Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
penelitian perkembangan anak

penelitian perkembangan anak

Ratings: (0)|Views: 279|Likes:
Published by yo2_laxana

More info:

Published by: yo2_laxana on Feb 06, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

08/13/2013

pdf

text

original

 
1
BAB IPENDAHULUANA. Latar Belakang
Perkembangan merupakan perubahan ke arah kemajuan menujuterwujudnya hakekat manusia yang bermartabat atau berkualitas. Usia lahirsampai dengan pra sekolah merupakan masa keemasan sekaligus denganmasakritis dalam tahapan kehidupan manusia yang akan menentukanperkembangan anak selanjutnya, masa ini merupakan masa yang tepat untuk meletakan dasar-dasar pengembangan fisik, bahasa, sosial, emosional, moral dannilai-nilai agama,kognitif dan seni.Masing-masing merupakan bagian dari prosesperkembangan fisik. Proses pematangan terjadi secara teratur, yaitu kemampuanketerampilan tertentu dan umumnya terjadi sebelum mencapai tonggak lainnya.Keterampilan sosial-emosional pada anak usia 7 - 12 tahun akan menjadi pondasibagi anak-anak untuk menjadi orang dewasa yang bertanggung jawab, pedulikepada orang lain, dan produktif.
B. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian perkembangan pada anak usia 7-12 tahun adalah untuk mengetahui bagaimana karakteristik sosial emosional yang sering terjadi padaanak usia 7-12 tahun. Dengan memahami reaksi dan pola sosial emosional anak pada usia ini diharapkan kita bisa mengatasi masalah yang menghambatperkembangan anak. Dengan ini anak dapat berkembang dengan normal dan dapatmenyongsong kehidupan yang akan datang dengan kesiapan.
 
2
Bab IIISI2.1 ASPEK EGOSENTRIS
Pada usia 7-12 tahun ini anak melihat sesuatunya dengan nyata , tetapipada awal perkembangannya ia belum mampu untuk membedakan hasil ciptamentalnya sendiri dengan hal-hal yang nyata.Menurut Elkind, egosentrisme anak pada masa ini ditandai dengan apa yangdisebut realita asumtif yaitu anak melihat kenyataan berdasarkan informasi yangterbatas tanpa memperoleh informasi yang lainnya. Dalam melihat kenyataananak lebih diarahkan dengan asumsinya sendiri daripada memperhatikan danmendengarkan asumsi orang lain.Oleh karena itu, orang tuanya. anak pada masa ini lebih mempercayaitemannya daripada orang tuanya dan tidak lagi memandang orang tua sebagaiorang yang serba tahu. Dengan menggunakan asumsi-asumsi dari dirinya sendirimaka dalam aspek-aspek tertentu anak merasa lebih mengerti daripada oranglainatauPada masa ini anak menunjukkan superioritas kemampuannya ataukognitifnya, pada saat ini anak mulai mencari bentuk pola kognitifnya denganmenunjukkan ia adalah lebih banyak mengerti dan lebih banyak tahu tentangsegala sesuatu walaupun kemampuannya terbatas.Untuk menunjukkan kemampuannya sering kita dapatkan anak pada masa inimenggunakan berbohong sebagai alat untuk diterima kemampuannya. Bisa juga iaakan menunjukkan tingkah laku yang berlawanan dengan biasanya atau disebutprilaku yang tidak disukai atau kenakalan. Kenakalan yang diperlihatkan pertamaanak berharap akan mendapat perhatian atau sebagai sikap protes atas perlakuanorang lain terhadap dirinya.Sesuai dengan emosinya yang sedang berkembang pesat anak menggunakanemosinya untuk menunjukkan bahwa ia siap melakukan sesuatu dengankemampuannya dan keberaniannya dalam menghadapi orang diluar dirinyasehingga emosi ini akan menjadi sesuatu pertahanan dan ekspresi keinginan dankebutuhan anak.Tanya : Apakah anak mau berbagi yang dia miliki seperti: alat tulis atau jajandengan orang lain?Jawab : anak mau berbagi,tapi pada orang tertentu.pada orang yang dia kenal saja.
 
3
Kesimpulan :Munculnya egosentris, diusia ini anak berfikir bahwa segala yang ada dantersedia adalah untuk dirinya, semuanya ada untuk memenuhikebutuhannya.Kuatnya egosentris ini mempengaruhi perilaku anak dalambermain, saat bermain anak enggan untuk meminjamkan mainannya pada anak lain juga menolak mengembalikan mainan pinjamannya. Wajarlah jika saatseperti ini terjadi konflik dengan temannya. Pada saat mengalami konflik inianak belum bisa menyelesaikannya secara efektif, ia cenderung menghindardan menyalahkan orang lain.
2.2 ASPEK PEMBANGKANGAN
Merupakan penolakan sementara melihat dan memperhatikan reaksi terhadaporang yang dibangkangkan.membangkang tidak sama dengan anak yangmelakukan kekasaran atau bersikap kasar,anak hanya menolak setiap apa yangdiperintah disuruh orang tua atau orang yang lebih besar.Sikapnya hanya sekedarmenolak sesaat yang nantinya akan melakukan perintah itu.Pembangakangan pada anak-anak merupakan gejala pokok bagiperkembangan kepribadian dan sosial anak,maka anak yang tidak mengalamimasa pembangkangan ini dikatakan anak mengalami keterhambatanperkembangan dan akan mengganggu perkembangan selanjutnya,seperti jugapada perkembangan yang lainya.1.
 
Pembangkangan pasif Pada awal perkembanganya anak akan melakukan pembangkanganyadengan prilaku pasif,dikarenakan anak tidak mengerti apa yangdikehendaki oleh orang tua.2.
 
Pembangkangan prilakuDengan bertambahnya usia dan anak melanjutkan masa perkembanganyadimana ia telah memasuki pengertian dan pemahaman.Yaitu mampumembedakan antara keinginan dirinya dengan keinginan orang tua danorang lain.3.
 
Pembangkangan sikapPada masa akhir dari tahapan ini anak akan menunjukkan pembangkangandengan melakukan sesuatu tindakan yang berbeda dari biasanya.Seringkali disebut tingkah laku yang aneh,dalam berpendapat denganlingkunganya suka menunjukkan pendapatnya sendiri yaitu

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->