Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
6Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Modul2 Kemampuan Penalaran Dan Komunikasi

Modul2 Kemampuan Penalaran Dan Komunikasi

Ratings: (0)|Views: 766 |Likes:
Published by zukrinurmustapa

More info:

Published by: zukrinurmustapa on Feb 10, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/01/2013

pdf

text

original

 
EVALUASI PEMBELAJARAN MATEMATIKAevaluasimatematika.net Program Pascasarjana Universitas Negeri Padang
KEMAMPUAN MATEMATIS: KEMAMPUAN PENALARAN DAN KOMUNIKASIA.
 
Penalaran
Penalaran adalah kemampuan utama lain yang ingin dikembangkan melaluipembelajaran matematika. Struktur matematika yang terdiri dari definisi-definisai, aksioma-aksioma, serta teorema-teorema, serta sifat deduktif yang ketat dari matematika,membutuhkan kemampuan penalaran yang baik untuk memahaminya. Mengingat pentingnyaperan penalaran dalam pembelajaran matematika, NCTM (lihatwww.nctm.org) menganjurkanagar penalaran siswa dikembangkan secara terus menerus, mulai sejak mereka di usia dini. Halini terlihat dari pernyataan NCTM bahwa
“reasoning mathematically is a habit of mind, and likeall habit, it must be developed through consistent use in many contexts and from the earliest grades. Through the use of reasoning, students learn that mathematics makes sense.
 Kemampuan penalaran dalam matematika adalah suatu kemampuan menggunakanaturan-aturan, sifat-sifat atau logika matematika untuk mendapatkan suatu kesimpulan yangbenar.penalaran tidak terlepas dari realitas, sebab yang difikirkan adalah realitas, yaitu hukumrealitas yang sejalan dengan aturan berfikir dan dengan dasar realitas yang jelas sertamenggunakan hukum-hukum berfikir.Menurut Shurter dan Pierce (dalam Sumarmo, 1987)memberikan pengertian penalaran adalah sebagai proses pencapaian kesimpulan logisberdasarkan fakta dan sumber yang relevan. Secara garis besar terdapat 2 jenis penalaranyaitu penalaran deduktif yang disebut pula deduksi dan penalaran induktif yang disebut pulainduksi.Daya nalar siswa dalam mata pelajaran matematika perlu ditumbuhkembangkan.Telahdijelaskan pada dokumen Peraturan Dirjen Dikdasmen No. 506/C/PP/2004 (Depdiknas, 2004),penalaran dan komunikasi merupakan kompetensi yang ditunjukkan siswa dalam melakukanpenalaran dan mengkomunikasikan gagasan matematika. Menurut dokumen diatas indikatoryang menunjukkan adanya penalaran (TIM PPPG Matematika, 2005) antara lain adalah:a.
 
Menyajikan pernyataan matematika secara lisan, tertulis, gambar, dandiagram.b.
 
Mengajukan dugaan (conjegtures).c.
 
Melakukan manipulasi matematika.
 
EVALUASI PEMBELAJARAN MATEMATIKAevaluasimatematika.net Program Pascasarjana Universitas Negeri Padang
d.
 
Menarik kesimpulan, menyusun bukti, memberikan alasan atau bukti terhadap beberapasolusi.e.
 
Menarik kesimpulan dari pernyataan.f.
 
Memeriksa kesahihan suatu argumen.g.
 
Menemukan pola atau sifat dari gejala matematis untuk membuat generalisasi.
B.
 
Penalaran Induktif dan Deduktif 
Secara garis besar penalaran dapat digolongkan dalam dua jenis yaitu penalaran induktidan penalaran deduktif.
1.
 
Penalaran Induktif 
Penalaran induktif diartikan sebagai penarikan kesimpulan yang bersifat umum ataukhusus berdasarkan data yang teramati. Nilai kebenaran dalam penalaran induktif dapatbersifat benar atau salah. Beberapa kegiatan yang tergolong pada penalaran induktif diantaranya adalah:a)
 
Transduktif: menarik kesimpulan dari satu kasus atau sifat khusus yang satu diterapkanpada yang kasus khusus lainnya.b)
 
Analogi: penarikan kesimpulan berdasarkan keseruapaan data atau prosesc)
 
Generalisasi: penarikan kesimpulan umum berdasarkan sejumlah data yang teramatid)
 
Memperkirakan jawaban, solusi atau kecenderungan: interpolasi dan ekstrapolasie)
 
Memberi penjelasan terhadap model, fakta, sifat, hubungan, atau pola yang adaf)
 
Menggunakan pola hubungan untuk menganalisis situasi, dan menyusunkonjekturPada umumnya penalaran transduktif tergolong pada kemampuan berfikir matematiktingkat rendah sedang yang lainnya tergolong berfikir matematik tingkat tinggi.
2.
 
Penalaran Deduktif 
Penalaran deduktif adalah penarikan kesimpulan berdasarkan aturan yang disepakati. Nilaikebenaran dalam penalaran deduktif bersifat mutlak benar atau salah dan tidak keduanyabersama-sama.Penalaran deduktif dapat tergolong tingkat rendah atau tingkat tinggi. Beberapakegiatan yang tergolong pada penalaran deduktif di antaranya adalah:
 
EVALUASI PEMBELAJARAN MATEMATIKAevaluasimatematika.net Program Pascasarjana Universitas Negeri Padang
a)
 
Melaksanakan perhitungan berdasarkan aturan atau rumus tertentub)
 
Menarik kesimpulan logis berdasarkan aturan inferensi, memeriksa validitas argumen,membuktikan, dan menyusun argumen yang validc)
 
Menyusun pembukltian langsung, pembukltian tak langsung dan pembuktiandenganinduksi matematika.Kemampuan pada butir a) pada umumnya tergolong berfikir matematik tingkat rendah,dan kemampuan lainnya tergolong berfikir matematik tingkat tinggi.
Contoh Soal Penalaran Matematis
1.
 
Dari data 100 orang warga yang akan membuat KTP di suatu Kecamatan, dicatat jeniskelamin dan pendidikannya. Hasil yang diperoleh: dari 58 laki-laki, 10 orangberpendidikan SD (Sekolah Dasar), 20 orang berpendidikan SM (Sekolah Menengah),dan sisanya berpendidikan PT (perguruan tinggi). Sedangkan 20 orang wanitaberpendidikan SM, 10 orang berpendidikan PT, dan sisanya berpendidikan SD.a.
 
Nyatakan situasi tersebut dalam suatu tabel yang sesuai.b.
 
Dari 100 orang warga, diambil secara acak seorang warga. Hitunglah peluang wargatersebut adalah wanita, bila diketahui pendidikannya PT.2.
 
Buktikan bahwa 0 adalah bilangan ganjil!
Jawab
: Jika 0 adalah ganjil, maka 0 dan 1 adalah dua bilangan ganjil yang berurutan.Tapi bilangan genap dan ganjil harus selang seling. Jadi, 0 haruslah genap3. Diketahui garis
l
sejajar dengan garis
g
. Pada garis
g
terdapat titik A.a). Jika ada garis lain, misalnya garis
m
yang melalui titik A, bagaimanakah kedudukan garis
m
terhadap garis
l
?b). Apakah garis
m
memotong garis
g
? Mengapa?

Activity (6)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
irta_martina liked this
mukhlish_novandi liked this
mukhlish_novandi liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->