Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Tunanetra

Tunanetra

Ratings: (0)|Views: 188 |Likes:
Published by Sumadiyasa
Tugas
Tugas

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Sumadiyasa on Feb 06, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/06/2013

pdf

text

original

 
 
1
Anggota Kelompok :I Made Sumadiyasa 1011011103/ BK 5BPutu Aryawan 1011011116/ BK 5BNur Hikmah 1011011081/ BK 5B
1.
 
Pengertian Tunanetra.
Dijelaskan Organ mata dalam sistem panca indera manusia merupakan salah satu dariindra yang bisa sangat penting, sebab di samping menjalankan fungsi fisiologis dalamkehidupan manusia, mata dapat juga memberikan keindahan muka yang sangatmengagumkan, atas dasar itulah dalam banyak puisi mata sering diibaratkansebagai
”cermin dari jiwa”
( dalam Mohamad Efendi, 2006 ).Organ mata yang normal dalam menjalankan fungsinya sebagai indera penglihatanmelalui proses berikut. Pantulan cahaya diri objek di lingkungannya ditangkap oleh matamelalui kornea, lensa mata, dan dan membentuk bayangan nyata yang lebih kecil danterbaik pada retina. Dari retina dengan melalui saraf penglihatan bayangan benda dikirimke otak dan terbentuklah kesadaran orang tentang objek yang dilihatnya.Sedangkan organ mata yang tidak normal atau berkelainan dengan proses fisiologismelihat sebagai berikut. Bayangan benda yang ditangkap oleh mata tidak dapatditeruskan oleh kornea, lensa mata, dan ke saraf karena suatu sebab, misalnya korneamata mengalami kerusakan, kering, keriput, lensa mata menjadi keruh, atau saraf menghubungkan mata dengan otak mengalami gangguan. Seseorang yang mengalamikondisi tersebut dikatakan sebagai penderita kelainan penglihatan atau tunanetra.Untuk mengelompokkan seseorang dalam klasifikasi kelainan dalam kaitannyadengan pemberian layanan pendidikan khusus harus berdasarkan kriteria tertentu yangmenjadi acuan. Salah satu kriteria yang dapat digunakan sebagai dasar pengklasifikiasiananak tunanetra di Indonesia adalah hasil musyawarah ketunanetraan di Solo tahun 1968.Seseorang dikatakan tunanetra jika memiliki visus sentralis 6/60 lebih kecil dari itu. Atau,setelah dikoreksi secara maksimal penglihatan tidak memungkinkan lagimempergunakan fasilitas pendidikan dan pengajaran yang bisa di gunakan oleh anak normal/orang awas.
 
 
2
Secara etimologi ( dalam Soekini Pradopo, dkk ) kata tunanetra berasal dari tuna yangberarti rusak/rugi, netra berarti mata atau penglihatan/cacat mata. Istilah tuna netra yangmulai populer dalam dunia pendidikan dirasa cukup tepat untuk menggambarkankeadaan penderita yang mengalami kelainan indra penglihatan, baik kelainan itu bersifat
 berat maupun ringan. Sedangkan istilah “buta” pada umumnya melukiskan keadaan mata
yang rusak, baik sebagian (sebelah) maupun seluruhnya ( kedua-duanya ), sehingga mataitu tidak lagi dapat berfungsi sebagaimana mestinya.Seseorang dikatakan tunanetra menurut Pertuni ( Persatuan Tunanetra Indonesia )adalah mereka yang tidak memiliki penglihatan sama sekali ( buta total ) hingga merekayang masih memiliki sisa penglihatan tetapi tidak mampu menggunakan penglihatannyauntuk membaca tulisan biasa berukuran 12 poin dalam keadaan cahaya normal meskipundibantu dengan kacamata.Jadi secara umum tunanetra berarti rusak penglihatan, sehingga mereka yangmengalami gangguan penglihatan sedemikian rupa sehingga memerlukan alat bantudalam melakukan aktivitas sehari-hari ( belajar ).
2.
 
Klasifikasi Anak Tunanetra.
Klasifikasi tunanetra dapat dijelaskan sebagai berikut :
 
Tingkat ketajaman penglihatan.1.
 
6/6-6/16 atau 20/20-20/50.2.
 
6/20-6/60 atau 20/70-20/200.3.
 
6/60 lebih atau 20/200 lebih.
 
Berdasarkan waktu terjadinya kecacatan.1.
 
Tunanetra sebelum dan sejak lahir : yakni mereka yang sama sekali tidak memiliki pengalaman penglihatan.2.
 
Tunanetra setelah lahir atau pada usia kecil : mereka telah memiliki kesan-kesanserta pengalaman visual tetapi belum kuat dan mudah terlupakan.3.
 
Tunanetra pada usia sekolah atau pada masa remaja : mereka telah memilikikesan-kesan visual dan meninggalkan pengaruh yang mendalam terhadap prosesperkembangan pribadi.4.
 
Tunanetra pada usia dewasa : pada umumnya mereka yang dengan segalakesadaran mampu melakukan latihan-latihan penyesuaian diri.
 
 
3
5.
 
Tunanetra dalam usia lanjut : sebagian besar sudah sulit mengikuti latihan-latihan penyesuaian diri.
 
Berdasarkan kemampuan daya penglihatan.1.
 
Tunanetra ringan ( Defective Vision / Low Vision ) : yakni mereka yangmemiliki hambatan dalam penglihatan akan tetapi mereka masih dapatmengikuti program-program pendidikan dan mampu melakukanpekerjaan/kegiatan yang menggunakan fungsi penglihatan.2.
 
Tunanetra setengah berat ( Partially Sighted ) : yakni mereka yang kehilangansebagian daya penglihatan, hanya dengan menggunakan kaca pembesar mampumengikuti pendidikan biasa atau mampu membaca tulisan yang bercetak tebal.3.
 
Tunanetra berat ( Totally Blind ) : yakni mereka yang sama sekali tidak dapatmelihat.
 
Menurut WHO.1.
 
Tunanetra yang memiliki ketajaman penglihatan kurang dari 20/200 dan ataumemiliki bidang penglihatan kurang dari 20 derajat.2.
 
Tunanetra yang masih memiliki ketajaman penglihatan antara 20/70 sampaidengan 20/200 yang dapat lebih baik melalui perbaikan.
 
Berdasarkan kelainan-kelainan pada mata.1.
 
Myopia : adalah penglihatan jarak dekat, bayangan tidak terfokus dan jatuh dibelakang retina. Penglihatan akan menjadi jelas kalau objek didekatkan. Untuk membantu proses penglihatan pada penderita Myopia digunakan kacamatakoreksi dengan lensa negatif.2.
 
Hyperopia : adalah penglihatan jarak jauh, bayangan tidak terfokus dan jatuh didepan retina. Penglihatan akan menjadi jelas jika objek dijauhkan. Untuk membantu proses penglihatan pada penderita Hyperopia digunakan kacamatakoreksi dengan lensa positif.3.
 
Astigmatisme : adalah penyimpangan atau penglihatan kabur yang disebabkankarena ketidakberesan pada kornea mata atau pada permukaan lain pada bolamata sehingga bayangan benda baik pada jarak dekat maupun jauh tidak terfokus jatuh pada retina. Untuk membantu proses penglihatan pada penderitaastigmatisme digunakan kacamata koreksi dengan lensa silindris.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->