Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGENAL KONSEP BERAT RINGAN BENDA MELALUI PEMBELAJARAN LANGSUNG ANAK TUNARUNGU SDNINKLUSISURABAYA

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGENAL KONSEP BERAT RINGAN BENDA MELALUI PEMBELAJARAN LANGSUNG ANAK TUNARUNGU SDNINKLUSISURABAYA

Ratings: (0)|Views: 253|Likes:
Published by Alim Sumarno
Jurnal Online Universitas Negeri Surabaya, author : DWI RAHMAN TRIALIS,
http://ejournal.unesa.ac.id
Jurnal Online Universitas Negeri Surabaya, author : DWI RAHMAN TRIALIS,
http://ejournal.unesa.ac.id

More info:

Published by: Alim Sumarno on Feb 12, 2013
Copyright:Public Domain

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

12/04/2013

pdf

text

original

 
1
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGENALKONSEP BERAT RINGAN BENDA MELALUI PEMBELAJARAN LANGSUNG ANAKTUNARUNGU SDN INKLUSI SURABAYA
Drs. Suparkun
Dosen Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, UNESA
Dwi Rahman Trialis
Prodi Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, UNESA
ABSTRAK
Kemampuan mengenal konsep berat ringan benda adalah kesanggupan atau kecakapan anak mengetahui rancangan barang, zat, atau segala sesuatu yang banyak tekanannya kalau ditimbang (dibawadsb) dan yang enteng tidak berat. Apabila mengenal konsep berat ringan benda mengalami kesulitanmaka akan menghambat kemampuan dalam kegiatan sehari-hari, ia tidak bisa membedakan benda yangberat dan benda yang ringan.Anak tunarungu adalah anak yang mengalami hambatan pada pendengarannya sehingga menyebabkananak kesulitan dalam berkomunikasi dan memahami konsep dalam kehidupan sehari-hari. Rumusan
masalah dalam penelitian ini adalah “Bagaimana meningkatkan kemampuan mengenal kons
ep berat
ringan benda anak tunarungu SDN Inklusi Surabaya dengan menggunakan pembelajaran langsung ?”
 Penelitian ini dilakukan pada anak tunarungu kelas I SDN Inklusi Sambikerep I Surabaya yangmengalami kesulitan dalam mengenal konsep berat ringan benda, sehingga anak tidak dapat membedakanbearat ringan benda. Oleh karena itu dibutuhkan model pembelajaran yang dapat meningkatkankemampuan mengenal konsep berat ringan benda yaitu melalui pembelajaran langsung.Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK) dengan desain penelitian tindakankelas model Hopkins (dalam Arikunto, 2006). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metodeobservasi dan metode tes. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis refleksiberdasarkan siklus-siklus.Dari temuan penelitian menunjukkan adanya peningkatan mengenal konsep berat ringan benda. Skorhasil penilaian ditunjukkan dari hasil penelitian berdasarkan siklus-siklus. Siklus II > I, siklus II hasilpenilaian meningkat 41% sedangkan siklus I sebesar 14%.
 Kata kunci : konsep berat ringan benda, anak tunarungu, pembelajaran langsung.
PENDAHULUAN
Dalam penulisan jurnal yang perlu dijelaskan dalam penelitian ini antara lain
:(1)
 
Permasalahan penelitian
.Pendidikan memberikan manfaat yang besar dalam memajukan suatu bangsa. Karena dengan melaluipendidikan untuk kehidupan suatu bangsa dapat terangkat harkat dan martabatnya. Pendidikan perlu diikuti oleh setiapwarga negara tanpa terkecuali salah satunya adalah warga negara Indonesia. Adapun salah satu warga negara yangmemerlukan layanan pendidikan adalah anak tunarungu.Dwidjosumarto (dalam Somantri, 2006) mengungkapkan bahwa yang dimaksud dengan anak tunarungu adalahanak yang tidak atau kurang mampu mendengar suara. Ketunarunguan dibedakan menjadi dua kategori yaitu tuli (deaf)dan kurang dengar (low of hearing). Tuli adalah mereka yang indera pendengarannya mengalami kerusakan dalam taraf berat sehingga pendengarannya tidak berfungsi lagi. Sedangkan kurang dengar adalah mereka yang inderapendengarannya mengalami kerusakan tetapi masih dapat berfungsi untuk mendengar, baik dengan maupun tanpamenggunakan alat bantu dengar (hearing aids).Anak tunarungu yang mengalami kesulitan terutama dalam mengenal konsep berat ringan benda dikarenakan adagangguan pada pendengarannya, sehingga dalam prestasi akademik anak tunarungu cenderung tertinggal dibandingkandengan anak normal.Dalam kamus umum bahasa Indonesia (2011) dijelaskan bahwa kemampuan berasal dari kata mampu yangberarti kuasa melakukan sesuatu, sedangkan arti dari kata kemampuan adalah kesanggupan, kecakapan, untuk melakukan sesuatu. Dan mengenal berasal dari kata tahu dan teringat kembali, sedangkan arti kata mengenal adalahingat atau mengetahui. Selanjutnya pengertian berat adalah besarnya gaya yang dialami benda akibat gaya tarik bumipada benda tersebut. Berat tergantung dimana benda berada. Jadi berat berubah-
ubah sesuai dengan tempatnya”.
http://harisok.blogspot.com/2010/04/pengertian-massa.html.Diakses tanggal 10 Oktober 2012. Lebih lanjutsebagaimana dalam kamus umum bahasa Indonesia (2011) dijelaskan bahwa ringan adalah enteng tidak berat, jadiringan adalah sesuatu yang menpunyai bobot enteng tidak berat.
 
