Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
3Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
modul1_pemecahan_masalah

modul1_pemecahan_masalah

Ratings: (0)|Views: 81 |Likes:
Published by zukrinurmustapa

More info:

Published by: zukrinurmustapa on Feb 10, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/21/2013

pdf

text

original

 
EVALUASI PEMBELAJARAN MATEMATIKAevaluasimatematika.net Program Pascasarjana Universitas Negeri Padang
PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA
Seorang guru matematika mempunyai banyak peluang yang bermanfaatdalam mengajar. Jika ia memanfaatkan sebagai besar peluang tersebut untuk men-drillsiswa dengan soal-soal rutin, maka ia akan membunuh ketertarikan siswa, hampers perkembangan intelektual mereka, dan menyalahgunakan peluang yang ia miliki. Akantetapi, jika ia membangkitkan keingintahuan siswa dengan memberikan masalah yangrelevan dengan pengetahuan mereka, kemudian membantu mereka menyelesaikanmasalah dengan pertanyaan-pertanyaan yang menstimulasi, maka ia akan menanamkansensitivitas dan potensi untuk berpikir secara independen (Polya, 1945).
A.
 
Apa itu Pemecahan Masalah?
Pemecahan masalah merupakan salah satu aspek terpenting dalam pembelajaranmatematika. Aspek ini terus menerus menjadi topik pembicaraan di kalangan peneliti maupunpendidik matematika. Berbagai kalangan merekomendasikan agar pemecahan masalah menjadifokus utama dalam pembelajaran matematika (Schoenfeld, 1992, 200; NCTM, 2000; Lenchner,2005). Hal ini beralasan karena pada hakekatnya belajar matematika adalah pemecahanmasalah (Halmos dalam Schoenfeld, 1983).Untuk memahami apa itu pemecahan masalah, perlu dikemukakan terlebih dahulupengertian masalah dalam matematika. Menurut Lenchner (2005), suatu soal matematikadapat dikategorikan sebagai suatu latihan (
exercise
) atau masalah (
 problem
). Sebuah soalmatematika disebut
latihan
jika prosedur untuk menyelesaikan soal tersebut sudah diketahui,atau soal tersebut dapat diselesaikan hanya dengan menerapkan satu atau beberapa prosedurperhitungan. Hal yang sama juga dikemukakan oleh Schoenfeld (1983) bahwa suatu soalmatematika yang tidak memiliki suatu “tantangan” dan dapat diselesaikan hanya denganprosedur yang sudah biasa atau rutin (meskipun prosedurnya sukar atau kompleks), itu hanyamerupakan sebuah latihan.
 
EVALUASI PEMBELAJARAN MATEMATIKAevaluasimatematika.net Program Pascasarjana Universitas Negeri Padang
Sebuah soal matematika yang dikategorikan sebagai
masalah
memiliki kompleksitas yanglebih tinggi, sehingga strategi untuk menyelesaikannya tidak memungkinkan siswa untuk secaralangsung menerapkan prosedur perhitungan yang sudah dikuasai. Artinya, soal tersebutmembutuhkan suatu kreativitas dan orisinalitas dari yang menyelesaikannya. Suatu masalahbiasanya juga memuat situasi yang mendorong siswa untuk menyelesaikannya, akan tetapisiswa tidak tahu secara langsung apa yang harus dikerjakan untuk menyelesaikannya. Terkaitdengan subyek yang memecahkannya, suatu masalah hendaklah memenuhi kriteria berikut:-
 
Siswa mengkonfrontasi keinginan dan kebutuhannya untuk menyelesaikan masalah-
 
Siswa tidak mempunyai prosedur baku atau pengetahuan siap pakai untukmenemukan solusi masalah-
 
Siswa perlu melakukan usaha tertentu untuk menemukan solusi masalah.Istilah
latihan
yang dikemukanan oleh Lenchner dan Schoendfeld dapat juga disebutsebagai
soal rutin
(
routine problem
), yang
 
biasanya mencakup aplikasi suatu prosedurmatematika yang sama atau mirip dengan hal yang baru dipelajari. Selanjutnya, istilah
masalah
berasosiasi dengan
soal tidak rutin
(
non-routine problem
) yang mana untuk menyelesaikannyadiperlukan suatu analisis dan proses berpikir yang lebih mendalam.Untuk melihat perbedaan dari pengertian latihan dan masalah yang diberikan Lenchner,perhatikan contoh berikut.
Robi memiliki uang dalam bentuk 3 koin ribuan, 5 koin lima ratusan, dan 8 koin ratusan.a.
 
Berapa jumlah koin yang dimiliki Robi? b.
 
Berapa jumlah uang yang dimiliki Robi? c.
 
 Jumlah uang dengan koin manakah yang terbanyak? d.
 
Robi ingin memberikan satu atau lebih koin kepada adiknya Rara, berapa jumlah uangyang mungkin diterima Rara? e.
 
Berapa banyak kombinasi koin yang dapat dibentuk dari satu atau lebih koin yangdimiliki Robi?  f.
 
Berapa banyak kombinasi dari koin-koin yang dapat dibentuk sehingga jumlah uangnyasama? 
 
EVALUASI PEMBELAJARAN MATEMATIKAevaluasimatematika.net Program Pascasarjana Universitas Negeri Padang
Dari contoh dapat dicermati bahwa kualitas dari tiga soal pertama berbeda dengan tigasoal berikutnya. Untuk menyelesaikan tiga soal pertama dapat dilakukan dengan suatuprosedur perhitungan yang sederhana, sedangan untuk tiga soal lainnya dibutuhkan strategipenyelesaian yang tidak rutin untuk sampai ke jawaban yang dibutuhkan. Lenchnermengkategorikan tiga soal pertama sebagai latihan dan tiga soal berikutnya sebagai masalah.Istilah lain yang berasosiasi dengan masalah seperti yang dikemukakan sebelumnyaadalah masalah
open-ended 
(
open-ended problem
). Masalah
open-ended 
adalah masalahterbuka, yang dapat diselesaikan dengan beberapa strategi berbeda, sehingga memungkinkan juga untuk mendapatkan solusi yang berbeda. Masalah
open-ended 
diperkenalkan olehShimada di Jepang pada tahun 70-an melalui suatu penelitian yang dikenal dengan
The Open-Ended Approach
 
(lihat Shimada, 1997). Dari penelitian ini ditemukan bahwa prosespenyelesaian masalah
open-ended 
dapat memberikan pengalaman kepada siswa untukmenemukakan sesuatu yang baru. Berikut ini diberikan model dari pendekatan
open-ended 
 yang digunakan oleh Shimada.Sejak penelitian yang dilakukan Shimada, masalah-masalah
open-ended 
berkembangdan digunakan secara pesat mulai dari tingkan sekolah dasar sampai ke sekolah menengah atas.Hal ini tidak hanya ditemui di Jepang tetapi juga di Amerika Serikat dan beberapa negara lain.Bahkan, masalah-masalah
open-ended 
juga banyak dipakai sebagai alat asesmen karena dalammemberi respon terhadap masalah tersebut siswa tidak hanya dituntut untuk menunjukkanhasil kerja mereka, tetapi juga dikehendaki untuk menjelaskan bagaimana mereka menemukan

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->