• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
 
 L
ima Kelompok Golongan SyuhadaSenin,02 Februari 2009َمّلَسَو ِهْيَلَع ُّا ىّلَص ِّا َُسَر ق: ،ُهَ ََفَغَ ،ُهَ ُّا ََكَشَ ،ُَّخَأَ ،ِِّطا ىَلَع ٍْَ َنْُ َدَجَو ،ٍِَطِب ِشْَ ٌُجَر ََْيَب  ِيِَس ِ ُديِّشاَو ،ِْدَْا ُِحَصَو ُِَغْاَو ُُطْَْاَو ُُْطَْا ،ٌةَْَخ ُءاَدَشا ،ََق ّمُث  اُِَتْَ ْَ ّِإ اوُدِَ ْمَ ّمُث ،ِّوَْا ّاَو ،ِءاَدا ِ َ ُّا ُمَلْَ ْَ ،ََقَو ِ،ّا ِةََتَْا ِ َ َُَلْَ ْََو ،ِهْيَِإ اُََتْسَ ِيِْّتا ِ َ َُَلْَ ْََو ،ِهْيَلَع اُََتْسَ را يص( اًْَح ْََو َُْَََ ِْاَو(
Sabda Rasulullah saw :Ketika seorang berjalan di sebuah jalan, dan menemukan batang berduri di jalan itu,lalu ia menyingkirkannya, maka Allah berterimakasih padanya dan mengampuni dosadosanya. Lalu beliau saw bersabda : Syuhada adalah lima kelompok, orang yg wafatterkena wabah Thaa’un, orang yg wafat terkena sakit perut, orang yg wafattenggelam, orang yg wafat tertimpa rerobohan, dan orang yg berperang di Jalan Allah.Dan beliau saw bersabda : Kalau saja orang itu tahu kemuliaan yg ada di shaf  pertama, lalu mereka tak mendapatkannya kecuali harus dg diundi, maka mereka akanmelakukannya, kalau saja mereka itu tahu kemuliaannya mendatangi shalat dhuhur saat terik matahari, niscaya mereka akan berlomba melakukannya, kalau saja merekaitu tahu anugerah yg ada pada shalat Isya dan subuh berjamaah, niscaya mereka akandatang melakukannya walau dg merangkak” (Shahih Bukhari)Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuhLimpahan Puji Kehadirat Allah Sang Maha Indah yangmenciptakan seluruh keindahan alam semesta, yang menciptakanangkasa raya dengan keindahan untuk memperkenalkankeindahan-Nya kepada hamba – hambaNya dari keturunan Adamas.Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,Sang Maha Indah yang semakin seseorang hamba mendekatkepada-Nya dengan hal- hal yang diridhai oleh Allah maka iaakan semakin indah. Semakin dekat seseorang pada Cahaya semakin teranglah ia,semakin dekat seseorang pada hal – hal yang gelap semakin gelap keadaannya. Dandemikian pula hadirin- hadirat semakin kita mendekat kepada Yang Maha Indah maka pasti akan semakin indah. Dan kehadiran kita di malam hari ini salah satu pendekatankepada Yang Maha Indah. Semoga Allah terus mengangkat kita dan membalikkankeadaan kita menjadi semakin indah. Semakin kita mengikuti tuntunan yang dibawaoleh Sang Nabi saw pembawa keindahan dunia dan akhirat maka akan semakin indah pula keadaanmu dunia dan akhirat. Oleh sebab itu hadirin – hadirat, terus benahi dirikita dengan keindahan – keindahan, dengan perhiasan – perhiasan. Perhiasan –  perhiasan yang abadi. Perhiasan terindah adalah tuntunan Nabi kita Muhammad Saw.Jadikan Cahaya Allah Swt Yang Maha Indah muncul di lidahmu dan di ucapanmu,
 
 jadikan Cahaya Keagungan Nama Allah terbit dalam jiwamu sehingga mempengaruhi panca inderamu, jadikan Cahaya Keagungan dan Kerinduan kepada Yang Maha Indahmembuat Yang Maha Indah memperindah hari – harimu dengan hal – hal yang indah.Hadirin – hadirat, hadits yang telah kita baca tadi menunjukkan betapa indahnya YangMaha Indah. Pembahasan terdapat 3 pembahasan, 3 hadits berpadu dalam 1 riwayatdidalam riwayat Shahih Bukhari.
