serta Empek (Tjan Bian Swie) yang memberi inspirasi dan motivasi berupadorongan semangat untuk dapat melanjutkan studi di tingkat universiter;3. kepada para Penemu dan para Guru Besar yang telah meninggalkan warisanyang sangat berharga berupa
Qigong
dan Ilmu
Qigong.
Yakni, ilmu yangtelah menjadi tradisi Tiongkok kuno selama lebih dari 5000 tahun yanglampau dalam pengolahan
Qi
demi kesehatan. Dan, yang sejak tahun 1980,berkat daya kreativitas yang inovatif Prof. Pang (He) Ming, kini telah menjadiIlmu Pengetahuan
Zhineng Qigong (The Cultivation of Intelligence-Energy)
.Suatu ilmu pengetahuan yang praktis dan mudah dilaksanakan tanpaterbatas latarbelakang tertentu, dan kini bahkan telah menjadi tren dunia.Antara lain dimanfaatkan sebagai teknik penyembuhan alternatif dari dalamdan oleh serta untuk dirinya sendiri
(alternative self-healing)
, juga
dapat untukorang lain
,
ketika teknik pengobatan medis Barat sudah tidak mampu lagimenyembuhkan penyakit yang diobatinya;4. kepada para ilmuwan, khususnya para peneliti di bidang Fisika Kuantum,dengan temuannya yang sangat luar biasa. Yakni, telah berhasil menemukansuatu kebenaran baru yang sangat meyakinkan. Keyakinan bahwa hakikatsegala sesuatu yang ada di alam semesta, apapun wujud atau bentuknya,adalah suatu tenaga
(energy)
yang berwujud getaran
(vibration)
yangmemancarkan gelombang
(frequency)
tertentu yang terukur
,
dan yang tundukpada hukum gaya tarik
(law of attraction).
Frekuensi getaran ini
mampuberinteraksi dan
saling memindahkan energi antar sel organ tubuh manusia.Suatu kemampuan yang pada gilirannya dapat membentuk suatukeseimbangan yang harmonis. Keseimbangan yang merupakan dasar terbentuknya sistem metabolisme tubuh dan sistem kekebalan tubuh yangberfungsi dengan baik, sebagai kunci adanya kesehatan manusia dalamberbagai dimensinya. Dan semuanya ini ternyata berkorelasi positif denganhasil latihan
Zhineng Qigong (ZNQG);
5. kepada Ando Lu
laoshi
(Lu Gui An juga dikenal sebagai: Ir. L.N. Andoyo, MT),yang atas niat baiknya telah memperkenalkan dan sekaligus tanpa pamrihtelah bertindak sebagai guru-pelatih
ZNQG
bagi penulis buku ini sertasebagai peraga untuk Bab 9 buku ini;6. kepada Zhang
laoshi
(Zhang Sang Jian atau Tio Siong Kian juga dikenalsebagai Hadi Santoso) sebagai Ketua Umum
ZNQG
Indonesia. Dengandedikasi dan ketulusannya telah memberikan bimbingan yang sangatberharga, baik di bidang teknis pelatihan maupun di bidang kedisiplinanpelatihan
ZNQG;
7. kepada Prof. DR. Soenardi Djiwandono, seorang eksponen dosen diUniversitas Malang di Malang, yang sejak awal telah membantu tanpa pamrihdengan banyak memberikan bimbingan dalam penulisan buku ini;
183
Leave a Comment