Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Sejarah Sulsel

Sejarah Sulsel

Ratings: (0)|Views: 44 |Likes:
Published by Mirza Ahmadhevicko
Ini merupakan semacam tugas yang dikerjakan dengan cepat-cepat. Sejarah Sulsel dalam garis linear.
Ini merupakan semacam tugas yang dikerjakan dengan cepat-cepat. Sejarah Sulsel dalam garis linear.

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Mirza Ahmadhevicko on Feb 08, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/03/2013

pdf

text

original

 
Sulawesi
 
Selatan
 
Berikut
 
ini
 
sebuah
 
rangkuman
 
yang
 
coba
 
meringkas
 
 jejak
 
sejarah
 
Sulawesi
 
Selatan
 
secara
 
garis
 
besar.
 
Melalui
 
garis
 
linear
 
yang
 
tampak
 
dapat
 
diikuti
 
kilasan
kilasan
 
peristiwa
 
yang
 
tercatat
 
dan
 
darinya
 
dapat
 
ditarik
 
keluar
 
sebuah
 
atau
 
beberapa
 
pemaknaan
 
yang
 
bermanfaat.
 
Waktu
 
Peristiwa
 
Penting
 
Zaman Prasejarah Masa pra‐sejarah di bumi Sulawesi khususnya di Sulawesi Selatandimulai kira‐kira sekitar 30.000 tahun silam. Di mana pulau inimenjadi salah satu daerah yang telah dihuni oleh manusia purbabeserta peradabannya. Hal tersebut dapat dibuktikan denganpenemuan fosil dan artefak pra‐sejarah yang ditemukan di gua‐guakawasan karst Maros, sekitar 30 km sebelah timur laut Makassar,Propinsi Sulawesi Selatan. Penemuan itu seperti lukisan‐lukisan pra‐sejarah di dinding gua (
rock 
 
 painting
). Menurut dugaan dari parapeneliti bahwa peninggalan tersebut berasal dari lapisan budayayang tua selain itu juga diketemukan pula alat batu Peeble dan Flakeyang telah dikumpulkan dari pinggiran sungai di lembah Walanae, diantara Sengkang dan Soppeng, termasuk fosil tulang‐tulang yangberasal dari babi purba dan gajah purba yang telah punah. Hal inimengindikasikan adanya sebuah peradaban sosial masyarakat purbayang telah tertata dengan baik pada masa itu di Sulawesi Selatanpurba (R Cecep Eka Permana, “Bentuk Gambar Telapak Tangan padaGua‐gua Prasejarah di Kabupaten Pangkajene Kepulauan, Sulsel”dalam
Wacana:
 
 Jurnal 
 
Ilmu
 
Pengetahuan
 
Budaya
 
Vol.7 No.2, Oktober2005).
 
Abad
 
13
15
 
Penulisan Sureq La Galigo yaitu puisi yang terdiri dalamsajak bersuku lima yang memuat informasi asal‐usul manusia. Tokohutama dalam epik ini adalah seorang bernama Sawerigading. Meskidianggap bukan teks sejarah namun para ahli banyak yangmembacanya untuk memperoleh ilustrasi mengenai kebudayaansetempat pada masa sebelum abad 14.Zaman PerdaganganNusantara danKejayaan Kerajaan‐Kerajaan di SulawesiSelatan (Abad ke‐14s.d. Abad ke‐ 19)Pada awal abad ke‐14 di Sulawesi Selatan terdapat beberapakerajaan kecil di mana terdapat 3 kerajaan besar yaitu KerajaanGowa, Kerajaan Bone‐Bugis, dan Kerajaan Luwu. Sedangkankerajaan‐kerajaan kecil melakukan afiliasi dengan kerajaan‐kerajaantersebut. Kerajaan Gowa sendiri merupakan sebuah kerajaan besaryang kala itu mulai berkembang sejak tahun 1530 dan melakukanekspansi (dengan menaklukkan Kerajaan Bone pada PerangMakassar pada tahun 1608‐1611 yang kala itu dipimpin oleh RajaBone: Arung Palaka) dan menjadi pusat perdagangan di wilayahtimur Indonesia pada pertengahan abad ke‐16.Kerajaan Luwu adalah sebuah kerajaan besar dan merupakankerajaan tertua di Sulawesi Selatan. Secara historis, nama kerajaanini sering dikaitkan dengan identitas La Galigo yang hingga kinimasih melekat pada masyarakat Sulawesi Selatan.Pada abad ke‐15 bangsa Belanda melalui kongsi dagangnya:VOC(
Vereenigde
 
