Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
172Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Hikayat 1001 Malam (Bag 01)

Hikayat 1001 Malam (Bag 01)

Ratings:

4.5

(12)
|Views: 46,220 |Likes:
Published by T0T'5
Isi dari Cerita bag. 1...
Isi dari Cerita bag. 1...

More info:

Published by: T0T'5 on Feb 15, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF or read online from Scribd
See more
See less

05/28/2014

 
Syahdan,
di zaman dahulu kala hiduplah seorang raja dari Dinasti Sasan yangmemiliki dua orang putra. Pangeran pertama lebih tua daripada pangeran yangkedua. Kedua orang pangeran tersebut sama-sama terampil menunggang kudadan bertempur, meskipun pangeran yang lebih tua lebih pandai menunggangkuda dibandingkan adiknya. Pangeran yang lebih tua dikenal dengan namaRaja Syahrayar, sedangkan adiknya bernama Syahzaman. Raja Syahrayar adalah seorang penguasa yang adil terhadap rakyatnya. Kekuasaannya meliputiwilayah Samarkand.Pada mulanya, segala sesuatunya berjalan dengan baik. Kedua orang putraraja itu memerintah kerajaan yang mereka pimpin masing-masing dengan adil.Sampai pada suatu ketika, setelah dua puluh tahun berlalu, Raja Syahrayar mulai tak kuasa lagi menahan kerinduannya untuk bertemu dengan adiknya,Syahzaman. Raja Syahrayar kemudian memerintahkan salah seorang menterinyauntuk mengundang adiknya. Menteri yang diperintah untuk menemui adiknyaitu segera berangkat untuk menyampaikan pesan Raja Syahrayar kepada adiknya Syahzaman.Setibanya di istana Syahzaman, setelah mengucapkan salam, sang menterimenyampaikan pesan dari Raja Syahrayar bahwasanya beliau telah amat rindueBook oleh
Nurul Huda Kariem MR.
nurulkariem@yahoo.com
MR. Collection's 
1
 
untuk dapat segera bertemu dengan Syahzaman, sehingga beliau memintakesediaan adiknya itu untuk segera datang berkunjung ke istananya.Tanpa pikir panjang, Syahzaman langsung menyatakan kesediaannyamemenuhi undangan kakaknya. la pun segera mempersiapkan keberangkatannyauntuk menemui kakaknya itu. Syahzaman bahkan langsung menunjuk salahseorang menterinya untuk menggantikan kedudukannya menangani berbagaiurusan kerajaan selama kepergiannya.Belum lagi setengah perjalanan dilaluinya, tiba-tiba pada pertengahanmalam, Syahzaman teringat akan sebuah barang yang tertinggal di istana, makaia pun segera kembali ke istana untuk mengambil barang tersebut.Setibanya di istana, Syahzaman langsung masuk ke dalam kamarnya.Bukan main terkejutnya Syahzaman, ketika di dalam kamarnya dia mendapati permaisurinya sedang tidur sambil memeluk seorang budak.Demi melihat kejadian itu, dunia menjadi terasa begitu gelap. Syahzamanlangsung mencabut pedangnya dan ditikamnyalah kedua orang yang sedang berduaan di atas tempat tidurnya itu hingga keduanya tewas seketika. Setelahmemerintahkan agar kedua mayat itu untuk segera dikuburkan, Syahzamankembali melanjutkan niatnya semula untuk mengunjungi kakaknya.Singkat cerita, Syahzaman akhirnya tiba di negeri yang dipimpin olehkakaknya Raja Syahrayar. Bukan main gembiranya Raja Syahrayar menyambutkedatangan saudara kandungnya itu. Seluruh kota bahkan telah dihias dengan berbagai macam hiasan untuk menyambut kedatangan sang adik yang amatdirindukannya.Karena telah begitu lama tidak saling berjumpa, kedua orang kakak beradik itu langsung tenggelam di dalam perbincangan untuk mengobati rindu yangselama ini mereka rasakan. Tetapi, rupanya hal itu tidak berlangsung lama,karena Syahzaman kembali teringat peristiwa yang mengoyak hatinya yangterjadi tepat sebelum keberangkatannya untuk menemui kakaknya. Mendung pun kembali menggelayuti wajah Syahzaman. Mukanya menjadi pucat dantubuhnya tampak lesu.Melihat ada yang tidak beres pada diri adiknya, Raja Syahrayar menyangka bahwa hal itu disebabkan oleh kepergian Syahzaman ke istananya untuk bertemu dengan dirinya. Raja Syahrayar mengira, bahwa kepergian adiknya darinegeri yang dicintainya itulah yang menyebabkan dia menjadi tampak kurangsehat. Raja Syahrayar pun membiarkan adiknya dan tidak menanyakan apa pun tentang hal itu.
Hikayat 1001 Malam 
2
 
