Kajian Islam dan Taushiah.doc
Hikmah disyari’atkannya puasa adalah agar manusia menjadi bertaqwa. Sebab puasa adalahmerupakan penyebab utama agar mencapai ketaqwaan. Yaitu melaksanakan perintah-perintah Allahdan menjauhi larangan-Nya.Syari’at puasa menjadi penyebab utama meraih taqwa karena orang yang berpuasa mampu mentaatiAllah walaupun dalam masalah yang sebenarnya dihalalkan sebelumnya, seperti makan, minum, berhubungan badan suami-istri dan sebagainya. Dan inilah taqwa. Orang yang membiasakanmendidik nafsunya untuk mengikuti perintah Allah, yang sebelumnya suka diumbar.Dari sisi medis, puasa menjadikan sempitnya pembuluh darah, sehingga godaan syetan yang berjalan melalui alirannya menjadi buntu. Maka dengan puasa tersebut ambisi berbuat maksiyatmelemah.Dengan puasa pula keinginan untuk memperbanyak ketaatan semakin kuat. Misalnya orang kayadapat merasakan langsung bagaimana pedihnya rasa lapar sebagaimana mendera kaum fakir-miskin. Sehingga timbullah tanggung jawab sosialnya. Dan inilah buah taqwa.Ramadhan juga bulan jihad, dimana puasa mengajarkan jihad melawan rayuan syetan kepadakejahatan, ajakan hawa nafsu, menanjurkan supaya sabar, dermawan, produktif, tidak pemarah,disiplin waktu. Puasa membentuk manusia jujur kepada diri sendiri, mampu menahan diri dari yangdilarang Allah. Memiliki tanggung jawab, adil, memiliki kepedulian social dan sebagainya.Kemuliaan Al-Qur’anTidak kalah pentingnya, Allah memuliakan bulan ini dari seluruh bulan yang ada karena bulan iniAllah turunkan Al-Qur’an (Syahrul-Qur’an). Allah turunkan kitab-kitab untuk para nabi-Nya,Taurat, Injil, Zabur dan suhuf para nabi dan rosul juga pada bulan ini..Agungnya Ramadhan juga karena identik dengan sifat al-Qur’an yang mulia. Yang mengandung petunjuk (hudan), menunjukkan sesuatu yang bermanfaat bagi manusia agar diikuti, menunjukkanmana yang bahaya (mudhorrot) bagi mereka agar dijauhi. Menunjukkan jalan-jalan kebaikan, danmenunjukkan pula jalan-jalan kebinasaan.SIfat Al-Qur’an juga menjadi pemberi penjelasan (Bayan) yang gamblang, menjelaskan jalan-jalankeselamatan dan kebahagiaan, menjelaskan jalan-jalan kesesatan. Al-Qur’an menjadi pembeda (Al-Furqon) atas cakupan kebaikan dan keburukan. Membedakan mana yang haq, mana yang bathil.Mana yang halal, mana yang haram. Mana tauhid, mana yang syirik. Mana yang sunnah, mana yang bid’ah. Mana yang menyebabkan kebahagian dan mana yang membinasakan. Agar manusia berfikir.Indahnya RukhsohAllah yang maha rohman dan rohim memberikan kemudahan atau keringanan (rukhsoh), yaitu bolehnya meng-qodho’ puasa dan diganti pada hari lain sebanyak hari yang ditinggalkan karenasebab-sebab tertentu seperti sakit keras, perjalanan jauh, hamil dan sebagainya.Allah tidak membebani hamba-Nya diluar kemampuannya. Seperti adanya rukhsoh menjama’ danmeng-qoshor sholat bagi musafir, sholat dengan berbaring bagi yang tidak kuat berdiri, bolehnya
Copyright ©Http://www.smahidayatullah.com/. Kumpulan taushiah dan kajian Islam yangditulis oleh Ustadz. Abu Hasan Ali Halabiy, guru di SMA Hidayatullah Bontang. Andadiperkenankan untuk mencopy dan menyebarluaskan baik dalam bentuk
softcopy
maupun
hardcopy
selama menyertakan catatan kaki ini dan dengan tujuan bukan komersial.