• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
 
 
Kirim Teman
|
Print Artikel
 
Free E-Mail|Chat|Ad Info|About Us|Contact Us Kesehatan Gayahidup Tokoh Problem Sex Perilaku Kisah Nyata Non Medis Info SehatTabloid SeniorRubrik
InternasionalNasionalMetropolitanPeristiwaEkonomiDikbudMudaKeluargaHiburanKesehatanMakan & PlesiranOlah RagaOtomotif Saham & Pasar UangSains & TeknologiSelularWanita
Komunitas
Pilih
Kolom
Pilih
Surat Kabar
Pilih
Majalah
Pilih
Radio
Pilih
CARI
Updated:
Kamis, 29 April 2004, 12:46 WIB
KESEHATAN
"Guillain Barre", Membuat Sutini LUMPUHSeketika!
Tiada angin ataupunhujan, mendadakSutini Mochtarmenderitakelumpuhan.Beberapa harisebelumnya iamerasakankesemutan diujung-ujung jari kakidan tangan. Ia jugadidera nyeri yangluar biasa di sekujurtubuh. Jauh lebihnyeri daripada saatmelahirkan.
Masyarakat di sekitar tempat tinggal Sutini Mochtar di Makassar,Sulawesi Selatan, mengenal perempuan ini sebagai pribadi yang sangat aktif. Ia amat mencintai kegiatannya di dunia desain ruangan kantor. "Orang-orang bilang saya ini aktif, sekaligus cerewet," tutur Tini sapaan akrab ibu lima anak ini. Dimata Windy, salah seorang putrinya, Tini adalah sosok yang kuat. "Bagaimana tidak,setiap pagi Mama mencuci empat mobil yang ada di rumah. Mama memang senansekali mencuci mobil," katanya sambil tergelak.
Demi mendukung aktivitasnya yang padat, setiap pagi Tini tak lupa mengonsumsisejumlah vitamin. " Paling tidak saya minum vitamin E dan C dosis tinggi, " paparperemuan 52 tahun ini. Berkat kedua vitamin ini, ia jarang sakit atau merasa kurang
fit.
Suatu pagi, tepatnya tanggal 20 Februari tahun silam, ia merasa ujung-ujung kakinyakram. Meski sempat khawatir, rasa kram ini tidak terlalu dihiraukannya. Kram itulama-lama berubah menjadi kesemutan.Meski kesemutan di ujung kaki da tangan, ia tetap menjalankan bisnisnya sepertibiasa. Dalam tiga hari berikutnya ia masih menyetir mobil sendiri ke kantor.
Harus digotongKetika rasa kesemutan itu tak juga hilang, kekhawatirannya pun makintebal. Tak bisa lagi ia mengabaikannya. Buru-buru ia memeriksakan dirike dokter.
Dokter mencurigai adanya
diabetes mellitus 
(kencing manis). Dikhawatirkan diabetesitu sudah menyerang saraf sehingga menimbulkan rasa kesemutan dan kram.Namun, diagnosis diabetes itu langsung dicoret karena hasil pemeriksaan kadar guladarahnya normal-normal saja. Dokter pun makin mencurigai adanya sesuatu yangsalah pada saraf anggota geraknya. Tini lalu diberi obat untuk memperbaiki kelainansaraf."Diberi obat itu saya bukannya sembuh. Kramnya malah semakin menjadi," kisah istriseorang pengusaha di Makassar ini. Kondisinya memang jadi memburuk. Ia tidakmampu berjalan lagi, dan ke mana-mana harus dipapah. 
"Guillain Barre", Membuat Sutini LUMPUH Seketika! - 29/04/2004, 12...http://www2.kompas.com/kesehatan/news/0404/29/125135.ht1 of 416/02/2009 21:20
 
Seolah penderitaannya belum cukup. Kali ini tekanan darahnya meninggi hingga190/95 mmHg."Wah, pokoknya pusing luar biasa. Pandangan mata jadi tidak beres. Semua yangada disekitar saya terlihat goyang," kisahnya. Kram dan kesemutan semula hanya ditangan dan kaki, juga merambat naik ke badan.Lima hari sudah ia dirawat di rumah sakit, tapi tak ada kemajuan sedikit pun.Obat-obat yang diresepkan untuknya, sudah ditelan semua. Ia juga mendapat injeksi,tapi tampaknya semua itu tidak dapat menolongnya.
Penyakit misterius macam apa yang sedang menyerang tubuhnya? 
