Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
laporan

laporan

Ratings: (0)|Views: 13 |Likes:
aku
aku

More info:

Categories:Topics, Art & Design
Published by: Aq Mencari Jati Diri on Feb 12, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/14/2014

pdf

text

original

 
1
 Abstraks
 
 Lahirnya modernisasi kehidupan telah banyak merubah cara pandang dan pola hidup masyarakat, sehingga peradaban yang terlahir adalah terciptanyabudaya masyarakat konsumtif dan hedonis dalam lingkungan masyarakat kapitalis. Fenomena ini tidaklah dianggap terlalu aneh, untuk dibicarakan danbahkan sudah menjadi bagian dari budaya baru hasil dari para importir yaitu para penguasa industri budaya yang sengaja memporak porandakan tatananbudaya yang sudah mapan selama bertahun tahun menjadi bagian dari jatidiribangsa Indonesia itu. Tergesernya budaya setempat dari lingkungannyadisebabkan oleh Kemunculannya sebuah kebudayaan baru yang konon katanyalebih atraktif, fleksibel dan mudah dipahami sebagian masyarakat, bahkanmasyarakat rendah status sosialnyapun dapat dengan mudah menerapkannya
dalam aktifitas kehidupan. Sebuah istilah ”Budaya Populer” atau disebut juga
dengan
”Budaya Pop”, dimana budaya ini dalam pengaktualisasiannya
mendapat dukungan dari penggunaan perangkat berteknologi tinggi ini, sehinggadalam penyebarannya begitu cepat dan mengena serta mendapat respon sebagianbesar kalangan masyarakat. Budaya ini tumbuh subur dan cepat mengalami perkembangan yang cukup segnifikan dalam masyarakat perkotaan dankeberadaanya sangat kuat pada kehidupan kaum remaja kota.
 
Penyiaran Televisi yang dituduh oleh masyarakat, sebagai biang kerok atas retaknya budaya luhur negeri ini dalam taraf yang sangat memprihatinkan. Melalui tayangan acaranyatercermin budaya impor yang telah dikonstruksi makna dan nilainya itu, telahmenawarkan budaya baru hasil biasan dari budaya barat yang mengusung polakeglamouran hidup dalam masyarakat kapitalis. Hegemoni budaya yangtercermin dalam realitas kehidupan dengan praktik-praktiknya kini telahmengambil alih budaya luhur dan norma kesantunan yang sudah mapan warisandari nenek moyang menjadi budaya baru sebgai cerminan realitas palsu yangberkembang di masyarakat merupakan dampak dari tayangan televisi yang ada.
 Kata Kunci : Budaya Populer, Televisi, Gaya hidup, Hegemoni
 
2
BAB IPENDAHULUAN
 Gencarnya arus globalisasi yang menerjang ke berbagai negara termasuk Indonesia, dan dalam waktu bersamaan hadirnya kecanggihan teknologi telahbanyak membantu dalam penyebaran informasi yang dibawanya. Kenyataan iniberimplikasi pada perubahan pradigma masyarakat dalam menyikapi suatukehidupan. Realitas kehidupan masyarakat dewasa ini, telah melahirkan loncatanperadaban tiga langkah kedepan dibandingkan dengan seperempat abad peradabansebelumnya. Lahirnya modernisasi kehidupan di berbagai belahan dunia, telahbanyak merubah cara pandang dan pola hidup masyarakat, sehingga peradabanyang terlahir adalah terciptanya budaya masyarakat konsumtif dan hedonis dalamlingkungan masyarakat kapitalis. Fenomena ini tidaklah terlalu aneh bin ajaibuntuk diperbincangkan, dan bahkan pradigma dan pola hidup masyarakat kini,telah masuk dalam praktik-praktik kehidupan serta telah menjadi bagian darimunculnya budaya baru. Keberadaan budaya baru ini merupakan hasil dari paraimportir penguasa media, yang sengaja memporak porandakan tatanan budayayang sudah mapan selama bertahun-tahun menjadi bagian dari jatidiri bangsa,hasil warisan dari para pendiri bangsa ini sebelumnya. Dalam penglihatan kitasehari-hari, telah terlontar suatu pertanyaan berbunyi berapa banyak dan berapa
macam hadirnya “budaya asing” lewat sosok 
-sosok yang mengatas namakan
dirinya bagian dari “masyarakat modern” bertebaran di sekitar lingkungan dimana
kita berada ?. Keanehannya mengisyaratkan bahwa keberadaan budaya baru initelah mendominasi dan memegang kendali dalam realitas kehidupan serta mampumelindas sedikit demi sedikit dan akhirnya menggeser budaya lokal hinggatersudutkan dan terlempar dari lingkungan masyarakatnya. Tanpa disadari, bahwakita telah terjebak dalam perangkap suguhan praktik-praktik yang mengusung
“budaya asing” itu, telah memaksa menjadi bagian hidup dari masyarakat modern,hingga melahirkan suatu istilah “gaya hidup” sebagai simbol atau ikon masyarakat
modern. Kenyataan ini menjelaskan bahwa pradigma tentang
suatu “gaya hidup”
yang sudah membudaya dan menjadi ikon dari masyarakat modern itu, sudahmenyusup dan memprovokasi masyarakat dengan menjelma dan menyatu menjadi
 
