Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
27Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Motivasi (Baru Neh)

Motivasi (Baru Neh)

Ratings:

4.65

(23)
|Views: 13,267|Likes:
Published by ichie87

More info:

Published by: ichie87 on Feb 16, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See More
See less

07/15/2013

 
Teori Maslow sebenarnya hendak mengatakan bahwa perilaku manusia ditentukan olehmotif yang mendorong terjadinya tindakan tersebut. Motif ini tergantung pada kebutuhanseseorang yang akan melakukan tindakan. Kekuatan utama teori Maslow sebenarnyaterletak pada tiga hal, yaitu :1.Inventarisasi Maslow tentang jenis kebutuhan manusia;2.Prioritas kebutuhan masing-masing individu secara hirarkis adalah berbeda; dan3.Kebutuhan seseorang secara hirarkis akan berbeda setiap waktu. Secara umum, tindakan motivasi memiliki tujuan sebagai berikut :1.Meningkatkan moral dan kepuasan kerja karyawan.2.Meningkatkan produktifitas kerja karyawan.3.Menciptakan dan mempertahankan kestabilan karyawan.4.Meningkatkan kedisiplinan karyawan.5.Mengefektifkan pengadaan karyawan.6.Menciptakan suasana yang kondusif.7.Menciptakan loyalitas, kreatifitas, dan partisipasi karyawan.8.Meningkatkan kesejahteraan karyawan.9.Mempertinggi rasa tanggung jawab karyawan terhadap tugas-tugasnya.10.Meningkatkan efisiensi penggunaan alat-alat dan bahan baku.11.Meningkatkan antusiasme dan kepuasan karyawan.12.Meningkatkan keterbukaan dan komunikasi sesama karyawan dan atasan.13.Mencari pemecahan secara sinergi terhadap setiap permasalahan dengan cepat dantepat.
Sehingga dapat disimpulkan, motivasi adalah suatu dorongan dari dalam maupun dari luar diriseseorang untuk mengerjakan suatu tugas dengan sebaik-baiknya karena kebutuhan, yangdidasarkan pada kerangka acuan keberhasilan. Atau dengan kata lain, kesediaan, dorongan danupaya seseorang yang mengarahkan perilakunya untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik yang diukur melalui indikator: memperoleh imbalan, terjalinnyakerjasama, penghargaan, aktualisasi diri dan kepuasan dalam lingkungan kerja.
3.1.1. Pengertian Motivasi Kerja
Istilah motivasi (motivation) berasal dari bahasa latin, yakni movere yang berartimenggerakkan (to move). Ada macam-macam rumusan untuk istilah motivasi, seperti:
 
1.Motivasi mewakili proses-proses psikological, yang menyebabkan timbulnya,diarahkannya, dan terjadinya persistensi kegiatan-kegiatan sukarela (volunter)yang diarahkan ke arah tujuan tertentu” (Mitchell, 1982:81).2.Motivasi dapat diartikan sebagai proses dimana perilaku digerakkan dandiarahkan, dengan kata lain bahwa motivasi adalah pemberian atau penimbulanmotif atau sebagai keadaan menjadi motif (Wexley dan Yuki ,1998:9).3.Motivasi merupakan hasil sejumlah proses yang bersifat internal dan eksternal bagi seorang individu, yang menyebabkan timbulnya sikap entusiasme dan persistensi dalam hal melaksanakan kegiatan-kegiatan tertentu (Gray dan Starke,1984:69).Pengertian-pengertian diatas dapat menerangkan mengapa seorang karyawan bersediamelakukan sesuatu pekerjaan pada lembaga atau perusahaan. Untuk alasan memenuhikebutuhan yang timbul dalam dirinya, seseorang akan terdorong atau termotivasi untuk  bekerja..
3.1.2. Teori-teori Motivasi
Sejauh mana, secara psikologis, seorang pimpinan mampu mempengaruhi motivasi kerjaSDM-nya, teori motivasi digunakan untuk mengidentifkasi apa yang memotivasikaryawan bekerja. Teori-teori motivasi, menurut Mangkunegara (2006:62), dapatdikategorikan menjadi 3 kelompok, yaitu:1.Teori motivasi dengan pendekatan isi (
Content Theory
), yaitu teori motivasi yanglebih banyak menekankan pada faktor apa yang membuat seseorang melakukansuatu tindakan tertentu.2.Teori motivasi dengan pendekatan proses (
 Process Theory
), yaitu teori motivasiyang tidak hanya menekanan pada faktor apa yang membuat seseorang bertindak,tetapi juga pendekatan bagaimana orang tersebut termotivasi.3.Teori motivasi dengan pendekatan penguat (
 Reinforcement Theory
), yaitu teorimotivasi yang menekankan pada faktor-faktor apa yang dapat meningkatkan suatutindakan dilakukan atau yang dapat mengurangi suatu tindakan.Semua teori motivasi bertolak dari prinsip utama bahwa: ”manusia (seseorang) hanyamelakukan suatu kegiatan yang menyenangkan untuk dilakukan” (Nawawi,1997:351).Berdasarkan prinsip utama tersebut telah dikembangkan enam teori motivasi dari sudut psikologi, yaitu:1.
Teori Kebutuhan dari Abraham Maslow
. Maslow dalam teorinyamengemukakan tingkatan (hirarki) kebutuhan yang berbeda kekuatannya dalammemotivasi seseorang melakukan kegiatan atau pekerjaan. Dalam teori inikebutuhan diartikan sebagai kekuatan (tenaga atau energi) yang menghasilkandorongan bagi individu untuk melakukan suatu kegiatan, agar dapat memenuhiatau memuaskan kebutuhan tersebut. Urutan kebutuhan dimaksud ,dari yangterkuat sampai yang yang terlemah, terdiri dari: (1) kebutuhan fisik; (2) kebutuhan
 
