pembangunan. Sehingga negara lain tidak seenaknya mendikte Bangsaini dalam berbagai bidang kehidupan.Dengan kata lain, proses transformasi ilmu pengetahuan kepadapeserta didik harus dilakukan dengan gaya dan cara yang bermoralpula. Dimana ketika berlangsung proses tranformasi ilmu pengetahuandi SD sampai PT sang pendidik harus memiliki moralitas yang bisadijadikan panutan oleh peserta didik. Seorang pendidik harus jujur,bertakwa, berahklak mulia, tidak curang, tidak memaksakan kehendak,berperilaku santun, displin, tidak arogan, ada rasa malu, tidak plin plan,berlaku adil dan ramah di dalam kelas, keluarga dan masyarakat. Kalaupendidik mulai dari guru SD sampai PT memiliki sifat-sifat sepertidiatas. Negara kita belum tentu morat-marit seperti ini.Kedua, Perubahan dalam pendidikan nasional jangan hanyaterpaku pada perubahan kurikulum, peningkatan anggaran pendidikan,perbaikan fasilitas. Misalkan kurikulum sudah dirubah, anggaranpendidikan sudah ditingkatkan dan fasilitas sudah dilengkapi dan gajiguru/dosen sudah dinaikkan, Namun kalau pendidik (guru atau dosen)dan birokrat pendidikan serta para pembuat kebijakan belum memilikisifat-sifat seperti diatas, rasanya perubahan-perubahan tersebut akansia-sia. Implementasi di lapangan akan jauh dari yang diharapkan Danakibat yang ditimbulkan oleh proses pendidikan pada generasi mudaakan sama seperti sekarang ini. Dalam hal ini saya tidak berpretensimenyudutkan guru atau dosen dan birokrat pendidikan serta pembuatkebijakan sebagai penyebab terpuruknya proses pendidikan diIndonesia saat ini. Tapi adanya oknum yang berperilaku menyimpangdan tidak bermoral harus segera mengubah diri sedini mungkin kalaumenginginkan generasi seperti diatas.Dengan contoh yang kami dapatkan, kami ingin memberikangambaran bahwa pendidikan nasional kita telah berlaku tidak adil danmembuat perbedaan diantara peserta didik. Sehingga generasi mudakita secara tidak langsung sudah diajari bagaimana berlaku tidak adildan membuat perbedaan. Jadi, pembukaan kelas unggulan atau kelasakselerasi hanya akan membuat kesenjangan sosial diantara pesertadidik, orang tua dan masyarakat. Yang masuk di kelas unggulan belumtentu memang unggul, tetapi ada juga yang diunggul-unggulkan karenaKKN. Yang tidak masuk kelas unggulan belum tentu karena tidak unggulotaknya tapi karena dananya tidak unggul. Begitu juga kelas akselerasi,yang sibuk bukan peserta didik, tapi para orang tua mereka mencari jalan bagaimana supaya anaknya bisa masuk kelas tersebut.Kalau mau membuat perbedaan, buatlah perbedaan yang bisamenumbuhkan peserta didik yang mandiri, bermoral. dewasa danbertanggungjawab. Jangan hanya mengadopsi sistem bangsa lain yangbelum tentu cocok dengan karakter bangsa kita. Karena itu, pembukaan
Leave a Comment