• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • 4
    CommentGo Back
 
GERAKAN WANITAINDONESIA
A.LATAR BELAKANG
Keragaman ideologi yang berkembang pada masa NasionalismeIndonesia, menyebabkan terbentuknya berbagai Organisasi Pergerakan NasionalIndonesia. Salah satunya yaitu Gerakan Wanita Indonesia.1.Pelopor Perempuan pada Masa KolonialBertambah banyaknya jumlah pelajar dari kaum pribumi pada lembaga pendidikan atau sekolah Barat, khususnya dari kalangan priyayi, menandakan peradaban Barat yang lengkap dengan sistem politik, sosial, ekonomi dankebudayaannya mulai dikenal. Tingkat kemajuan pendidikan Barat sangat besar artinya dalam kehidupan kaum terpelajar bangsa Indonesia. Hal inimenyebabkan munculnya aspirasi-aspirasi untuk mengadakan modernisasimenurut model Barat pada umumnya dan Belanda pada khususnya.Kalangan terpelajar bangsa Indonesia semakin terbuka melihat adanya perbedaan yang amat mendasar antara bangsa Eropa dan Indonesia sepertidalam tingkat dan gaya hidup kalangan pribumi dengan kalangan orangBelanda dan bangsa Eropa, serta kehidupan bangsa Indonesia yang masihterbelakang dan kuno ataupun kolotnya kehidupan tradisional Indonesia. Halini membawa perubahan pandangan pada kalangan terpelajar bahwa tradisimulai dipandang bukan lagi sebagai suatu yang wajar yang harus dijunjungtinggi, melainkan sebagai hambatan terhadap suatu kemajuan yang ingindicapai.Pada masa itu, tatanan adat dan tradisi masih cukup kuat membelenggukehidupan di segala bidang bangsa Indonesia. Kalangan terpelajar yang dapatmengenyam pendidikan terbatas pada kaum laki-laki, sementara kaum perempuan belum seluruhnya dapat menikmati pendidikan. Kenyataan inimembuat dominasi kaum laki-laki atas perempuan begitu kuat dan mengikat.
 
Kaum perempuan hanya ditempatkan sebagai pendamping suami yang hanya bertugas menyiapkan kebutuhan rumah tangganya.Atas keprihatinan terhadap kondisi kaum perempuan Indonesia, beberapa perempuan mencoba untuk mempelopori kebebasan dan kesetaraankedudukan dengan kaum laki-laki, terutama dalam bidang pendidikan.Langkah ini dikenal dengan nama
 gerakan emansipasi wanita.
Sang penyuaragerakan emansipasi ini adalah
Raden Ajeng Kartini
seorang putri BupatiJepara, melalui tulisan-tulisannya dalam bentuk surat yang dilayangkankepada sahabat karibnya bernama Nyonya Abendanon. Kumpulan surat-suratKartini tiu kemudian diterbitkan menjadi sebuah buku dengan judul
 HabisGelap Terbitlah Terang 
pada tahun 1911. Dalam bukunya, diungkapkan bagaimana sikap atau pandangan orang tua terhadap putra-putrinya, ketaatandan kepatuhan kepada adat, termasuk kaida-kaidah tata susila, sopan santunserta tata cara yang mengatur segala macam hubungan sosial.Pada masa peralihan abad ke-19 dan ke-20 kaum Aristokrat memilikikesempatan mengadakan kontak dan pergaulan dengan masyarakat Eropamelalui lembaga Pendidikan. Jumlah putra-putri kaum pribumi yang bersekolah pada lembaga pendidikan Eropa semakin besar. Hal ini sangatwajar berdasarkan lokasi sosialnya, bangsawan pribumi menjadi pelopor modernisasi masyarakat Indonesia. Tidak mengherankan pula dari kalanganitu muncul prakasarsa untuk mendirikan sekolah bagi kaum wanita yangdiasuh oleh para warga ningrat itu sendiri.Kaum wanita selain mendapat pelajaran untuk mengasah kecerdasan danketrampilannya juga untuk membangun sopan santun dan kesusilaan. Karenawanita mendapat pendidikan pada lingkungan sekolah dan lingkungankeluarganya, maka sudah sewajarnya wanita mendapat panggilan suci dalam pendidikan. Jadi kunci kemajuan kaum wanita Indonesia adalah kombinasiantara pendidikan barat dengan timur.2.Awal Mula Munculnya Organisasi Wanita IndonesiaPada mulanya pergerakan wanita masih merupakan usaha dari beberapaorang perempuan dan belum dibentuk dalam suatu perkumpulan.
 
Perkumpulan wanita yang didirikan sebelum tahun 1920 pada dasarnya masihterbatas sifat dan tujuannya, yaitu menuju perbaikan kecakapan sebagai iburumah tangga. Cara mencapainya adalah dengan jalan menambah pengajaran,memperbaiki pendidikan, dan mempertinggi kecakapan khusus untuk wanita.Tujuan yang bersifat sosial kemasyarakatan kebangsaan belum dikemukakan.Perkumpulan wanita yang didirikan sebelum tahun 1920 antara lain
Putri Mardika
yang didirikan atas bantuan Budi Utomo di Jakarta(1912).Perkumpulan ini bertujuan untuk memajukan pengajaran terhadap anak-anak  perempuan dengan memberikan penerangan dan bantuan dana, mempertinggisikap yang merdeka dan tegak serta melenyapkan tindakan malu-malu yangmelampaui batas.
Perkumpulan Kautamaan Istri
didirikan pada tahun 1913di Tasikmalaya, lalu pada tahun 1916 di Sumedang, 1916 di Cianjur, 1917 diCiamis dan tahun 1918 di Cicurug. Pengajar yang terkemuka dari perkumpulan Kautamaan Istri di tanh pasundan adalah Raden Dewi Sartika.Sekolah Kartini juga didiriakan di Jakarta pada tahun 1913, lalu berturut-turutdi Madiun tahun 1917, di Indramayu, Surabaya, dan Rembang tahun 1918.
Perkumpulan Kaum Ibu
didirikan untuk memajukan kecakapan kaumwanita yang bersifat khusus seperti memasak, menjahit, merenda, memeliharaanak-anak dan sebagainya. Di Yogyakarta pada tahun 1912 didirikan perkumpulan wanita yang bersifat agama Islam dengan nama
Sopa Tresna
yang kemudian pada tahun 1914 menjadi bagian wanita dari Muhamadiyahdengan nama
Aisyah
. Di Minangkabau berdiri perkumpulan
KeutamaanIstri Minangkabau
dan
Kerajinan Amal Setia
yang berusaha memajukan persekolahan bagi anak-anak perempuan.
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...