rasa aman; (3) kebutuhan sosial; (4) kebutuhan status/kekuasaan; dan (5)kebutuhan aktualisasi diri. (Nawawi, 1997:353).2.
Teori Dua Faktor dari Herzberg
. Teori ini mengemukakan bahwa ada duafaktor yang dapat memberikan kepuasan dalam bekerja, yaitu: faktor sesuatu yangdapat memotivasi (motivator), antara lain faktor prestasi (achievement), faktor  pengakuan/penghargaan, faktor tanggung-jawab, faktor memperoleh kemajuandan perkembangan dalam bekerja (promosi), dan faktor pekerjaan itu sendiri.3.
Teori Prestasi dari McClelland
. David C. McClelland mengemukakankebutuhan berprestasi sebagai motivasi dalam pelaksanaan pekerjaan. Kebutuhanini memerlukan dan mengharuskan seseorang pekerja melakukan kegiatan belajar untuk menguasai ketrampilan/keahlian yang memungkinkan seorang pekerjamencapai suatu prestasi. Dalam hubungannya dengan teori Maslow, teori initerkait dengan kebutuhan pada urutan tertinggi, yaitu kebutuhan aktualisasi diridan kebutuhan akan status dan kekuasaan. Jika dihubungkan dengan teori duafaktor, maka prestasi adalah motivatornya.4.
Teori Penguatan (Reinforcement)
. Penguatan pada dasarnya berarti pengulangan kegiatan karena mendapat ganjaran. Dengan menggunakan prinsipyang disebut ”Hukum Ganjaran” (law of effect), yang mengatakan bahwa suatutingkah laku yang mendapat gajaran menyenangkan akan mengalami penguatandan cenderung diulangi, teori ini sering disebut ”teori insentif”. Implementasiteori ini di lingkungan organisasi mengharuskan para manajer mampu mengatur cara pemberian insentif; sebagai perangsang pelaksanaan pekerjaan; dapatmemotivasi para pekerja agar melaksanakan tugas dan tanggung- jawabnya secaraefektif dan efisien.5.
Teori Harapan (Expectancy)
. Teori ini berpegang pada prinsip yangmengatakan: ”Terdapat hubungan yang erat antara pengertian seseorang mengenaisuatu tingkah-laku dengan hasil yang ingin diperolehnya sebagai harapan”.Dengan perkataan lain, usaha atau kegiatan bekerja yang dilakukan para pekerja, pada dasarnya didorong oleh harapan tertentu. Karena usaha atau pekerjaan yangdilakukan pekerja sebagai individu dipengaruhi oleh jenis dan kualitasketrampilan/kemampuannya, maka jika hasilnya sesuai dengan harapan akandirasakan sebagai ganjaran yang memberikan rasa kepuasan.6.
Teori Tujuan
. Dalam kenyataannya harapan para pekerja bersifat subyektif karena berbeda-beda untuk setiap individu, meskipun bekerja pada unit kerja atau perusahaan yang sama. Setiap pekerja yang memahami dan menerima tujuanorganisasi atau unit kerjanya, dan merasa sesuai dengan dirinya akan merasa ikut bertanggung-jawab dalam mewujudkannya. Dalam keadaan seperti itu tujuanorganisasi atau unit kerja akan berfungsi sebagai motivasi dalam bekerja, lalumendorong para pekerja memilih alternatif cara bekerja yang terbaik atau yang paling efektif dan efisien.Motivasi adalah istilah umum mencakup keseluruhan dorongan keinginan, kebutuhamdan daya yang sejenis. Dengan menyatakan bahwa para manajer memotivasi bawahannya berarti mereka melakukan hal-hal yang diharapkan dapat memuaskan dorongan dankeinginan tersebut sehingga menimbulkan dorongan bagi bawahan untuk bertindak sesuaidengan yang diinginkan.

Activity (27)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
yenying liked this
Azis Elfaqih liked this
RiNy Romdyanis liked this
akperyapenas21 liked this
Calosa Nema liked this
Imel Dasilva liked this
Sapi Lagjumat liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->