Memikirkan hal itu membuat Tini merasa takut sekaligus bingung. "Daripada di rumahsakit tapi tidak sembuh juga, saya memaksa agar diperbolehkan dokter untuk pulang,"ungkapnya dalam logat Makassar yang kental.Akhirnya, ia pun kembali ke rumah dalam keadaan yang sangat payah. Si perempuanaktif ini terpaksa harus digotong beramai-ramai."Tetangga dan relasi sampai ada yang menangis melihat kondisi saya. Mereka jarangmendengar saya jatuh sakit.
Eh,
sekalinya sakit, sampai tidak bisa jalan," katanya.Sulit sekali ia melukiskan rasa sakit yang mesti ditanggungnya. Ia menggambarkan,ketika itu duburnya serasa seperti ditekan dari atas dan bawah sekaligus. Kesakitanitu belum termasuk nyeri karena kram dan kesemutan yang menjalari ujung-ujung jaritangan serta kakinya."Saya sudah melahirkan lima orang anak. Saya tahu sekali rasanya sakit melahirkan.Dan sakit persalinan itu tak ada apa-apanya dibanding sakit yang menimpa sayaketika lumpuh," ujarnya serius.Sayang, ketika ia sakit kelima anaknya tak bisa mendampingi karena tinggal di tempatyang jauh, bahkan ada yang di luar negeri.
Harapan sembuhBingung karena tak sembuh juga, akhirnya segala macam upayaditempuh. Kerabatnya memberi saran untuk menjalani pengobatanalternatif.
Penyembuh alternatif pun didatangkan khusus ke rumahnya. "Dari ujung kaki sampaikepala saya dipijat. Katanya sih, kalau pasiennya pingsan, itu bagus, pertanda akansembuh," ceritanya.Karena tak kunjung pingsan, Tini malah terpaksa harus menahan rasa sakit yang luarbiasa selama sekujur tubuhnya dipijat. Ia juga sempat merasa kesulitan bernapas.Gara-gara hal itu, ia tidak bisa menelan makanan dan minuman."Rasanya sakit sekali, tapi apa boleh buat. Saya harus tetap makan dan minum meskisedikit. Terpaksa saya minum perlahan-lahan," katanya.Tekanan luar biasa pada duburnya itu membuat saat buang air besar jadi acara yangamat menyakitkan. Terpaksa dokter harus mengorek lubang duburnya untukmengeluarkan kotoran.Dari seorang teman yang juga menderita penyakit jantung, Tini diberi tahu carapertolongan pertama kalau mendapat siksaan bernapas. "Memang kurang tepat. Tapilumayan
sih 
, jadi berkurang sedikit sesak napasnya," ucapnya.Secercah harapan mulai berkembang di benaknya ketika seorang kenalan yangpernah lumpuh memberi tahu tentang terapi medis di Jakarta. "Dia dulu pernahlumpuh. Sekarang bisa berjalan kembali," katanya.Tanpa banyak bertanya lagi, Tini langsung merencanakan perjalanan ke Jakarta.Namun, ia tak bisa segera berangkat karena tiket pesawat baru bisa didapatseminggu kemudian. Terpaksalah ia harus menahan rasa sakit lebih lama lagi.Ketika tiba waktunya untuk pergi ke Jakarta, para sahabat dan handai taulan tidakingin ketinggalan melepas keberangkatannya. Mereka rela berdesak-desakan dalamenam mobil demi mengantarnya ke bandar udara.Empat orang kerabatnya siap sedia mengawal sampai Jakarta. Juga termasukmenggotongnya untuk masuk dan keluar pesawat."Wah, heboh
deh 
. Mungkin lebih heboh daripada melepas kepergian orang berhaji,"ujarnya sambil tersenyum mengingat kejadian itu.
Dicuci Allah
"Guillain Barre", Membuat Sutini LUMPUH Seketika! - 29/04/2004, 12...http://www2.kompas.com/kesehatan/news/0404/29/125135.ht2 of 416/02/2009 21:20
 
Entah sugesti atau bukan, Tini langsung merasa lebih enak setelahdirawat di RS Jakarta. Diagnosis yang dijelaskan dokter memangterdengar asing. Tini dinyatakan terkena penyakit
Guillain Barre 
.Penyakit ini bisa disembuhkan secara total.
