Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
19Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Hikayat 1001 Malam (Bag 02)

Hikayat 1001 Malam (Bag 02)

Ratings:

5.0

(1)
|Views: 20,826|Likes:
Published by T0T'5
Isi Dari Cerita bag. 2...
Isi Dari Cerita bag. 2...

More info:

Published by: T0T'5 on Feb 15, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See More
See less

10/11/2013

 
Matahari masuk ke paraduannya. Malam telah tiba. Raja Syahrayar, Syahrazad,dan Dunyazad kembali bertemu.
"Baginda," ujar Syahrazad kepada Raja Syahrayar, "setelah si pedagang kaya itu
mengucapkan terima kasih kepada ketiga orang kakek tua yang menolongnya, ketiganya
 pun kembali ke negeri masing-masing. Akan tetapi, tahukah baginda bahwa cerita tadimasih kalah hebat dibandingkan kisah tentang seorang nelayan?" "Bagaimana ceritanya?" tanya baginda penasaran."Begini ceritanya," Syahrazad memulai ceritanya.
Alkisah, hiduplah seorang lelaki tua bersama seorang istri dan tiga orang anak-nya. Mereka adalah sebuah keluarga yang sangat miskin. Setiap hari, lelakitua tersebut mencari nafkah dengan cara mencari ikan. Uniknya, setiap harisi nelayan tidak pernah menebarkan jaring yang dimilikinya kecuali hanyaempat kali lemparan, tidak lebih.Sampai pada suatu tengah hari, nelayan ini pergi ke pantai untuk mencariikan. Diletakkannya tempat ikan yang dibawanya, dan kemudian dengansigap, dilemparkan jaringnya untuk kali pertama. Dengan sabar, dibiarkannya jaring yang dilemparnya itu masuk ke dalam air. Dan setelah beberapa saat,ditariknya jaring tersebut perlahan-lahan. Di luar dugaan, ternyata jaring ituterasa berat. Dia berusaha menarik jaringnya, tapi sia-sia. Jaring itu ternyataterlalu berat untuk dapat ditarik oleh lelaki setua dirinya. Akhirnya, nelayantua itu memasang pasak di bibir pantai, dan diikatnya jaring yang berat itu ke pasak. Si nelayan kemudian melepas pakaiannya, dan menceburkan dirinya kedalam air untuk melihat benda apakah gerangan yang menyangkut di jaringnyasehingga membuatnya menjadi sedemikian berat.Dengan susah payah dikeluarkannya benda yang tersangkut di jaringnyaitu dari dalam air. Si nelayan kembali mengenakan pakaiannya, dan melihatke bagian dalam jaring. Aneh. Di dalam jaring yang dilemparkannya tadi, sinelayan tua melihat seekor keledai yang sudah menjadi bangkai!Demi melihat apa yang didapatkannya, maka dengan muka masam nelayantua itu bersenandung:
Hikayat 1001 Malam 
(Kisah Nelayan dan Jin)
22eBook oleh
Nurul Huda Kariem MR.
(nurulkariem@yahoo.com)
 