3figur-figur pencari sensasi dalam ruang hiruk pikuk dan berkecamuknya pernik-pernik beradaban di tengah keragaman pola hidup masyarakat modern. Fenomenayang terjadi merekam suatu realitas kehidupan yang mengisyaratkan kekontrasanhidup dalam jatidiri bangsa Indonesia, betapa tidak terkadang kita mengeleng-gelengkan kepala, entah pikiran apa yang ada di dalam otak kita tatkala melihatgaya penampilannya yang mengundang sejuta tanda tanya. Lihatlahpenampilannya para eksekutif muda dengan keharuman parfum Axe telahbercengkramah dalam suasana alunan musik Jazz di salah satu sudut ruangan Cafe
“American Style”. Anak 
-anak muda dengan potongan rambut jambul yang di catberwarna-warni dan berakhir dengan kucir di belakang kepala, bagai burungCendrawasih dan Segerombolan anak muda berambut Punk, suatu gaya rambutmodel kulit duren dengan dihiasi atribut pernik-pernik dari metal itu, telahnongkrong di bawah jembatan layang Roxy Mas. Para remaja putri telahberpakaian seronok, celana ketat dengan mengumbar pusernya terlihat mengangadalam adu suara di atas pentas. Para pasangan ABG dengan model rambut jagungnya telah bermesraan dan berangkulan seenaknya sendiri di tempat umum
“Mbok Rondho Plaza”, tanpa ada rasa malu di dalam dirinya. Serta sederetan
fenomena-
fenomena paradoks dalam “gaya hidup” yang hadir di tengah
-tengahkehidupan kita.Hadirnya arus globalisasi ditengah-tengah masyarakat kita telah membawadampak besar terhadap keberadaan kebudayaan setempat. Tergesernya budayasetempat dari lingkungannya, disebabkan oleh kemunculannya sebuahkebudayaan baru yang konon katanya lebih atraktif, fleksibel dan mudah
dipahami sebagian masyarakat. Sebuah istilah ”Budaya Populer” atau disebut jugadengan ”Budaya Pop”, di mana dalam pengaktualisasiannya telah mendapat
dukungan dari penggunaan perangkat berteknologi tinggi ini, sehingga dalampenyebarannya begitu cepat dan mengena serta mendapat respon sebagian besar
kalangan masyarakat. Dalam memperbincangkan dan mewacanakan ”BudayaPopuler”, selalu dihadapkan pada intepretasi multi persepsi hingga menimbulkan
penafsiran yang beragam. Suatu penafsiran yang terbanyak diungkap di berbagaiwacana mengenai definisi budaya populer tersebut adalah sebuah budaya ataupunproduk budaya yang disukai dan disenangi oleh masyarakat. Budaya populer

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->