• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
Download
 
BAB IVHASIL dan PEMBAHASAN
Penelitian ini dilakukan di daerah Kecamatan Imogiri, Kabupaten BantulProvinsi Yogyakarta. Terdapat dua sungai utama yaitu Sungai Opak dan SungaiOyo. Studi hidrogeokimia airtanah merupakan inti dari penelitian. Sampel yangdigunakan dalam penelitian ini meliputi 10 sampel airtanah, 11 data pendugaangeolistrik, dan 172 sampel sumur gali, serta didukung oleh data pendukunglainnya. Data tersebut merupakan data primer dan sekunder yang didapatkan dari penelitian terdahulu di satuan wilayah administrasi tersebut.Pemilihan daerah penelitian ini didasarkan pada kondisi daerah penelitianyang sangat kompleks. Daerah ini memiliki 2 sistem arah aliran airtanah regionalyang berasal dari Satuan Airtanah Perbukitan Baturagung dan Satuan AirtanahMerapi. Arah aliran airtanah di daerah ini didominasi dari kedua sistem arah aliranairtanah ini menuju Sungai Opak maupun Sungai Oyo. Oleh karena itu,keterdapatan airtanah di wadahnya (akuifer) yang mengalami kontak denganmineral batuan mempengaruhi hidrogeokimia airtanah bebas di daerah penelitian.
4.1.
 
Kontur dan Arah Aliran Airtanah Bebas
 Analisis ini berdasarkan Model 2 Dimensi yang merupakan suatu hasilanalisa dalam menentukan dan mengetahui kontur dan arah aliran airtanah sertakegunaannya untuk mengetahui daerah tangkapan dan daerah penurapan airtanahdi suatu wilayah. Metode
“three point problem”
pada prinsipnya menggunakanminimal tiga buah sumur yang sudah diketahui ketinggian muka airtanahnya.Pengolahan data kedalaman muka airtanah dilakukan dengan menginterpolasititik-titik dari tiap titik sumur gali di daerah penelitian. Kontur airtanah(
equipotential line
) adalah garis yang menunjukkan tempat-tempat yang memilikinilai
hydraulic
 
head 
yang sama. Secara dua dimensi, garis ekuipotensial dapatdipetakan membentuk jaring-jaring aliran airtanah (
 flownets
).Menurut Todd (1980); Nilai
hydraulic head 
merupakan hasil dari pengurangan elevasi permukaan sumur dikurangi kedalaman muka airtanah. Arah68
 
aliran airtanah dapat didefinisikan dengan cara menarik garis yang memotongkontur airtanah dari
hydraulic head 
tinggi ke rendah pada sudut 90
o
sepertiGambar 2.1. Jika garis kontur dan arah aliran dibuat pada interval-interval tertentumaka akan terlihat jaring-jaring airtanah atau dikenal sebagai
 flownets
.Keuntungan
 flownets
ini dapat digunakan untuk menentukan daerah tangkapan(
recharge
) dan daerah penurapan airtanah (
discharge
), menentukan tipe sungai
influent 
atau
effluent 
, menentukan besarnya debit dinamis, sehingga dapatdiketahui besarnya ketersediaan airtanah, dan menentukan arah pencemaranairtanah.Faktor penentu arah aliran airtanah bebas yaitu kondisi topografi di suatuwilayah. Arah aliran airtanah bebas selalu mengikuti bentuk topografi permukaan bumi. Berdasarkan topografi di daerah penelitian memiliki kondisi topografi datar hingga perbukitan. Umumnya airtanah di daerah penelitian mengalir menujudaerah yang memiliki morfologi datar ke dalam satuan bentuklahan dataranaluvial, dataran koluvial dan lembah antar perbukitan. Arah aliran yang demikianmenentukan tipe pola aliran sungai
effluent 
, dimana airtanah bergerak menujusungai yang mengakibatkan kondisi sungai selalu mengalir sepanjang tahun(
 perenial
). Pada Gambar 4.1. di bawah menunjukkan bahwa kedudukan mukaairtanah di daerah penelitian lebih tinggi dibandingkan kedudukan muka air Sungai Opak dan Oyo di daerah penelitian.Menurut Santosa dan Adji (2006); Sungai di daerah penelitian alirannya bersifat
effluent 
. Berdasarkan arah aliran airtanah, dan jika dikaitkan dengankeberadaan sungai-sungainya, maka sungai Opak, Oyo dan anak-anak sungainyamerupakan sungai-sungai yang bersifat
 perennial
(mengalir sepanjang tahun). Halini disebabkan oleh karena kondisi geomorfologi sungai-sungai tersebut berada pada suatu cekungan dan kedudukan muka air sungai lebih rendah dari mukaairtanah.Sistem arah aliran airtanah berasal dari sebelah timur-barat dan utara-selatan. Sistem arah aliran airtanah timur-barat ini termasuk Satuan AirtanahPerbukitan Baturagung yang berakumulasi pada lembah antar perbukitan dansatuan bentuklahan dengan morfologi datar. Sistem arah aliran airtanah ini69
 
70mendominasi arah aliran airtanah di daerah penelitian. Akumulasi airtanah darisistem tersebut mengisi cekungan-cekungan pada daerah penelitian yang terlihatdari pola garis kontur airtanah tertutup. Hal ini menyebabkan daerah-daerah yangdemikian merupakan tempat terkonsentrasinya airtanah. Sistem arah aliranairtanah lokal juga dijumpai pada lerengkaki dari Perbukitan Baturagung danlangsung menuju sungai dan anak sungai.Menurut Suyono (2000); Satuan Airtanah Baturagung berada pada lapisan batuan tersusun oleh endapan volkanik yang berupa breksi volkanik, batupasir,serpih tuff, aglomerat, andesit basaltik, batulempung, dan aliran lava yang bersifatkompak. Aliran airtanah melalui celah-celah batuan, oleh karena itu tingkatkelulusan airnya kecil. Sifat batuan dan topografinya, maka sebagian besar hujanmenjadi aliran permukaan atau resapan di daerah ini kecil. Airtanah di daerah initerdapat setempat-tempat pada lembah-lembah dan kanan kiri sungai. SatuanAirtanah Gunungapi Merapi dalam Mac Donald (1983) dalam Suyono (2000),mengemukakan bahwa airtanah di lereng merapi menuju ke arah selatan. Alur-alur sungai yang lembahnya dalam berpengaruh pada pola aliran, airtanah masuk ke alur sungai sebagai
baseflow
, sehingga aliran airtanah di atas dasar lembahsungai dan aliran airtanah di bawah dasar sungai.Data lokasi sumur gali didapatkan dari data sekunder, berasal dari laporan penelitian terdahulu, dan terdapat pula data primer yang dilakukan pada saat pengambilan sampel airtanah di sekitar sumur gali tersebut. Lampiran 4.merupakan data lokasi pengambilan sumur gali di daerah penelitian.
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...