Yang pertama
adalah Rasul saw bersabda
“ketika seseorang melihat ada batangduri yang menghalang di jalan seraya menyingkirkannya”. “Fasyakarallahulahu faghafara lahu” Allah berterimakasih kepada hamba
(maka Allah berterimakasih padanya dan mengampuni dosa dosanya). Allah tidak butuh jasa, tapihamba ini telah berjasa kepada orang – orang yang akan lewat di jalan. Mungkinmuslim, mungkin non muslim, mungkin hewan dan lainnya. Tapi Allah lihat jiwayang baik, Allah lihat perbuatan yang indah dan mulia yang dicintai oleh Allah. Oranglewat dengan kesibukannya, masing – masing ingin segera sampai ke tujuannya. Adayang menghalangi berupa duri, ia sempat korbankan beberapa detik kesibukannya dania singkirkan dahulu duri itu supaya orang lain jangan terganggu. Padahal kan apaurusannya? ia lihat duri itu saat lewat, ia semua orang punya mata juga. Biar saja sayalewat, saya punya hajat, saya punya kesibukan, Namun Rasul saw berkata demikian,maka betapa Indahnya Allah jika kita merenungkannya,. Hadits tsb ringan saja. Apasih artinya menyingkirkan satu duri dari jalan?
“Fasyakarallahu lahu wa ghafaralahu” Allah berterimakasih kepadanya dan mengampuni dosanya.
Renungkandalam jiwamu yang terdalam kalimat
“Syakarallahu lahu” Allah bersyukur danberterimakasih padanya…..
 Siapa kita? siapa orang ini? penuh dosa lewat dijalan menyingkirkan duri. Allah berterimakasih padanya. Karena kebaikannya Allah. Kalau kebaikan orang seperti ini,1000X yang lebih baik dari ini masih banyak. Tapi kita lihat kalimat Sang Nabi saw
“Fasyakarallahu” Allah berterimakasih kepadanya.
Karena tidak ada yangmengucapkan terimakasih untuk orang itu. Namanya juga jalan umum kecuali kalau jalannya sendiri ia tutup tidak apa – apa atau terhalangi duri. Tapi jalan umum, siapasaja bisa celaka lewat jalan itu tapi ketika disingkirkannya duri yang bisa melukainya(orang yang lewat) yang tidak ia kenal, mungkin hewan juga maka Allah berterimakasih padanya. Makna dari hadits ini secara ringkas adalah betapa agungnyaKasih Sayang Allah dan betapa Allah ingin membalas perbuatan baik dengan berjuta –  juta hal yang lebih baik dari perbuatan itu. Demikian hadirin apa artinyamenyingkirkan duri dibandingkan
“Faghafara lahu” Allah ampuni dosa – dosanya.
Sudah kalau begitu, kita cukup cari duri dan singkirkan maka dihapus dosa kita olehAllah. Belum tentu juga! Akan tetapi disini, niat seseorang berbuat baik tanpamengharapkan terimakasih dari orang lain kepada orang yang ia kenal dan orang yangtidak ia kenal. Ini yang dilihat oleh Allah Swt. Berbeda kalau rumahnya, oooh..ininanti yang lewat anak saya, tamu saya yang lewat sini, disingkirkan itu duri tapi jalanumum siapapun bisa lewat, mungkin musuhnya juga lewat situ barangkali atau musuh – musuh orang jahat atau hewan binatang buas bisa saja lewat. Lihat!! perbuatan baiknya yang mau menyelamatkan hamba Allah yang ia kenal dan yang tidak ia kenal.Sifat seperti ini tentunya muncul terang – benderang pada Sayyidina Muhammad Saw,manusia yang paling ingin menyelamatkan manusia dari Kemurkaan Allah adalah Nabiyyuna Muhammad Saw, manusia yang paling ingin menyelamatkanmu dari apineraka. Bukan Ayahmu, bukan Ibumu, bukan gurumu, bukan temanmu tapi SayyidinaMuhammad Saw.
