Terdapat berbagai jenis rotan.Terdapat hutan kayu putih. Terdapat berbagai jenis nangka (
Artocarpus
sp.) Terdapat berbagai jenis tumbuhan matoa(
Pometia
sp.) khususnya di Papua.Banyak terdapat jenis tumbuhan sagu.
•
Garis Wallace memisahkan fauna tipe Asiatis dan peralihan, garis Weber memisahkan faunatipe peralihan Australis.
AsiatisPeralihan (Australia-Asiatik)Australis
Sumatra, Kalimantan, Jawa,Bali (bagian barat).Sulawesi, Nusa Tenggara(bagian tengah).Papua, Kepulauan Aru (bagiantimur).Mamalia besar, kera, ikan airtawar.Hewan mirip Asiatis atauAustralis.Mamalia kecil, hewanberkantung, burung berwarna.Monyet proboscis, orang utan,badak bercula satu, beruangmatahari, babi hutan, bebekpohon, burung heron, gajah,burung merak.Babirusa, beruang, kuskus,kuskus kerdil, anoa, kuda,komodo.Kanguru pohon, kuskusbertutul, walabi, landak,pemakan semut, cendrawasih,kasuari, pelican, betet,merpati bermahkota,kakaktua.
MANFAAT KEANEKARAGAMAN HAYATI
•
Sumber panganIndonesia memiliki sumber karbohidrat seperti jagung, ubi jalar, singkong, talas, dan sagu.Sumber protein berasal dari perikanan dengan zona ekonomi eksklusif 200 mil dari garispantai yang dapat dipergunakan untuk mencari nafkah, serta ada pula budidaya udang,bandeng, dan lele dumbo. Oncom, tempe, kecap, tape, laru (minuman khas Timor), dangatot merupakan makanan dan minuman khas daerah yang menggunakan aktivitasmikroorganisme seperti kapang, khamir, dan bakteri. Spesies tanaman seperti suji, secang,merang padi, gula aren, kunyit, dan pandan juga banyak digunakan sebagai zat pewarnamakanan.
•
Sumber sandang dan papan
Bahan sandang: kapas, rami, yute, kenaf, abaca, agave, ulat sutera, kulit kayu, buluburung, tulang hewan.
Untuk membuat batik diperlukan lebih dari 20 spesies tumbuhan, buah lerak untuksabun.
Suku Dani di Lembah Baliem, Papua menggunakan
Agrostophyllum majos
untukmembuat yokal (pakaian wanita yang sudah menikah),
Ficus drupacea
untuk membuatwen, serta tumbuhan kem (
Eleocharis dulcis
) untuk membuat pakaian gadis.
Tumbuhan sika (
Legenaria siceraria
) untuk membuat koteka/holim.
Tumbuhan mul (
Calamus
sp.) untuk membuat pakaian perang.
Kayu jati, kayu nangka, pokok kelapa (glugu), meranti, keruing, ramin, kayu kalimantandigunakan sebagai bahan bangunan.
Penduduk Timor dan Alor menggunakan lontar (
Borassus sundaicus
) sebagai atap dandinding rumah.
Beberapa spesies palem seperti
Nypa fruticans, Oncosperma horridum, Oncospermatigillarium
dimanfaatkan oleh penduduk Sumatera, Kalimantan, dan Jawa untuk bahanbangunan rumah.
Masyarakat Dawan di Pulau Timor menggunakan jenis pohon timun (
Timunius
sp.),matani (
Pterocarpus indicus
), sublele (
Eugenia
sp.) sebagai bahan bangunan, jugapelepah lontar, gebang, dan alang-alang (
Imperata cylindrica
) untuk atap.
•
Sumber obat dan kosmetik
Masyarakat Lombok mengenal pule, laos, turi, temulawak, alang-alang, pepaya, sukun,nenas, jahe, jarak, lada, kopi, pisang, lontar, cemara, bangkel, dan duwet sebagai obatkontrasepsi dan diramu menjadi 30 macam obat lain.
Masyarakat Sumbawa mengenal akar salban, akar sawak, akar kesumang, batangmalang, dan kayu sengketan sebagai ramuan minyak urat.
Masyarakat Rejang Lebong, Bengkulu menggunakan
Peronema canescens
dan
Brucea javanica
untuk obat malaria.