Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Etika Pemasaran

Etika Pemasaran

Ratings: (0)|Views: 114 |Likes:
Periklanan
Periklanan

More info:

Published by: Cinthia Valentina Iswahyudi on Feb 09, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/29/2013

pdf

text

original

 
 1
ETIKA PEMASARAN DALAM KONTEKS PROMOSI
1.1 Latar BelakangSebagaimana kita mengetahui bahwa orientasi ilmu pemasaran adalah pasar.Sebab pasar merupakan mitra sasaran dan sumber penghasilan yang dapatmenghidupi dan mendukung pertubuhan perusahaan. Oleh karena itu segalaupaya dalam bidang pemasaran selalu berorientasi pada kepuasan pasar. Dan jikapasar dilayani oleh perusahaan, kemudian pasar merasa puas, maka hal inimembuat pasar tetap loyal terhadap produk perusahaan dalam jangka waktu yangpanjang. Untuk itu kita dituntut bukan saja mempercanggih teknik pemasaran kitatetapi juga memperhatikan tanggung jawab terhadap konsumen dan masyarakat.1.2 TujuanAgar mahasiswa mengerti tentang Etika Pemasaran dalam suatu perusahaan.1.3. Pemahanan KosepKotler dan Amtsrong mendefinisikan pemasaran (marketing) sebagai prosesdimana perusahaan menciptakan nilai bagi pelanggan dan membangun hubunganyang kuat dengan pelanggan, dengan tujuan menangkap nilai dari pelanggansebagai imbalannya.Ada tiga kata kunci yang kuat dari konsep Kotler dan Amstrong mengenaipemasaran:1.
 
Pemasar harus memahami dan memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen2.
 
Menciptakan hubungan yang kuat dengan pelanggannya; dan3.
 
Akhirnya mendapatkan imbalan dari pelanggan sebagai gantinya.Dalam kenyataannya tidak pernah ada hubungan yang langgeng daripelanggan terhadap pemasar kalau pembeli tidak untungsehingga kemungkinanbesar merugikan pemasar juga. Dulu kita memahami kata bijak ini: satukonsumen yang tidak puas akan bercerita pada sembilan orang lainnya. Namun dizaman informasi saat ini, ternyata satu konsumen bisa cerita kemana-manamelalui blogs, facebook ataupun media lainnya sehingga diperlukan adanya suatupembentukan kesan yang baik dari konsumen terhadap produsen.Masyarakat dan konsumen saat sekarang, terlebih lagi pada masa depan, akanpeduli terhadap kualitas dan mulai memperhatikan sisi moralitas dan tanggung jawabsosial perusahaan. Dalam situasi dimana persaingan menjadi lebih ketat dan reputasi
 
 2perusahaan menjadi modal penting, maka setiap kebijakan dan keputusan haruslahdidasarkan pada kode etik yang berlaku dan ditetapkan oleh perusahaan maupunasosiasi profesional. Salah satu kasus yang kita angkat ini mengenai pelanggaranetika pemasaran dalam konteks promosi. Dalam hal ini, promosi berbentuk iklan.Etika pemasaran dalam konteks promosi :a.
 
Sarana memperkenalkan barang;b.
 
Informasi kegunaan dan kualifikasi barang.c.
 
Sarana daya tarik barang terhadap konsumen;d.
 
Informasi fakta yang ditopang kejujuran.2.1 Pengertian IklanMenurut Etika Pariwara Indonesia (EPI) iklan adalah pesan komunikasipemasaran atau komunikasi publik tentang sesuatu produk yang disampaikan melaluisesuatu media, dibiayai oleh pemrakarsa yang dikenal serta ditujukan kepadasebagian atau seluruh masyarakat. Unsur persuasif dalam iklan harus dikemassedemikian rupa sehingga langsung dapat dimengerti oleh pemirsanya dalam waktuyang sesingkat-singkatnya. Iklan umumnya singkat dan padat karena mahalnya biayapemasangannya di media massa.Dalam kitab Etika Pariwara Indonesia, disebutkan 3 asas utama periklananyaitu:Iklan dan pelaku periklanan harus:1. Jujur, benar, dan bertanggungjawab.2. Bersaing secara sehat.3. Melindungi dan menghargai khalayak, tidak merendahkan agama, budaya,negara, dan golongan, serta tidak bertentangan dengan hukum yang berlaku.Iklan yang beretika adalah iklan yang menyatakan kebenaran dan kejujuran,tetapi iklan tidaklah akan efektif bila ia tidak mempunyai unsur persuasif. Akibatnya,tidak akan ada iklan yang akan menceritakan the
whole truth
dalam pesan iklannya.Iklan dapat berfungsi menginformasikan kepada konsumen atas keberadaan suatuproduk/jasa dan apa saja keunggulan produk tersebut (tidak akan disebutkan apakelemahannya, kecuali untuk beberapa jenis produk tertentu yang diatur secarakhusus oleh pemerintah
 – 
seperti rokok dan obat-
obatan). Bila iklan “harusmendidik”, maka hal itu harus dipahami dengan batasan/koridor di atas.
 Siaran iklan adalah siaran informasi yang bersifat komersial dan layananmasyarakat tentang tersedianya jasa, barang, dan gagasan yang dapat dimanfaatkan
 
 3oleh khalayak dengan atau tanpa imbalan kepada lembaga penyiaran yangbersangkutan. (Pasal 1 ayat (15) Peraturan KPI tentang Pedoman Perilaku Penyiaran).Hal-hal yang diatur mengenai pariwara di Indonesia berdasarkan EPI (EtikaPariwara Indonesia) antara lain:
 
BahasaIklan harus disajikan dalam bahasa yang bisa dipahami olehkhalayak sasarannya, dan tidak menggunakan persandian(enkripsi) yang dapat menimbulkan penafsiran selain dari yangdimaksudkan oleh perancang pesan iklan tersebut
 
Tanda Asteris (*)Tanda asteris pada iklan di media cetak tidak boleh digunakanuntuk menyembunyikan, menyesatkan, membingungkan ataumembohongi khalayak tentang kualitas, kinerja, atau hargasebenarnya dari produk yang diiklankan, ataupun tentangketidaktersediaan sesuatu produk.Tanda asteris pada iklan di media cetak hanya boleh digunakanuntuk memberi penjelasan lebih rinci
 
Pemakaian Kata "Gratis"
Kata “gratis” atau kata lain yang bermakna sama tidak boleh
dicantumkan dalam iklan bila ternyata konsumen harus membayarbiaya lain. Biaya pengiriman yang dikenakan kepada konsumen jugaharus dicantumkan dengan jelas.
 
Pencantum HargaJika harga sesuatu produk dicantumkan dalam iklan, maka ia harusditampakkan dengan jelas, sehingga konsumen mengetahui apa yangakan diperolehnya dengan harga tersebut
 
MerendahkanIklan tidak boleh merendahkan produk pesaing secara langsungmaupun tidak langsung.
 
PeniruanIklan tidak boleh dengan sengaja meniru iklan produk pesaingsedemikian rupa sehingga dapat merendahkan produk pesaing,ataupun menyesatkan atau membingungkan khalayak. Peniruantersebut meliputi baik ide dasar, konsep atau alur cerita, setting,komposisi musik maupun eksekusi. Dalam pengertian eksekusi

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->