Oost 
-
Indische
 
Compagnie
), mulai datang dan tertarik dengan segala kekayaan daerah Sulawesi Selatan. Hal ini disebabkan
 
selain sumber daya yang melimpah juga disebabkanletak SulawesiSelatan yang strategis dan menjadi pintu gerbang perdaganganrempah dari dan ke kepulauan Maluku yang kala itu dikenal sebagaidaerah penghasil rempah‐rempah. Mereka melihat Kerajaan Gowasebagai sebuah ancaman bagi eksistensi VOC di Sulawesi karenatidak mau bekerja sama dengan VOC. Hal ini yang membuat VOCmengajak Pangeran Arung Palaka yang sedang dalam pengasinganakibat kekalahan Kerajaan Bone oleh Kerajaan Gowa pada masaPerang Makassar.
 
1582 M Persatuan antara Bone, Wajo, Soppeng untuk mempertahankankemerdekaannya dari rongrongan kerajaan Gowa‐Tallo.1605 M Gowa meluaskan pengaruh politiknya dengan meminta agarkerajaan lainnya turut memeluk agama Islam.1607 M Belanda berhasil mendirikan loji (kantor dagang) di Makassar.1616 M Orang‐orang Belanda VOC dibunuh oleh pasukan Gowa saat kapalnya singgah di Sumbawa. Sejak inilah pertempuran antaraGowa dan VOC tidak pernah berhenti sampai dengan perjanjiandamai pada 1637‐ 1638.1660 M Pertempuran terbesar antara Gowa dan Bone. Panglima utama Bone,Tobala, tewas dalam pertempuran ini sedangkan Arung palakkaselamat dan bersembunyi untuk mekudian menyusun kekuatankembali.1666 M Terjadi peperangan antara VOC Belanda berhadapan dengankerajaan Gowa yang tidak lain adalah penguasa perdagangansetempat.1667 M Terjadinya perdamaian melalui jalur perundingan antara ArungPalaka dan pasukannya dengan VOC dengan wakilnya, Speelman,dan Sultan hasanudin di sisi yang lainnya. Peristiwa ini dikenaldengan sebutan Perundingan Bongaya.1811 M Terjadi perubahan penguasa kolonial dari Belanda ke Inggris.Perubahan tersebut tidak banyak membawa perbedaan cara kelolawilayah kolonial.1932 M A.A Cense pernah melakukan peninjauan ke kampung‐kampungpesisir barat Selayar dari Utara ke Selatan, namun sampai saat inibelum diketahui apakah ia pernah melakukan ekskavasi di Selayar(
The
 
Green
 
Gold 
-
Economic
 
History 
 
of 
 
the
 
Indonesian
 
Coconut 
 
Island 
 
Selayar 
karangan Christiaan Heersink menunjukkan bahwa belumpernah ada satu kajian yang komprehensif atas wilayah kepulauanSelayar).
 
2004 M Ditemukan fragmen‐fragmen tulang manusia di Leang Batu Tunpayang berada di sebelah selatan Pulau Selayar. Namun setelah ditelitidengan alat 
 Accelerator 
 
Mass
 
Spectrometry 
(AMS) oleh tim penelitiAustralia‐Indonesia Institute, disimpulkan bahwa fragmen‐fragmentulang manusia yang menunjukkan ciri mongoloid tersebut bukantulang manusia purba melainkan manusia yang menghuni pulau inipada era pelayaran sekitar abad 17 M.
 
