mereka tidak memperdaya melainkan dirinya sendiri,sedang mereka tidak menyadarinya." (al-An'aam [6]: 123)
Seperti yang dinyatakan ayat tersebut, orang-orang ini akanmenetapkan rencana demi menyebarkan dan memperkuatkekuatan mereka. Karena itu, sebuah peperangan pemikiranmelawan orang-orang seperti itu dan terhadap mereka yangberusaha memajukan sistem seperti itu, merupakan hal yangteramat penting. Kedamaian hanya bisa menggantikan kejahatan,dan ketenangan menggantikan pertentangan dan kekacauan, jikakegiatan mereka yang terlibat dalam kejahatan dapat dicegah. Halini pada akhirnya hanya bisa dicapai jika kebusukan dasar pahamorang-orang ini bisa disingkapkan dan kemudian dihancurkan.Hanya orang-orang beriman yang bisa mengemban tanggung jawab ini, karena perselisihan yang disebabkan oleh sistem Dajjal tidak akan pernahbisa memengaruhi orang-orang yang sungguh-sungguh beriman. Orang berimanadalah mereka yang dengan tegas menolak untuk menganut akhlaq orang-orangyang berbuat dosa, atau membiarkan diri mereka ternoda meski hanya sepercikdarinya. Demikianlah Allah mengungkapkan tanggung jawab untuk mencegahkejahatan yang harus diemban oleh orang-orang yang beriman,
"Maka mengapa tidak ada pada umat-umat sebelum kamu orang-orang yang mempunyai keutamaan, yang melarang (mengerjakan) kerusakan di muka bumi, kecuali sebagian kecil di antara mereka. Dan orang-orang yang zalim hanya mementingkan kenikmatan yang mewah yang ada padamereka, dan mereka adalah orang-orang yang berdosa." (Huud [11]: 116)
BAGAIMANA DAJJAL DIBANGUN ATAS DASAR PEMUASAN NAFSU
Salah satu ciri terpenting dari orang-orang yang berbuat dosa adalah telahdikelabuinya mereka oleh nafsu dan hasrat mereka sendiri, bukannya dituntun olehakhlaq Al-Qur`an. Padahal, dengan membiarkan dirinya dikuasai oleh hawa nafsu,seseorang akan tersesat dalam sebuah mimpi buruk yang mengerikan. Jikaseseorang mulai berperilaku sesuai dengan naluri rendahnya, hal itu akanmengarah pada kekacauan mental dan hilangnya kendali diri. Bukannya kedamaianhati dan ketenangan yang datang dengan mendengarkan suara nurani, melainkanketidakamanan, kegelisahan, kekuatiran, dan ketidakpuasan. Seperti yangdifirmankan Allah dalam sebuah ayat dalam Al-Qur`an,
"... Karena sesungguhnyanafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat olehTuhanku...," (Yusuf [12]: 53)
naluri rendah terus-menerus mendorong orang ke arahkejahatan. Ia senantiasa mendorong kecemburuan, iri, kemarahan, kebencian,ketidakpekaan, kekejaman, tidak hormat, tidak bertanggung jawab, dan berbagaibentuk akhlaq buruk lainnya. Walaupun demikian, seorang yang beriman, yangmendengarkan suara nuraninya, bukan nafsu rendahnya, akan menundukkan hawanafsunya dan menunjukkan akhlaq yang terpuji dan sepatutnya. Hal itu karenadalam Al-Qur`an, Allah memerintahkan manusia untuk menghindari kejahatan nafsurendahnya, sebuah perintah yang harus ditaati dengan menjadikan diri kita pribadi
Leave a Comment