Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
3Activity
P. 1
Apresiasi Seni Tari Klasik Jawa Tengah.docx

Apresiasi Seni Tari Klasik Jawa Tengah.docx

Ratings: (0)|Views: 1,005 |Likes:
Published by Tiwi Harjanti

Berikut adalah deskripsi dari beberapa seni tari klasik dari Jawa Tengah. Diantaranya adalah Tari Gambyong, Tari Serimpi, Tari Bedhaya, Tari Bondhan, dan Tari Kuda Lumping.

Berikut adalah deskripsi dari beberapa seni tari klasik dari Jawa Tengah. Diantaranya adalah Tari Gambyong, Tari Serimpi, Tari Bedhaya, Tari Bondhan, dan Tari Kuda Lumping.

More info:

Categories:Topics, Art & Design
Published by: Tiwi Harjanti on Feb 09, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/13/2014

pdf

text

original

 
 TARI GAMBYONG
Asal : Jawa TengahTema : Secara umum tari Gambyong ini merupakan simbol sirnanyahirarkhi budaya. Dengan ini kita tahu bahwa yang namanyaestetika ternyata tidak bisa dikotak-kotak, dikapling-kaplingapalagi dibag-bagi dalam tingkatan struktur kekuasaanGerak tari : Tari Gambyong memiliki daya tarik yang sangat kuat karenaestetika gerak-geraknya yang bersifat erotis. Sebagian besarberpusat pada penggunaan gerak kaki, tubuh, lengan, dankepala. Gerak kepala dan tangan yang halus dan terkendalimerupakan spesifikasi dalam tari Gambyong. Arah pandanganmata yang bergerak mengikuti arah gerak tangan denganmemandang jari-jari tangan menjadikan faktor dominan gerak-gerak tangan dalam ekspresi tari Gambyong. Hal ini dapatdiamati pada gerak ukel asta (memutar pergelangan tangan)sebagai format gerak yang sering dilakukan.Gerak kaki pada saat sikap berdiri dan berjalan mempunyaikorelasi yang harmonis. Sebagai contoh, pada gerak srisig(berdiri dengan jinjit dan langkah kecil-kecil), nacah miring (kakikiri bergerak ke samping, bergantian atau disusul kaki kanan diletakkan di depan kaki kiri), kengser (gerak kaki ke sampingdengan cara bergeser/posisi telapak kaki tetap merapat kelantai). Gerak kaki yang spesifik pada tari Gambyong adalahgerak embat atau entrag, yaitu posisi lutut yang membukakarena mendhak (merendah) bergerak ke bawah dan ke atasIrama Tari : Lemah lembut namun tangkas dengan aksen kendang.Instrumen Tari : Pada zaman Surakarta, instrumen pengiring tarian jalanan dilengkapi dengan bonang dan gong. Gamelan yangdipakai biasanya meliputi gender, penerus gender, kendang,kenong, kempul, dan gong. Semua instrumen itu dibawa kemana-mana dengan cara dipikul.
 
Kostum Tari : Busana dan rias pada tari Gambyong mempunyai peran yangmendukung ekspesi tari dan faktor penting untuk suksesnyapenyajian. Bentuk rias corrective make up yang menghasilkanwajah cantik dan tampak alami, menarik untuk dilihat.Sementara itu, busana tari Gambyong yang disebut angkinanatau kembenan menjadikan lekuk-lekuk tubuh penari tampakterbentuk. Dengan demikian, bagian-bagian tubuh yangdigerakkan kelihatan jelas sehingga gerak seperti ogek lambungyang bervolume kecil dapat tampak lebih jelas. Bentuk busanaini memungkinkan juga memberikan keleluasaan gerak sesuaidengan manifestasi dan kelincahan Tari Gambyong.Dengan penggunaan kain yang diwiru, maka pada saat berjalanatau bergerak, lipatan kain (wiron) itu akan membuka danmenutup serta kelihatan hidup sehingga dapat memperkuatimpresif kenesnya. Maka, busana yang dianggap sesuai denganekspresi tari Gambyong adalah busana angkinan dengan gelunggedhe.Bagian bahu dibuat terbuka, bahkan kadang-kadang payudaradinaikkan sehingga tampak montok dengan sebutan glathikmungup (lekukan payudara, tampak seperti burung gelathikmuncul). Perkembangan busana tari Gambyong yang beragamsaat ini lebih terkesan dekoratif dan kurang memerhatikankemungguhan (kesesuaian) tari. Meskipun demikian,perkembangan busana itu tetap membuat penyajian tariGambyong semakin beragam dan menarik.Sejarah Tari : Awal mula istilah Gambyong tampaknya berawal dari namaseorang penari taledhek. Penari yang bernama Gambyong inihidup pada zaman Sunan Paku Buwana IV di Surakarta. Penaritaledhek yang bernama Gambyong juga disebutkan dalam bukuCariyos Lelampahanipun karya Suwargi R.Ng. Ronggowarsito
 
(tahun 1803-1873) yang mengungkapkan adanya penari ledhekyang bernama Gambyong yang memiliki kemahiran dalammenari dan kemerduan dalam suara sehingga menjadi pujaankaum muda pada zaman itu.
 TARI SERIMPI 
Asal : Surakarta atau YogyakartaTema : Melambangkan terjadinya manusia juga melambangkan empatpenjuru mata angin. Ada pula yang bertema perang.Gerak Tari : Lemah gemulaiInstrumen Tari : diiringi oleh gamelan jawaKostum Tari : Pakaian tari Serimpi mengalami perkembangan. Jika semulaseperti pakaian temanten putri Kraton gaya Yogyakarta, dengandodotan dan gelung bokornya sebagai motif hiasan kepala,
maka kemudian beralih ke “kain seredan”, berbaju tanpa lengan,
dengan hiasan kepala khusus yang berjumbai bulu burungkasuari, gelung berhiaskan bunga ceplok dan jebehan.Karakteristik pada penari Serimpi dikenakannya keris yangdiselipkan di depan silang ke kiri. Penggunaan keris pada tariSerimpi adalah karena dipergunakan pada adegan perang, yangmerupakan motif karakteristik Tari Serimpi.
Disamping keris digunakan pula “jembeng” ialah sebangsa
perisak. Bahkan pada zaman Sri Sultan Hamengku Buwana VIIdijumpai pula tari Serimpi dengan alat perang pistol yangditembakkan kearah bawah, pada akhir abad ke-19.Sejarah Tari : Konon, kemunculan tari Serimpi berawal dari masa kejayaanKerajaan Mataram saat Sultan Agung memerintah antara 1613-1646. Tarian ini dianggap sakral karena hanya dipentaskandalam lingkungan keraton untuk ritual kenegaraan sampaiperingatan naik takhta sultan.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->