Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Hukum Pemilu Dalam Islam

Hukum Pemilu Dalam Islam

Ratings: (0)|Views: 88 |Likes:
Published by Mahmoodi Priest

More info:

Published by: Mahmoodi Priest on Feb 06, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/14/2014

pdf

text

original

 
 Ma'had Adz-Dzikr 
MUQADDIMAH
Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kepada kita iman dan Islam,semoga shalawat serta salam selalu kita curahkan kepada Nabi Muhammad SAW,keluarga, shahabat dan orang-orang yang selalu mempelajari, mengamalkan, danmenda’wahkan sunnah-sunnah beliau hingga yaumil akhir nanti.Tidak lama lagi kita akan melaksanakan suatu pesta demokrasi, yang mana iniakan menentukan nasib umat Islam di Indonesia, yaitu Pemilihan Umum. Tetapi sebagiandari kaum muslimin, menganggap ini hanya sekedar kegiatan politik saja, meskipun kitamengikutinya pasti keadaan akan tetap saja tidak ada perubahan, karena begitu banyak  para politisi yang mereka hanya mementingkan diri mereka sendiri. Tetapi disisi lain, ada juga sebagian dari mereka enggan mengikuti pemilu dikarenakan demokrasi dengansegala perangkatnya adalah suatu sistem politik modern dari Barat – yang nota beneorang kafir – yang mana ini adalah suatu bentuk tasyabbuh, kesyirikan. Sehingga dengandemikan merekapun mengharamkannya, tanpa melihat sejarah, latar belakang dan faktadi negara Republik Indonesia dimana orang-orang diluar Islam terutama Kristen, selalu berusaha untuk “menghabisi” setiap sendi kehidupan umat Islam melalui Parlemen.Bahkan saat ini mereka sedang menyusun, bahkan bukan tidak mungkin telahmelaksanakan, suatu proyek yang diantara mereka dikenal sebagai proyek Yusuf 2004,suatu proyek untuk menjadikan Presiden Negara Republik Indonesia dari orang kristen.Dari sinilah kita mencoba untuk menganalisa pembahasan ini menjadi beberapa bagian
 pertama
: pengertian pemilu ditinjau dari sudut ilmu politik; bagian
kedua
: sistem pengangkatan khalifah pemimpin dalam Islam; bagian
ketiga
: hukum pemilu; bagian
keempat 
: kesimpulan.Melalui tulisan ini penulis tidak mencoba untuk membantah perkataan paraulama, tetapi mencoba untuk memberikan suatu tinjauan yang objektif, yang mana pembahasan ini dipandang dari sudut sejarah, latar belakang, dan dalil yangmengharamkan pemilu, dengan membandingkannya dengan sejarah perkembangantumbuhnya agama Islam sampai saat ini dan fakta-fakta yang ada di Indonesia, dankemudian kita mencoba untuk memberikan konklusi. Semoga Allah swt memberikanhidayah dan inayah-Nya. Amin1
 
 Ma'had Adz-Dzikr 
BAB IPEMILUADefinisi
Pemilihan umum yang selanjutnya disebut Pemilu adalah sarana pelaksanaankedaulatan rakyat
1
 dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkanPancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945
2
.
BSistem sistem Pemilihan
Dalam ilmu politik dikenal bermacam-macam sistem pemilihan umum, akan tetapiumunya berkisar pada 2 prinsip pokok, yaitu :1.
 single-member constituency
(satu daerah memilih atau wakil; biasanyadisebut Sistem Distrik). Sistem yang mendasarkan pada kesatuan geografis. Jadisetiap kesatuan geografis (yang biasanya disebut distrik karena kecilnya daerahyang diliputi) mempunyai satu wakil dalam dewan perwakilan rakyat.Sistem ini mempunyai beberapa kelemahan, diantaranya :a.Kurang memperhitungkan adanya partai kecil dangolongan minoritas, apalagi jika golongan ini terpencar dalam beberapadistrik. b.Kurang representatif dalam arti bahwa calon yangkalah dalam suatu distrik, kehilangan suara-suara yang telah mendukungnya.Disamping itu sistem ini juga mempunyai kelebihan, antara lain :a.Wakil yang terpilih dapat dikenal oleh penduduk distrik, sehinggahubungannya dengan penduduk distrik lebih erat. b.Lebih mendorong kearah integrasi partai-partai politik karena kursi yangdiperebutkan dalam setiap distrik pemilihan hanya satu. Mendorong partai- partai untuk menyisihkan perbedaan-perbedaan yang ada dan mengadakankerjasama.c.Berkurangnya partai dan meningkatnya kerjasama antara partai-partaiyang mempermudah terbentuknya pemerintah yang stabil dan meningkatkanstabilitas nasionald.Sederhana dan mudah untuk diselenggarakan2.
multi-member constituency
(satu daerah pemilihan memilih beberapawakil; biasanya dinamakan Proportional Representation atau Sistem PerwakilanBerimbang). Gagasan pokok dari sistem ini adalah bahwa jumlah kursi yangdiperoleh oleh sesuatu golongan atau partai adalah sesuai dengan jumlah suarayang diperolehnya.Sistem ini ada beberapa kelemahan :a.Mempermudah fragmentasi partai dan timbulnya partai-partai baru
1
Tentang kedaulatan rakyat – atau kalau boleh dikatakan suatu bentuk demokrasi, yaitu suatu bentuk  pemerintahan dari, oleh dan untuk rakyat – sebagian orang memandang, itu adalah suatu sistem dari barat,sehingga haram suatu pemerintahan yang mayoritas penduduknya muslim menggunakannya. Sebenarnyahal itu tidaklah sepenuhnya benar. Karena memang ada diantara nilai-nilai demokrasi yang sama dengannilai-nilai yang ada di dalam Islam. Sebenarnya hal ini butuh penjelasan yang panjang tapi insyaAllah, padamakalah ini akan disinggung sedikit tentang demokrasi itu sendiri.
2
Undang-undang Politik 2003, UU No. 12 tahun 2003 tentang Pemilihan Umum, hal 35.
2
 
