Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
3Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Perkembangan Peserta Didik Unit 4

Perkembangan Peserta Didik Unit 4

Ratings: (0)|Views: 191|Likes:
Published by framiar
Pada Unit ini kita dapat menggali dan mempelajarai tentang Teknik nontes memahami peserta didik
Pada Unit ini kita dapat menggali dan mempelajarai tentang Teknik nontes memahami peserta didik

More info:

Published by: framiar on Feb 09, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

11/23/2013

pdf

text

original

 
Unit
 
4
 
TEKNIK NONTES UNTUK MEMAHAMIPESERTA DIDIK
Irene Maya Simon
Pendahuluan
nit 4 ini akan membahas teknik-teknik yang dapat Anda gunakan untuk memperoleh keterangan sebanyak-banyaknya dan selengkap-lengkapnyatentang peserta didik dan lingkungannya. Pengumpulan data ini pentingdilakukan untuk dapat membantu para peserta didik agar dapat berkembang secaraoptimal. Setiap peserta didik, aktif dan berkembang menurut polanya sendiri-sendirikarena setiap mereka mempunyai perbedaan-perbedaan yang sangat pribadi yangdisebut sebagai
individual defferences
. Adanya perbedaan-perbedaan tersebutmerupakan tantangan untuk dimengerti. Siapa saja yang perlu mengerti hal ini?Tentu saja peserta didik itu sendiri, orang tua, guru, konselor, kepala sekolah dansebagainya.
U
Untuk dapat menerima peserta didik sebagai individu, diperlukan pengertiantentang peserta didik tersebut dan dunianya, di mana peserta didik merupakan pribadiyang berinteraksi. Mengerti, menghormati, dan menerima para peserta didik adalah juga merupakan tugas seorang guru.Pada dasarnya teknik pengenalan dan pemahaman individu dapat digolongkanmenjadi dua, yaitu: teknik tes dan teknik nontes. Pada bagian ini, kita hanya akanmembahas tentang teknik nontes sebagai teknik mengenal dan memahami individu.Teknik nontes merupakan teknik pengumpulan data yang tidak baku dan hasilrekayasa dari guru dan sekolah. Adapun kegunaan teknik nontes ialah untuk mengumpulkan data yang tidak dapat dikumpulkan dengan teknik tes, sepertikebiasaan belajar siswa baik di sekolah maupun di rumah, keterangan orangtua danlingkungannya mengenai diri siswa, dan lainnya.Teknik nontes yang akan kita bahasbersama dalam unit 4 ini adalah: observasi, angket, wawancara, dan sosiometri.
Perkembangan Belajar Peserta Didik
4 -1
Subunit 1
 
 
 
Observasi
emahaman terhadap peserta didik dapat dilakukan dengan berbagai teknik pengumpulan data. Salah satunya adalah teknik observasi/pengamatan.Observasi merupakan teknik yang sederhana dan tidak menuntut keahlian yang luarbiasa untuk dapat melakukannya. Teknik ini dapat dilakukan secara terencana ataupun insidental. Observasi yang terencana, dipersiapkan secara sistematis baik mengenai waktu, tujuan, ala,t maupun aspek-aspek yang akan diobservasi. Observasiinsidental dilakukan sewaktu-waktu bilamana terjadi sesuatu yang menarik. Prosesobservasi atau pengamatan ini memerlukan kecermatan sehingga diperoleh datatingkah laku yang objektif.
P
Pengertian Observasi
Observasi atau pengamatan, merupakan teknik untuk merekam data atauketerangan atau informasi tentang diri seseorang yang dilakukan secara langsungatau tidak langsung terhadap kegiatan-kegiatan yang sedang berlangsung, sehinggadiperoleh data tingkah laku seseorang yang menampak (
behavior observable
), apayang dikatakan, dan apa yang diperbuatnya. Gulo (2005) mengatakan bahwapengamatan (observasi) adalah metode pengumpulan data di mana peneliti ataukolaboratornya mencatat informasi sebagaimana yang mereka saksikan selamapengamatan.
Jenis Teknik Observasi
Pada intinya pengamatan terhadap peristiwa-peristiwa dilakukan denganmelihat, mendengarkan, merasakan, dan kemudian mencatat. Menurut cara dantujuannya, observasi dapat dibedakan menjadi tiga macam.1.
 
Observasi partisipatif, yaitu observasi yang dilakukan oleh
observer 
(pengamat)dengan turut mengambil bagian dalam kegiatan yang dilakukan oleh objek yangdiobservasi
(observee).
2.
 
Observasi sistematis, yaitu observasi yang direncanakan terlebih dahulu aspek-aspek yang akan diobservasi sesuai dengan tujuan, waktu, dan alat yang dipakai.3.
 
Observasi eksperimental, yaitu observasi yang dilakukan untuk mengetahuiperubahan-perubahan atau gejala-gejala sebagai akibat dari situasi yang sengajadiadakan.
4 -
 
Unit 4
2
 
 
Perkembangan Belajar Peserta Didik
4 -3
Berdasarkan hubungan
observer 
(pengamat) dengan kelompok yangdiamatinya
(observee),
observasi dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut.a.
 
Partisipan penuhPengamat menyamakan diri dengan orang yang diobservasi. Dengan demikian,observer dapat merasakan dan menghayati apa yang dialami oleh
observee
.Tidak jarang seorang
observer 
tinggal bersama dengan kelompok masyarakatyang diamatinya dalam waktu yang cukup lama sehingga ia dianggap sebagaibagian dari masyarakat yang bersangkutan.b.
 
Observer 
sebagai pengamatMasing-masing pihak, baik observer maupun
observee
, menyadari peranannya.
Observer 
sebagai pengamat membatasi diri dalam berpartisipasi sebagaipengamat, dan
observee
menyadari bahwa dirinya adalah obyek pengamatan.Oleh karena itu,
observer 
membatasi aktivitasnya dalam kelompok 
observee.
 c.
 
Observer 
sebagai partisipan
Observer 
hanya berpartisipasi sepanjang yang dibutuhkan dalam “penelitian”nya.d.
 
Pengamat sempurna (
complete observer 
)
Observer 
hanya mejadi pengamat tanpa partisipasi dengan yang diamati. Iamempunyai jarak dengan
observee.
 Persoalan-persoalan yang perlu diperhatikan pada pengamatan, terutamakarena metode ini sangat mengAndalkan “penglihatan” (mata) dan “pendengaran”(telinga). Dari kedua alat indera itu, mata punya peranan yang lebih dominan. Olehkarena itu, perlu disadari keterbatasan dari alat penglihatan ini.a.
 
Harus dipercaya bahwa alat penglihatannya baik dan dapat menangkap faktadengan benar.b.
 
Penglihatan orang mempunyai kelemahan dan keterbatasan, misalnya tidak mampu melihat jarak yang jauh, atau terjadi bias penglihatan;c.
 
Berusaha mengatasi kelemahan-kelemahan tersebut
Pedoman Observasi
Agar data yang dikumpulkan melalui observasi ini dapat dicatat dengansebaik-baiknya, maka diperlukan pedoman observasi. Bentuk-bentuk pedomanobservasi antara lain: (1) daftar cek (
checklist 
); (2) skala penilaian (
rating scale
); (3)catatan anekdot (
anecdotal records
); (4) alat-alat mekanik (
mechanical devices
).Pedoman observasi ini dibuat sedemikian jelas dan detil sehinggamempermudah bagi siapa pun yang memakai. Untuk keperluan memahami individu,pedoman ini akan dipakai oleh wali kelas, guru-guru, konselor, dan personil sekolahyang lain.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->