Welcome to Scribd. Sign in or start your free trial to enjoy unlimited e-books, audiobooks & documents.Find out more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
5Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Terorisme

Terorisme

Ratings: (0)|Views: 611|Likes:

More info:

Published by: Bambang Waluyojati, S.Kom on Feb 17, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC or read online from Scribd
See more
See less

05/30/2011

 
Terorisme: Ritual Setan
Hakikat Dajjal Sebagaimana Gambaran Al-Qur`an
Gambaran Nabi Muhammad saw. tentang Dajjal dalam hadits sangat mirip dengantokoh pendosa dan penjahat yang ada dalam Al-Qur`an. Contoh kebejatan akhlaqyang digambarkan dalam Al-Qur`an, seperti kebohongan, ketidakadilan, kezaliman,kekejaman, didorongnya kejahatan di antara manusia, serta apa yang direkayasaoleh orang kafir untuk dianggap sebagai akhlaq yang baik dalam rangkamemalingkan manusia dari agama, juga merupakan sifat-sifat utama dari ideologikafir Darwinisme.Orang-orang yang dikatakan Allah sebagai "pendosa" dalam Al-Qur`an adalahmereka yang menyebar kekacauan dan teror di dunia, yang merancang berbagairencana menuju tujuannya, dan berpihak pada kejahatan. Orang-orang seperti itumenolak mengakui batas-batas yang telah ditetapkan Allah, menolak untuk hidupdengan akhlaq agama, dan cenderung pada dosa dan kejahatan. Sebagaimanadifirmankan Allah, "Sesungguhnya, orang-orang yang berdosa berada dalamkesesatan (di dunia) dan dalam neraka," (al-Qamar [54]: 47) jalan yang telahdiambil oleh mereka yang memilih jenis akhlaq ini adalah jalan yang menyimpang.Berbagai ciri orang-orang yang berbuat dosa telah dicantumkan dalam Al-Qur`andan kita telah diperingatkan untuk waspada terhadap mereka.
"Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakankedustaan terhadap Allah atau mendustakan ayat-ayat-Nya? Sesungguhnya, tidaklah beruntung orang-orang yang berbuat dosa." (Yunus[10]: 17)"Dan sesungguhnya Kami telah membinasakan umat-umat sebelum kamu,ketika mereka berbuat kezaliman, padahal rasul-rasul mereka telah datang kepada mereka dengan membawa keterangan-keterangan yang nyata,tetapi mereka sekali-kali tidak hendak beriman. Demikianlah Kami memberi  pembalasan kepada orang-orang yang berbuat dosa." (Yunus [10]: 13)
Jika kita mencamkan kenyataan bahwa salah satu ciri unik ideologi materialis,seperti komunisme dan fasisme, yang didirikan atas dasar Dawinisme, adalahpenghancur tatanan sosial dan menimbulkan kekacauan, jelaslah bahwa merekayang hidup dengan dan berusaha memajukan sistem ini adalah orang-orang yangberbuat dosa seperti yang dijelaskan dalam Al-Qur`an. Dalam sebuah ayat, Allahberfirman,
"Dan demikianlah Kami adakan pada tiap-tiap negeri penjahat-penjahat yang terbesar agar mereka melakukan tipu daya dalam negeri itu. Dan
 
mereka tidak memperdaya melainkan dirinya sendiri,sedang mereka tidak menyadarinya." (al-An'aam [6]: 123)
Seperti yang dinyatakan ayat tersebut, orang-orang ini akanmenetapkan rencana demi menyebarkan dan memperkuatkekuatan mereka. Karena itu, sebuah peperangan pemikiranmelawan orang-orang seperti itu dan terhadap mereka yangberusaha memajukan sistem seperti itu, merupakan hal yangteramat penting. Kedamaian hanya bisa menggantikan kejahatan,dan ketenangan menggantikan pertentangan dan kekacauan, jikakegiatan mereka yang terlibat dalam kejahatan dapat dicegah. Halini pada akhirnya hanya bisa dicapai jika kebusukan dasar pahamorang-orang ini bisa disingkapkan dan kemudian dihancurkan.Hanya orang-orang beriman yang bisa mengemban tanggung jawab ini, karena perselisihan yang disebabkan oleh sistem Dajjal tidak akan pernahbisa memengaruhi orang-orang yang sungguh-sungguh beriman. Orang berimanadalah mereka yang dengan tegas menolak untuk menganut akhlaq orang-orangyang berbuat dosa, atau membiarkan diri mereka ternoda meski hanya sepercikdarinya. Demikianlah Allah mengungkapkan tanggung jawab untuk mencegahkejahatan yang harus diemban oleh orang-orang yang beriman,
"Maka mengapa tidak ada pada umat-umat sebelum kamu orang-orang yang mempunyai keutamaan, yang melarang (mengerjakan) kerusakan di muka bumi, kecuali sebagian kecil di antara mereka. Dan orang-orang yang zalim hanya mementingkan kenikmatan yang mewah yang ada padamereka, dan mereka adalah orang-orang yang berdosa." (Huud [11]: 116)
BAGAIMANA DAJJAL DIBANGUN ATAS DASAR PEMUASAN NAFSU
Salah satu ciri terpenting dari orang-orang yang berbuat dosa adalah telahdikelabuinya mereka oleh nafsu dan hasrat mereka sendiri, bukannya dituntun olehakhlaq Al-Qur`an. Padahal, dengan membiarkan dirinya dikuasai oleh hawa nafsu,seseorang akan tersesat dalam sebuah mimpi buruk yang mengerikan. Jikaseseorang mulai berperilaku sesuai dengan naluri rendahnya, hal itu akanmengarah pada kekacauan mental dan hilangnya kendali diri. Bukannya kedamaianhati dan ketenangan yang datang dengan mendengarkan suara nurani, melainkanketidakamanan, kegelisahan, kekuatiran, dan ketidakpuasan. Seperti yangdifirmankan Allah dalam sebuah ayat dalam Al-Qur`an,
"... Karena sesungguhnyanafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat olehTuhanku...," (Yusuf [12]: 53)
naluri rendah terus-menerus mendorong orang ke arahkejahatan. Ia senantiasa mendorong kecemburuan, iri, kemarahan, kebencian,ketidakpekaan, kekejaman, tidak hormat, tidak bertanggung jawab, dan berbagaibentuk akhlaq buruk lainnya. Walaupun demikian, seorang yang beriman, yangmendengarkan suara nuraninya, bukan nafsu rendahnya, akan menundukkan hawanafsunya dan menunjukkan akhlaq yang terpuji dan sepatutnya. Hal itu karenadalam Al-Qur`an, Allah memerintahkan manusia untuk menghindari kejahatan nafsurendahnya, sebuah perintah yang harus ditaati dengan menjadikan diri kita pribadi
 