 Ma'had Adz-Dzikr 
 b.Wakil yang terpilih merasa dirinya lebih terikat kepada partaidan kurang merasakan loyalitas kepada daerah yang telah memilihnyac.Mempersukar terbentuknya pemerintah yang stabil, oleh karenaumumnya harus mendasarkan diri atas koalisi dari dua-partai atau lebih.Disamping kelemahan tersebut, sistem ini mempunyai satu keuntungan besar,yaitu bahwa dia bersifat representatif dalam arti bahwa setiap suara turutdiperhitungkan dan praktis tidak ada suara yang hilang.
3
Di Indonesia pada pemilu kali ini, tidak memakai salah satu dari kedua macam sistem pemilihan diatas, tetapi merupakan kombinasi dari keduanya.Hal ini terlihat pada satu sisi menggunakan sistem distrik, antara lain pada Bab VII pasal 65 tentang tata cara Pencalonan Anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi, danDPRD Kabupaten/Kota dimana setiap partai Politik peserta pemilu dapat mengajukancalon anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/ Kota denganmemperhatikan keterwakilan perempuan sekurang- kurangnya 30%
4
.Disamping itu juga menggunakan sistem berimbang, hal ini terdapat pada Bab V pasal 49 tentang Daerah Pemilihan dan Jumlah Kursi Anggota DPR, DPRD Provinsi,dan DPRD Kabupaten/Kota dimana :Jumlah kursi anggota DPRD Provinsi sebagaimana dimaksud pada ayat (1)didasarkan pada jumlah penduduk provinsi yang bersangkutan dengan ketentuan :a.Provinsi dengan jumlah penduduk sampai dengan 1000.000 (satu juta) jiwa mendapat 35 (tiga puluh lima) kursi; b.Provinsi dengan julam penduduk lebih dari 1.000.000 (satu juta) sampaidengan 3.000.000 (tiga juta) jiwa mendapat 45 (lima puluh lima) kursi;c.Provinsi dengan jumlah penduduk 3.000.000 (tiga juta) sampai dengan5.000.000 (lima juta) jiwa mendapat 55 (lima puluh lima) kursi;d.Provinsi dengan jumlah penduduk 5.000.000 (lima juta) sampai dengan7.000.000 (tujuh juta) jiwa mendapat 65 (enam puluh lima) kursi;e.Provinsi dengan jumlah penduduk 7.000.000 (tujuh juta) sampai dengan9.000.000 (sembilan juta) jiwa mendapat 75 (tujuh puluh lima) kursi;f.Provinsi dengan jumlah penduduk 9.000.000 (sembilan juta) sampaidengan 12.000.000 (dua belas juta) jiwa mendapat 85 (delapan puluh lima) kursi;
g.
Provinsi dengan jumlah penduduk lebih dari 12.000.000 (dua belas juta) jiwa mendapat 100 (seratus) kursi.
5
3
Miriam Budiardjo,
 Dasar-dasar Ilmu Politik,
hal. 177
4
Undang-undang Politik 2003, UU No.12 tahun 2003 tentang Pemilihan Umum, hal. 64
5
 
ibid,
hal 58
3

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->