2
Oleh karena itu bila dirangkaikan beberapa pengertian kata-kata tersebut di atas maka yang dimaksud dengankemampuan mengenal konsep berat ringan benda adalah kesanggupan atau kecakapan anak dalam mengetahuirancangan pada barang, zat, atau segala sesuatu yang banyak tekanannya kalau ditimbang (dibawa dsb) dan barang, zat,atau segala sesuatu yang enteng tidak berat dan dapat berubah-ubah sesuai dengan tempatnya.Berdasarkan studi pendahuluan melalui observasi selama belajar di SDN Inklusi Surabaya peneliti menemukananak tunarungu di kelas I yang berjumlah 4 anak mengalami kesulitan dalam mengenal konsep berat ringan benda. Halini terlihat ketika dalam pembelajaran di kelas, masing-masing anak tunarungu mengalami kesulitan dalammembedakan konsep berat ringan benda.Berpijak dengan permasalahan tersebut, maka peneliti berusaha mencarikan solusi yang dapat membantumeningkatkan kemampuan mengenal konsep berat ringan benda melalui pembelajaran langsung.Menurut Arend (1997) mengungkapkan bahwa yang dimaksud dengan pembelajaran langsung adalah salah satupendekatan mengajar yang dirancang untuk menunjang proses belajar anak yang berkaitan dengan pengetahuandeklaratif dan pengetahuan prosedur yang terstruktur dengan baik yang dapat diajarkan dengan pola kegiatan yangbertahap, selangkah demi selangkah.Pembelajaran langsung memiliki keunggulan yang meliputi : 1) dengan pembelajaran langsung, gurumengendalikan isi materi dan urutan informasi yang diterima oleh anak, sehingga dapat mempertahankan dan fokusmengenai apa yang harus dicapai oleh anak, 2) merupakan cara yang paling efektif untuk mengajarkan konsep danketrampilan-ketrampilan yang eksplisit kepada anak yang berprestasi rendah sekalipun, 3) untuk membangunpembelajaran dalam bidang studi tertentu, 4) guru dapat menunjukkan bagaimana suatu permasalahan dapat didekati,bagaimana informasi dianalisis, bagaimana suatu pengetahuan dihasilkan, dan 5) pembelajaran langsung (terutamakegiatan demonstrasi) dapat memberikan tantangan untuk mempertimbangkan kesenjangan antara teori (hal yangseharusnya) dan observasi (kenyataan yang terjadi).Http://ekagurunesama.blogspot.com/2012/06/kelebihan-model-pembelajaran-langsung.html,diakses, 27 Juni 2012.Berpijak dari permasalahan di atas maka, pembelajaran mengenal konsep berat ringan benda diberikan padaanak tunarungu SDN Inklusi Surabaya menggunakan pembelajaran langsung. Dengan diterapkannya pembelajaranlangsung dapat meningkatkan kemampuan mengenal konsep berat ringan benda. Berdasarkan uraian di atas, makapeneliti tertarik untuk menga
dakan penelitian dengan judul “Peningkatan Kemampuan Mengenal Konsep Berat RinganBenda Melalui Pembelajaran Langsung Anak Tunarungu SDN Inklusi Surabaya”.
 
(2)
 
Wawasan dan pemecahan masalah
.Dalam penelitian ini masalah yang ditemukan adalah tentang peningkatan kemampuan mengenal konsep beratringan benda pada anak tunarungu kelas I SDN Inklusi Sambikerep I Surabaya masih rendah dalam hal mengukur danmembandingkan berat ringan benda. Untuk perbaikan tingkat kemampuan konsep berat ringan benda pada anak tunarungu dapat dilakukan melalui pembelajaran langsung. Pembelajaran dilakukan dalam 2 kali pertemuan dan setiapkali pertemuan membutuhkan waktu 60 menit dan dilakukan melalui beberapa siklus. Adapun langkah-langkahpembelajaran langsung adalah sebagai berikut :a.
 
Mengumpulkan benda-benda di lingkungan kelas dan mengenalkan nama-nama benda seperti : buku, pensil,bolpoin, spidol, penggaris, sapu, sulak, vas bunga dll.b.
 
Guru mendemonstrasikan cara mengukur dan membandingkan berat ringan benda-benda di lingkungan kelas..
 
Anak diminta menyebutkan nama-nama benda di lingkungan kelas satu persatu.d.
 
