenis tunaSirip Kuning (Madidihang /
Yellow-Finned Tuna
/
Thunnus Albacares
) danmenempati peringkat pertama negara pengekspor tuna ke Jepang (dataterlampir).Oleh karenanya maka untuk mewujudkan peningkatan kualitas ekspor loin tuna sirip kuning kami memandang perlu mengangkat judul pengamatankandungan histamin pada loin tuna sirip kuning (
Thunnus albacares
) sebagaibahan baku untuk ekspor di PT Mina Samudera Makassar.3
3

Activity (8)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Ois Hada liked this
Frans Lamuanta liked this
kakangmas added this note
this report is very good. I need it. appreciate if you could send it to me by email kakangmas@gmail.com terima kasih
harbood liked this
Dunia Kelautan liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->