 Jika merujuk pada temuan seni cadas (SNI I: 181) yang ada di dinding dan atap gua, serta berbagaiperkakas hidup yang ada di gua‐gua kawasan Maros, bisa disebutkan bahwa aktivitas manusia guazaman prasejarah ada di wilayah Sulawesi Selatan. Masyarakat pada zaman ini bertahan hidup dengancara berburu dan meramu.Berbagai data yang terkumpul menunjukkan bahwa kehidupan di fase zaman prasejarah dapat dipahami dengan membuat penafsiran atas fosil dan lukisan di atap dan dinding gua‐gua alam di sekitarTaman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Menurut historiografi tradisional yang terdapat di Sulsel(Sureq La Galigo), sebagaimana juga masih diyakini oleh para penganut To Lontang, manusia pertamaadalah Batara Guru (putra dari Datu Patoto penguasa Langit) dan pasangannya, We Nyili, putri GuruRisalle
 
dan Sinau Toja sang penguasa lautan
1
.Masa selanjutnya adalah berdirinya kerajaan‐kerajaan Islam. Salah satu kerajaan yang palingterkemuka adalah Gowa‐Tallo. Kerajaan ini berperan dalam konstalasi politik di daerah, nasional,maupun internasional. Noorduyn, dalam
SNI 
 
 Jilid 
 
II 
( 2011: 78), menyatakan bahwa secara resmi keduaraja dari Gowa dan Tallo masuk Islam pada 22 September 1605 M. Sebelum memeluk Islam, raja Gowadan Tallo kerap berperang dengan kerajaan kecil di sekitarnya, seperti Luwu, Soppeng, dan Wajo.Umumnya kerajaan kecil di Sulawesi Selatan menjadi taklukkan Gowa dan Tallo.
Hikayat 
 
Wajo
bahkanmenyatakan bahwa hanya kerajaan Bone yang tetap bertahan merdeka dengan bantuan diam‐diam darikerajaan Wajo.
2
 Hal menarik terjadi saat kedatangan Portugis. Meski pun sudah memeluk agama Islam namunraja‐raja Gowa menunjukkan hubungan yang baik dengan para penyebar agama Kristen‐Katolik. Haltersebut diduga akibat kekhawatiran pihak Gowa pada ancaman VOC. Islamisasi semakin gencardilakukan oleh para da’i yang datang dari Koto Tengah, Minangkabau. Islam di Sulawesi Selatan dapat berkembang pesat dan memperoleh tempat yang sebaik‐baiknya.Perjuangan Sultan Hasanudin (Raja Gowa ke‐16) juga patut dicatat. Beliaulah yang dijuluki olehorang‐orang Belanda sebagai
De
 
Haantjes
 
van
 
Het 
 
Oosten
atau yang lebih familiar dengan “Ayam Jantandari Timur”. VOC semakin gencar melakukan penjajahan secara politik maupun ekonomi. VOC tertarik dengan palabuhan Sombaopu (masuk ke dalam territorial kerajaan Gowa) yang dinilai sangat strategissebagai pelabuhan transit bagi kapal‐kapal pengangkut rempah‐rempah dari Maluku.Seperti telah disebutkan di muka, bahwa kerajaan kecil di sekitar Gowa‐Tallo selalu merasaterancam oleh semangat Gowa‐Tallo yang selalu ingin memperluas wilayahnya. Siasat yang diambil olehkerajaan‐kerajaan kecil adalah bersatu dan membangun aliansi. Bersatunya Bone, Soppeng, dan Wajomembuat Gowa‐Tallo takmudah menjajah. Aliansi di antara kerajaan kecil tersebut dinamakan “TallumPocco” (1582 M). Selain persekutuan tersebut, Gowa dan Bone juga membuat perjanjian lainnya yangintinya menyatakan bahwa jika ada musuh terhadap Gowa‐Tallo adalah juga musuh Bone, punsebaliknya.Persatuan Gowa‐Bone tidaklah lama sampai kemudian meletuslah Perang Makassar yang diakhiridengan Perjanjian Bongaya (18 Nopember 1667 M). Berbeda dengan Hasanudin yang mendapat julukan
De
 
Haantjes
 
van
 
Het 
 
Oosten,
Aru Palakka oleh VOC dijuluki
De
 
Koning
 
der 
 
Boeginesen
3
.
 
Setelah kerajaan
1
 
http://portalbugis.wordpress.com/about
m/manusia
bugis
rantau
budayanya/asal
muasal
manusia
 
|
 
diakses
 
6
 
Pebruari
 
2012
 
2
 
Sejarah
 
Nasional 
 
Indonesia
 
 Jilid 
 
II
 
(Notosusanto
 
et 
 
al 
.
 
2011:79)
 
3
 
Abdullah
 
dalam
 
Sejarah
 
Nasional 
 
Indonesia
 
III
 
(Notosusanto
 
et 
 
al 
.
 
2010:83)
 

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->