Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
3Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
PP 5 Tahun 2009 Ttg Bantuan Keuangan Thd Partai Politik

PP 5 Tahun 2009 Ttg Bantuan Keuangan Thd Partai Politik

Ratings:

5.0

(1)
|Views: 3,226|Likes:
Published by H. Masrip Sarumpaet

More info:

Published by: H. Masrip Sarumpaet on Feb 15, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See More
See less

06/01/2010

 
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIANOMOR 5 TAHUN 2009 TENTANGBANTUAN KEUANGAN KEPADA PARTAI POLITIKDENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESAPRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 34 ayat (4)Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2008 tentang Partai Politik,perlu menetapkan Peraturan Pemerintah tentang BantuanKeuangan Kepada Partai Politik;Mengingat : 1. Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang Dasar Negara RepublikIndonesia Tahun 1945;2.
 
Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2008 tentang Partai Politik(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008Nomor 2, Tambahan Lembaran Negara Republik IndonesiaNomor 4801);MEMUTUSKAN:Menetapkan : PERATURAN PEMERINTAH TENTANG BANTUAN KEUANGANKEPADA PARTAI POLITIK.BAB IKETENTUAN UMUMPasal 1
 
Dalam Peraturan Pemerintah ini yang dimaksud dengan:1.
 
Partai Politik adalah organisasi yang bersifat nasional dandibentuk oleh sekelompok warga negara Indonesia secarasukarela atas dasar kesamaan kehendak dan cita-citauntuk memperjuangkan dan membela kepentingan politikanggota, masyarakat, bangsa dan negara, serta memeliharakeutuhan . . .
 
 
- 2 -keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesiaberdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar NegaraRepublik Indonesia Tahun 1945.2.
 
Bantuan keuangan adalah bantuan keuangan yangbersumber dari Anggaran Pendapatan dan BelanjaNegara/Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah yangdiberikan secara proporsional kepada Partai Politik yangmendapatkan kursi di Dewan Perwakilan Rakyat, DewanPerwakilan Rakyat Daerah provinsi, dan Dewan PerwakilanRakyat Daerah kabupaten/kota yang penghitungannyaberdasarkan jumlah perolehan suara.3.
 
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, selanjutnyadisingkat APBN, adalah rencana keuangan tahunanpemerintahan negara yang disetujui oleh Dewan PerwakilanRakyat.4.
 
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, selanjutnyadisingkat APBD, adalah rencana keuangan tahunanpemerintahan daerah yang ditetapkan dengan peraturandaerah.5.
 
Dewan Perwakilan Rakyat, selanjutnya disingkat DPR.6.
 
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah provinsi, selanjutnyadisingkat DPRD provinsi.7. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah kabupaten/kota,selanjutnya disingkat DPRD kabupaten/kota.BAB IIPEMBERIAN BANTUAN KEUANGANPasal 2
 
(1)
 
Bantuan keuangan kepada Partai Politik dari APBN/APBDdiberikan oleh Pemerintah/pemerintah daerah setiaptahunnya.(2)
 
Partai Politik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalahPartai Politik yang mendapatkan kursi di DPR, DPRDprovinsi, dan DPRD kabupaten/kota.(3)
 
Bantuan keuangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1)diberikan secara proporsional yang penghitungannyaberdasarkan jumlah perolehan suara.Pasal 3 . . .
 
 
- 3 -Pasal 3
 
(1)
 
Bantuan keuangan yang bersumber dari APBN diberikankepada Partai Politik di tingkat pusat yang mendapatkankursi di DPR.(2)
 
Bantuan keuangan yang bersumber dari APBD provinsidiberikan kepada Partai Politik di tingkat provinsi yangmendapatkan kursi di DPRD provinsi.(3)
 
Bantuan keuangan yang bersumber dari APBDkabupaten/kota diberikan kepada Partai Politik dikabupaten/kota yang mendapatkan kursi di DPRDkabupaten/kota.Pasal 4
 
(1)
 
Besarnya bantuan keuangan yang diberikan kepada PartaiPolitik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3penghitungannya berdasarkan pada jumlah perolehansuara hasil Pemilu DPR, DPRD provinsi, dan DPRDkabupaten/kota.(2)
 
 Jumlah perolehan suara hasil Pemilu DPR, DPRD provinsi,dan DPRD kabupaten/kota sebagaimana dimaksud padaayat (1) didasarkan pada hasil penghitungan suara secaranasional yang ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum.Pasal 5
 
(1)
 
Penentuan besarnya nilai bantuan per suara hasil PemiluDPR sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (3)didasarkan pada hasil penghitungan jumlah bantuankeuangan APBN tahun anggaran sebelumnya dibagidengan jumlah perolehan suara hasil Pemilu DPR bagiPartai Politik yang mendapatkan kursi periode sebelumnya.(2)
 
Penentuan besarnya nilai bantuan per suara hasil PemiluDPRD provinsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2ayat (3) didasarkan pada hasil penghitungan jumlahbantuan keuangan APBD provinsi tahun anggaransebelumnya dibagi dengan jumlah perolehan suara hasilPemilu DPRD provinsi bagi Partai Politik yangmendapatkan kursi periode sebelumnya.(3)
 
Penentuan besarnya nilai bantuan per suara hasil PemiluDPRD kabupaten/kota sebagaimana dimaksud dalamPasal 2 ayat (3) didasarkan pada hasil penghitungan jumlah bantuan keuangan APBD kabupaten/kota tahunanggaran sebelumnya dibagi dengan jumlah perolehansuara . . .

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->