Duhai, yang menyelam di gelap malam penuh petaka Usah kau berpayah, rezki tak datang karena usaha Saat kau lihat laut, dan nelayan setengah mati kejar rezki,sementara gemintang diam berhenti Di tengah laut ia menyelam dan ombak datang menampar sedang matanya terus telisik jaring yang dilempar Tidur lelap di malam hari baru bisa jika banyak ikan didapat,sampai penuh panggangannya Dibeli oleh dia yang malamnya hanya tidur lelap Tak rasakan dingin dengan segala berkah yang lengkap Mahasuci Tuhan, membuat kaya si ini, membuat miskin si itu Si miskin ini mencari ikan, si kaya itu tinggal menyantap 
Ketika melihat bangkai keledai di dalam jaringnya, si nelayan segeramengeluarkan bangkai dari dalam jaring. Diperasnya jaringnya yang telah basah, dan dilemparkannya lagi ke laut.
"Bismillah
!
ujar si nelayan tua sambilmenebarkan jaringnya untuk kali kedua.Jaring yang dilemparkannya itu lalu dibiarkan turun ke dalam air. Beberapasaat kemudian, nelayan itu menarik jaringnya. Aneh. Lagi-lagi jaring itu terasa berat, bahkan kali ini lebih berat dari yang pertama. Kali ini, si nelayan tua begituyakin bahwa yang menyangkut di jaringnya adalah seekor ikan yang besar.Sekali lagi, nelayan itu mengikat jaringnya dan kemudian dia melepas pakaian-nya untuk kembali masuk ke dalam air. Dengan susah payah si nelayan tuamendorong tangkapannya ke darat. Ternyata benda yang menyangkut di jaringsi nelayan tua itu adalah sebuah tempayan yang berisi pasir dan tanah.Demi melihat 'tangkapannya' kali ini, si nelayan kembali menunjukkankekesalannya. Langsung dilemparkannya tempayan yang tersangkut di jaringnyaitu dan dia pun kembali memeras dan membersihkan jaringnya.Seraya mengucapkan istigfar, si nelayan tua kembali ke laut untuk ketigakalinya. Jaring dilempar lagi. Setelah jaring masuk ke laut untuk beberapa saat,si nelayan tua menariknya perlahan-lahan. Lagi-lagi si nelayan harus menelankekecewaan, karena kali ini yang menjadi 'tangkapan'nya adalah beberapa buah tembikar dan barang pecah belah.Dengan hati yang sudah dipenuhi kekesalan, si nelayan bersenandung:
Hikayat 1001 Malam 
23
 
Memang rezki tak tentu, kadang terurai kadang terikat Seolah tak ada goresan pena yang memberi berkat Zaman sering rendahkan mereka yang baik Dan mengangkat mereka yang tak berhak Duhai mati datanglah kau, hidup ini sialan memang Karena burung telah jatuh, dan itik malah terbang Seekor burung terbang arungi timur dan barat dunia Sedang burung lain mendapat makan tanpa harus ke mana-mana 
Si nelayan menengadahkan kepalanya ke langit dan berdoa, "Ya Allah,sesungguhnya Engkau mengetahui bahwa aku tidak pernah menebarkan jaringku lebih dari empat kali. Dan hari ini aku sudah menebarkan jaringkuini tiga kali."Sambil mengucapkan basmalah, si nelayan tua kembali menebarkan jaringnya. Lagi-lagi dengan sabar, si nelayan membiarkan jaringnya masuk ke dalamair. Dengan amat perlahan si nelayan menarik jaringnya, namun gagal. Begitu berat jaring si nelayan tua, seakan-akan jaring itu menancap di tanah. Makadengan mengucapkan
hauqalah "La haula wa la quwwata illa billah," 
si nelayantua kembali melepas pakaiannya dan menceburkan dirinya ke dalam air.Dengan sisa-sisa tenaga yang dimilikinya, nelayan tua itu membawa jaringnya ke darat. Ternyata yang menyangkut di jaringnya adalah sebuah gucitembaga yang pada bagian mulutnya terdapat sebuah sumbat timah denganstempel Nabi Sulaiman a.s. tertera di atasnya. Dengan menggunakan pisau yangdibawanya, si nelayan tua mencoba mencongkel tutup guci tersebut. Ternyatausahanya tidak sia-sia, guci yang tadi tertutup berhasil dibuka. Tiba-tiba daridalam guci yang baru dibuka itu keluar kepulan asap putih yang membumbungke angkasa. Si nelayan terkejut bukan main. Asap itu terus menggumpal-gumpalsampai akhirnya menjelma menjadi sesosok jin yang sangat besar, kepala jinitu mencapai awan, sedangkan kakinya berpijak di bumi.Si nelayan merasa amat ketakutan. Tubuhnya gemetar, giginya gemeretak,dan keringat terus mengalir deras. Di hadapan si nelayan tua, dunia tampak gelap gulita."Tiada Tuhan selain Allah. Sulaiman adalah Nabi Allah," tiba-tiba jin itumengeluarkan suaranya.
Hikayat 1001 Malam 
24

Activity (19)

You've already reviewed this. Edit your review.
Farid Suryono liked this
Fairy liked this
Romi Irwanda added this note|
kontol ni blok.. capek kita kopi kagak bisa2.
1 thousand reads
1 hundred reads
gempurmalaya liked this
soeprek liked this
Snow Drop liked this
Emi Rahmawati liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->