BAB IPENDAHULUAN1.1 Latar Belakang
Provinsi Kalimantan Timur memiliki luas daratan 19.884.117 hektar dengan wilayah laut seluas 1.021.657 hektar. Dari hasil paduserasi tahun 1999,Kalimantan Timur memiliki kawasan budidaya non kehutanan (KBNK) seluas5.170.784,60 hektar, kawasan budidaya kehutanan (KBK) seluas 9.774.753,19hektar, hutan lindung 2.816.319,73 hektar, cagar alam 1.478.367,79 hektar, tamanhutan raya 71.099,80 hektar, Taman Nasional 204.399,06 hektar, hutan produksi25.786,38 hektar. Hamparan hutan yang didominasi oleh hutan dipterocarpa, yangsaat ini sebagian besar telah mengalami degradasi (Timpakul, 2008).Tipe hutan di Kalimantan mencakup hutan bakau, hutan rawa gambut danhutan rawa air tawar, hutan kerangas, hutan Dipterocarpaceae dataran rendah,hutan kayu besi (ulin), hutan pada batu kapur dan tanah ultra basa, hutan bukitDipterocarpaceae dan beberapa formasi hutan pegunungan. Kalimantan memilikilebih dari 3.000 pohon, termasuk 267 jenis Dipterocapaceae, lebih dari 2.000 jenis anggrek dan lebih dari 1.000 jenis pakis, lebih dari 146 jenis rotan, dan pusatdistribusi karnivora kantung semar (
Nepenthes
sp) (Timpakul, 2008).Kalimantan juga memiliki 479 jenis burung (termasuk burung migrasi), 37 jenis diantaranya merupakan burung endemik Kalimantan (Timpakul, 2008).Praktikum ini dilakukan di Taman Wisata Alam Bukit soeharto yangsecara geografis terletak antara 0
o
41′ LS sampai dengan 1
o
05′ LS dan 115
o
36′ BTsampai dengan 117
o
10′ BT. Hutan Bukit Suharto memiliki potensi yang baik