Setelah beberapa hari kemudian ternyata kondisi adiknya tidak menunjuk-kan perubahan, akhirnya Raja Syahrayar berusaha untuk menghiburnya."Adikku, ayolah ikut denganku untuk berburu, agar perasaanmu dapatkembali tenang," ujar Syahrayar.Akan tetapi Syahzaman menolak ajakan kakaknya itu, dan Raja Syahrayar  pun akhirnya pergi berburu tanpa disertai adiknya.Setelah kakaknya pergi berburu, Syahzaman berdiri memandangi tamanistana yang tampak dari jendela yang terbuka lebar. Dari balik jendela itulah,tiba-tiba Syahzaman melihat dua puluh orang budak perempuan keluar bersamadua puluh orang budak laki-laki dan tampak pula permaisuri kakaknya berjalandi antara budak-budak itu. Sang permaisuri terlihat begitu cantik.Sesampainya mereka di pancuran istana, kedua puluh pasang budak itu melepaskan semua pakaian yang mereka kenakan dan kemudian merekaduduk berpasang-pasangan.Terdengar sang permaisuri memanggil salah seorang budaknya, "WahaiMas'ud, kemarilah!"Dan muncullah seorang budak hitam yang langsung menghampiri permaisuri. Permaisuri kemudian memeluk budak itu dan keduanya langsung bercumbu. Begitu pula halnya para budak yang lain, mereka juga melakukan halyang sama dengan yang dilakukan oleh permaisuri. Mereka terus melakukan halitu hingga senja datang. Sementara dari balik jendela, Syahzaman menyaksikansemua itu dengan hati yang
masyghul.
Malam harinya, ketika Syahzaman tengah menyantap makan malam, kakaknya Raja Syahrayar pulang dari perburuan dan langsung menemuinya. RajaSyahrayar terkejut karena dia melihat adiknya menyantap makanan dengansedemikian lahapnya. Wajah adiknya itu juga tampak lebih segar dan sudahtidak pucat lagi."Ketika pagi tadi kau kutinggal berburu, wajahmu tampak pucat. Apayang sebenarnya terjadi padamu seharian ini, sehingga kau kini tampak lebihsehat dan lebih segar?" tanya Raja Syahrayar kepada adiknya.Syahzaman menjawab, "Kakakku, ketika kau memerintahkan salah seorang menterimu untuk mengundangku datang ke sini, saat itu aku langsungmenyetujui undanganmu itu dan segera berangkat ke sini. Tetapi di tengah perjalanan, aku teringat bahwa permata yang akan kuberikan padamu ternyatamasih tertinggal di dalam istanaku. Aku pun segera kembali untuk mengambil
Hikayat 1001 Malam 
3

Activity (172)

You've already reviewed this. Edit your review.
Panglima Hidup liked this
Harifa Novia added this note
terimakasih, sangat membantu..
1 hundred thousand reads
1 thousand reads
1 hundred reads
Indri Juliwantika added this note
:)
Udin Cauak liked this
Elleonora Dhiyan liked this
Rohit Berty Toisutta added this note
jadi orang bersastra plng enak

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->