Konsep ‘
Kesatuan’
yang filosofis dan sistematis tentang alam dan manusiatersebut, secara ilmiah memang dapat dibedakan, namun secara hakikimerupakan satu kesatuan yang sempurna. Konep ‘
Yin-Yang’
ajaran
Dao
ini sumbernya adalah kitab klasik Tiongkok yang paling kuno. Yakni, KitabPerubahan
(‘Yi-Jing’ / ‘I-Ching’,
atau orang Barat menyebutnya
Book of Changes / Classic of Changes)
yang telah ada ribuan tahun yang lalu.Konon, secara legendaris, konsep dan simbol ini berasal dari seorangKaisar Agung bernama Fu Xi (2953-2838 SM). Fu Xi inilah yangmengajarkan tentang hakikat perubahan, baik tentang perubahanFenomena Alam Semesta maupun tentang perubahan corak KehidupanManusia.
‘Yin’
dilambangkan sebagai gelap, dingin, negatif, pasif, sedih, feminin, dansebagainya. Sebaliknya, ‘
Yang’
diasosiasikan dengan terang, panas,positif, aktif, gembira, maskulin, dan sebagainya. ‘
Yin-Yang’
ini digambar dalam bentuk lingkaran yang dibagi menjadi dua bagian (seperti bentukdua ekor ikan), masing-masing dengan warna hitam dan putih (sepertimata ikan masing-masing), dimana dalam warna hitam ada titik / lingkarankecil berwarna putih, dan sebaliknya, dalam warna putih ada titik /lingkaran kecil berwarna hitam. Adanya dua titik / lingkaran kecil inimenunjukkan adanya faktor ketidaksempurnaan, baik pada alam maupunpada manusia.Sehubungan dengan filosofi Tiongkok Kuno tentang kondep
‘
Kesatuan’
dari sesuatu yang maha besar yang disebut
‘
Taiji’
, yang pada hakikatnyamempresentasikan konsep
‘
Dao/Tao’
(道)
dan konsep
‘
Wu Ji’
(勿吉
,
void
,kekosongan, kehampaan
)
yang bersifat mutlak dan tak terbatas.Sedangkan konsep ‘
Yin
-
Yang’
hanyalah aspek dari konsep
Taiji
. Konsep
Yin-Yang
ini dalam praktek juga dikaitkan dengan konsep
‘
Wu Xing’
(五行)
tentang asal-usul segala sesuatu.Dan, pada gilirannya konsep ‘
Wu Xing’
ini pun juga berkaitan dengan duakonsep lainnya, yakni :- konsep
‘
Wu Wei’
(
wúwéi,
無為 / 无为
) -- yang berfokus pada faktor “pembiaran” (segala sesuatu yang berkaitan dengan gejala alam /perilaku manusia untuk berproses menurut jalannya sendiri) atau
“doless achieve more”.
Dalam hal ini,
sesungguhnya, dasarnya yang lebihmendalam, adalah filosofi Lao Zi tentang konsep
‘
Dao/Tao’.
DalamDaoisme (berdasarkan ilmu Kosmologi) segala sesuatu di alam raya itusudah ada yang mengatur dengan baik dan sempurna, yang olehnyadisebut
Dao/Tao
. Misalnya, bagaiman mekanisme kerja dala hubunganantara matahari dan bulan, siang dan malam, atau hubungan antaramatahari dan timbuh2an, dan sebagainya. Jadi, pada hakikatnya,manusia tak perlu lagi mencampurinya; dan- konsep
‘
Wu Chang’
(
wuchang,
無常 / 无常
) -- yang berfokus padafaktor kebajikan ajaran
Confucius
yang dikembangkan oleh pengikutnya
10
Leave a Comment