yang memiliki nurani. Dengan kata lain, karena kita mengetahui apa yang benar danapa yang salah, kita juga tahu bagaimana menghindarinya. Kenyataan inidinyatakan dalam kalimat-kalimat berikut dalam Al-Qur`an.
"Dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya), maka Allahmengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketaqwaannya,sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu, dansesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya." (asy-Syams [91]: 7-10)
Walau begitu, banyak manusia yang menekan dan tidak menghiraukan suara nuranimereka, dan membiarkan dirinya dikuasai oleh nafsunya. Terdapat perbedaan yangamat besar antara manusia yang dikuasai oleh nafsunya dan manusia yangdiperintah oleh hati nuraninya. Seseorang yang mendengarkan suara hatinuraninya, ia tidak bersikap berlebihan dan mengendalikan amarahnya ketikadihadapkan pada keadaan sulit. Sebaliknya, mereka yang memperturutkannafsunya, ia terbawa oleh amarahnya dan bertindak dengan perasaan benci dandendam. Begitu pula, jika seseorang yang mengalami ketidakadilan mendengar suara nuraninya, dia tahu bahwa dia harus menjawab ketidakadilan dengankejujuran dan keadilan, dan bukan dengan ketidakadilan yang lebih besar lagi.Sebaliknya, orang yang hanya mengikuti hasrat dirinya sendiri, ia akanmenginginkan pembalasan terhadap orang yang telah melakukan ketidakadilanterhadapnya. Manusia yang mendengar nuraninya, ia penuh belas kasih, tenggangrasa, sabar, dan mau mengorbankan dirinya. Orang yang memperturutkannafsunya, ia kejam, bengis, tidak sabar, dan mementingkan diri sendiri. Itulahsebabnya, mustahil berbicara tentang perdamaian dalam masyarakat mana punketika jumlah golongan yang hanya mendengarkan nafsunya merupakan jumlahyang terbanyak. Padahal, Allah telah mengungkapkan bahwa tidak akan adaketenangan di dunia selama manusia masih hanya mementingkan hasrat dirinyasendiri.
"Andaikata kebenaran itu menuruti hawa nafsu mereka, pasti binasalahlangit dan bumi ini dan semua yang ada di dalamnya. Sebenarnya Kami telah mendatangkan kepada mereka kebanggaan (Al-Qur`an) mereka,tetapi mereka berpaling dari kebanggaan itu." (al-Mu`minuun [23]: 71)
Itulah salah satu sebab mengapa Dajjal menjadikan agama dan nilai rohaniahsebagai sasarannya. Akhlaq agama mengharuskan manusia untuk memperhatikansuara nuraninya dan menghindarkan kejahatan yang mungkin dipicu oleh hasratmereka. Paham-paham Dajjal menghendaki hal yang sebaliknya, sehingga pahamtersebut merugikan unsur-unsur yang mengikat dan menjamin kebersamaanmasyarakat (yang terpenting dari unsur-unsur tersebut adalah akhlaq agama dannilai-nilai rohani yang dimunculkannya), dan mendorong manusia ke arahperselisihan dan pertentangan. Dalam sebuah hadits, Nabi Muhammad saw.menggambarkan seperti apa jadinya dunia dalam sebuah sistem Dajjal, ketikamanusia dikuasai hasratnya,"Perselisihan di akhir zaman begitu hebatnya, hingga tak seorang pun akan mampuuntuk menahan dirinya sendiri." (9)

Activity (5)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
nerailkobah liked this
bayonet007 liked this

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->