 
Laqad jaa’akum rasuulun min anfusikum ‘azizun ‘alaihi ma ‘anittum, hariishun‘alaikum bil mu’miniina raufurrahim” Telah datang seorang Rasul yang datangdari bangsa kalian, sangat berat memikirkan apa apa dari musibah yangmenimpa kalian, sangat menjaga kalian dan berlemah lembut kepada orangyang beriman” QS. At-Taubah : 128.
Hadirin – hadirat, jawablah cinta Allah kepadakita dengan perbuatan baik. Ini makna hadits yang pertama, sekilas saja karena waktukita sempit.Lalu selanjutnya Rasul saw bersabda lagi bahwa
“syuhada orang yang matisyahid( itu ada lima”
. Namun ada derajatnya.
Yang pertama
adalah
orang yang sakit perut.
Orang yang meninggalnya karenasakit perut,
yang kedua
adalah
orang yang meninggalnya karena tenggelam, yangketiga
adalah
orang yang meninggalnya terkena reruntuhan bangunan
maka ia pun wafatnya syahid,
yang keempat
adalah
orang yang wafatnya karena sakitterkena wabah thaa’un
dan
yang kelima
adalah
orang yang berjihad fisabilillah.
Kita jelaskan sedikit – sedikit karena waktu kita sempit.
Al mabthun orang yang punya sakit perut(.
Imam Ibn Hajar Al Asqalani didalamFathul Bari bisyarah Shahih Bukhari menjelaskan juga didalam Syarah Nawawi alaShahih Muslim bahwa makna
“al mabthun”
disini adalah termasuk wanita yanghamil. Wanita hamil wafat dikarenakan kehamilannya maka wafatnya syahid. Apaartinya syahid? Syahidul Akhirat bukan syahidul dunia. Karena syahid itu ada syahidaddunya (syahid di dunia) ada syahid akhirah (syahid di akhirat) dan ada syahidfiddunya wal akhirah. Nanti kita perjelas.
Yang Pertama Syahid Addunya
adalah orang yang berperang di jalan Allah tapiniatnya bukan karena Allah, karena emosi barangkali atau lainnya. Maka ia tidak dimandikan, tidak dikafankan dan juga tidak disholatkan karena ia dianggap sebagaiorang yang mati syahid di jalan Allah tapi di akhirat tidak bersama syuhada. Karenaniatnya bukan karena Allah Swt. Ini disebut Syahid addunya, didunia ia dianggapsyuhada tapi adi akhirat tidak.
Yang kedua Syahidul Akhirah
adalah orang – orang yang wafat di jalan Allah,terbunuh oleh alam. Diantaranya reruntuhan
Shohibul hadm(,
reruntuhan itutermasuk longsor, termauk air bah,
ghariq
(tenggelam). Dan Imam Nawawi didalamSyarah Nawawi ala Shahih Muslim menjelaskan bahwa bukan hanya 5 tetapi 7 bahkan ada riwayat tsigah lebih dari itu.Yang mati terbakar, yang mati tenggelam, yang mati karena penyakit yang ada di perut. yg dimaksud perut dalam syariah itu mana? dari mulai bawah leher sampaidiatas farji. Seperti lambung, usus, jantung, paru – paru, itu sudah termasuk perut.Dan itu yang wafat karena sakit tersebut wafatnya syahid. maksudnya syahid ia tidak dihisab oleh Allah Swt. Ringkasnya yaitu mereka yang wafat seakan – akan dibunuholeh keadaan, bukan disengaja atau wafat dalam keadaan sehat wal afiah lantaskemudian wafat diatas ranjang tapi wafatnya melewati sakit yang teriwayatkan disiniyaitu sakit yang ada di perut atau karena terbakar atau karena tenggelam atau karenaterkena reruntuhan longsor.
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...