"Dokter berjanji dalam tempo tiga minggu saya akan bisa berjalan lagi. Saya langsungmerasa punya harapan untuk hidup kembali," kisahnya penuh nada haru.Di rumah sakit ia sempat hendak diberi masker oksigen. Namun, selang-selangoksigen itu membuatnya takut, sehingga ia menolaknya. Dengan yakin ia memberialasan kalau dirinya masih bisa bernapas secara normal. Akhirnya, ia pun terbebasdari selang-selang itu.Gangguan pernapasan memang cukup merepotkannya. Berkat pengobatan yangtepat dalam tempo sepuluh hari ia bisa lepas dari gangguan sesak napas, tapi iamasih tergolek lumpuh tak berdaya. Hanya saja, kali ini ia merasa lebih sabar danoptimis. Tak lupa ia terus berdoa, mohon kesembuhan pada Yang Kuasa.Tak terasa, tiga pekan sudah berlalu. Berkat pengobatan dan latihan fisioterapi, iamulai mampu melangkahkan kaki, walau tertatih-tatih. Sebelumnya, ia tekun melatihanggota tubuhnya. Ia harus belajar bangun, menggerak-gerakkan tangan dan kaki, juga memegang sendok serta menyuapkan makanan ke mulut."Pada minggu kedua saya mulai belajar jalan," ceritanya.Bila mengenang saat-saat mengalami kelumpuhan itu, Tini selalu tercenung. Iabersyukur, betapa banyak kerabat dan teman yang ternyata betul-betulmenyayanginya."Saya sudah dicuci darah oleh Allah. Bayangkan ketika itu saya adalah manusiatanpa daya," ujarnya perlahan.Ia dulu berniat akan menyantuni anak-anak yatim piatu, bila berhasil sembuh. Danitulah yang kini dibuktikannya, karena telah mengalami kesembuhan."Nazar berupa beberapa ekor kambing sepertinya tidak cukup untuk menyatakan rasasyukur saya," ucapnya penuh kebahagiaan
. Syukurlah 
.
Apa itu Guillain Barre Syndrome?Guillain Barre Syndrome (GBS) adalah penyakit akibat sistemkekebalan tubuh menyerang sistem sarung saraf. Pada umumnyapenyakit ini didahului oleh infeksi influenza, saluran pernapasan, ataudiare.
Kemudian di dalam tubuh terjadi reaksi autoimun, yakni sistem kekebalan tubuhsendiri menyerang bagian dari ujung sarung-sarung saraf. Tindakan bedah atauvaksinasi juga kadang bisa memicu sindroma ini."Gejala awal yang dirasakan pasien adalah kesemutan di ujung-ujung kaki dantangan. Perusakan di ujung sarung saraf itu kemudian merembet naik ke tangan dankaki. Proses perusakan ini bisa berlangsung selama 3 sampai 6 minggu. Pasienumumnya akan merasa kesemutan sampai akhirnya lumpuh dan tidak kuasamenggerakkan anggota tubuh lagi," kata Dr. Andreas Harry, Sp.S, dokter spesialissaraf dari Prevento Andreaux International Clinic, di Jakarta.Penyakit ini tidak bisa dipandang enteng karena dalam beberapa kasus bisamenimbulkan kematian. Itu karena GBS dapat mengancam organ pernapasan.Perusakan saraf pada tahap itu sudah mengenai akar saraf di leher, sehingga pasienkesulitan bernapas. Bila sudah sampai pada tahap ini, pasien harus mendapat bantuan pernapasan. Jugaharus terus dipantau, agar tidak terjadi masalah lain, seperti detak jantung, infeksi,tekanan darah tinggi maupun rendah. Nyeri yang muncul pada kasus ini disebut nyeri neuropatik. Dalam kasus Ny. Sutini, iamenggambarkan nyerinya lebih sakit daripada nyeri saat melahirkan.Meski kasusnya tergolong jarang, sindroma ini tidak mengenal diskriminasi. Satu dariseratus ribu orang dari semua jenis kelamin dan ras bisa terkena GBS. Demikian jugaorang yang punya sistem kekebalan tubuh bagus. Namun, penyakit ini tidak bersifatmenurun dan tidak menular.Dengan penanganan yang akurat, GBS bisa sembuh sempurn dalam waktu enambulan. Meski demikian, sekitar 15 persen pasien GBS tetap mempunyai gejala sisakelumpuhan dan nyeri. Dasar penyakit ini adalah reaksi antigen terhadap antibodiyang terjadi dalam plasma darah. Karena itu, terapi yang terbaik adalah cuci plasmaatau pemberian imunoglobulin. @ Diyah Triarsari
"Guillain Barre", Membuat Sutini LUMPUH Seketika! - 29/04/2004, 12...http://www2.kompas.com/kesehatan/news/0404/29/125135.htof 416/02/2009 21:20
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...