Anak diminta mengukur dan membandingkan berat ringan benda secara bergantian.e.
 
Guru memberikan pujian kepada anak yang aktif ketika pembelajaran berlangsung.
Rumusan dan Tujuan Penelitian.
 Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan diatas, rumusan permasalahan dalam penelitian ini adalah :
“ Bagaimana meningkatkan kemampuan mengenal konsep berat ringan benda anak tunarungu SDN Inklusi Surabaya
dengan menggunakan pembelajaran langsung ?
Adapun tujuan penelitian yang telah dilaksanakan adalah untuk mendeskripsikan tingkat kemampuan mengenal konsep berat ringan benda anak tunarungu SDN Inklusi Surabayadengan menggunakan pembelajaran langsung.
Manfaat Penelitian
1.
 
Bagi PenelitiMenambah pengetahuan, wawasan, dan pengalaman yang berkaitan dengan kemampuan mengenal konsep beratringan benda anak tunarungu, dan sebagai tindak lanjut dalam proses belajar mengajar.2.
 
Bagi GuruDari hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan pertimbangan dan masukan oleh para guru di sekolah tersebut untuk mencoba menggunakan pembelajaran langsung yang digunakan peneliti dalam meningkatkan kemampuan mengenalkonsep berat ringan benda dan juga dapat diterapkan pada materi lain.3.
 
Bagi Anak 
 
3
Sebagai proses untuk memperbaiki sikap anak terhadap pembelajaran matematika, karena dalam proses belajarmengajar lebih menarik dan bisa meningkatkan kemampuan anak tunarungu pada materi yang lain, bilapembelajaran dilakukan dalam suasana yang menyenangkan.
METODE PENELITIAN
 
A.
 
Jenis dan Pendekatan Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan menggunakan desain model Hopkins (dalam Arikunto,2006) yang digambarkan suatu proses yang meliputi aspek perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi.Menurut Wiraatmaja (dalam Arikunto, 2006) mengungkapkan bahwa penelitian tindakan kelas merupakanpenelitian yang dilakukan oleh sekelompok guru untuk mengorganisasikan kondisi praktek pembelajaran dan belajardari pengalaman mereka sendiri. Mereka dapat mencobakan suatu gagasan perbaikan dalam praktek pembelajaran danmelihat pengaruh nyata dari upaya tersebut.Berpijak dari penjelasan tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa penelitian Tindakan Kelas adalah suatu upayauntuk meningkatkan kualitas bidang pendidikan dengan memberikan suatu tindakan yang dalam pelaksanaannya sangatmemperhatikan proses dan hasilnya.
B.
 
Rancangan Penelitian
Rancangan penelitian tindakan kelas ini dalam bentuk siklus terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan,tindakan, observasi dan refleksi. Empat tahapan ini dapat digambarkan dalam bentuk spiral tindakan kelas adaptasi dariHopkins (dalam Arikunto, 2006).
Tehnik Pengumpulan Data
 Di dalam suatu peneltian selalu ada kegiatan pengumpulan data dengan menggunakan berbagai metode yang telahditentukan yang sesuai dengan penelitian yang dilakukan. Dalam penelitian ini menggunakan tehnik pengumpulan datasesuai dengan judul penelitian yang akan diteliti, yaitu menggunakan :
1.
 
Observasi
Dalam penelitian ini untuk mengetahui secara rinci tentang kejadian-kejadian yang sedang berlangsung sebelumdiberikan suatu perlakuan dan sesudah diberikan perlakuan sehingga data yang diperoleh akurat dan relevan penelitimenggunakan metode observasi.Menurut Sugiono (2010) mengungkapkan bahwa, observasi merupakan suatu proses yang kompleks, suatu prosesyang tersusun dari berbagai biologis dan psikologis. Dua diantara yang terpenting adalah proses pengamatan daningatan.Lain halnya pendapat yang dikemukakan oleh Arikunto (2002:133), mengungkapkan bahwa yang dimaksuddengan observasi adalah kegiatan pemusatan perhatian terhadap suatu obyek dengan menggunakan seluruh alat indera.Dari pendapat di atas, dapat dikatakan bahwa observasi adalah suatu kegiatan yang menggunakan seluruh alatindra untuk mengamati dan memperhatikan suatu kejadian yang sedang berlangsung. Sedangkan yang diobservasi daripenelitian ini adalah hasil belajar yang berkaitan dengan kemampuan mengenal konsep berat ringan benda melaluipembelajaran langsung.
2.
 
Dokumentasi
“Dokumentasi mencari data mengenai hal
-hal atau variabel yang berupa catatan, transkip, buku, surat kabar,
majalah, prasasti, notulen rapat, lengger, agenda, dan sebagainya”. (Arikunto, 2002). Teknik ini bertujuan untuk 
memperoleh data berupa gambar atau foto mengenai kemampuan mengenal konsep berat ringan benda melaluipembelajaran langsung.
C.
 
Teknik Keabsahan
Menurut Iskandar (2010), mengungkapkan bahwa yang dimaksud dengan keabsahan data adalah konsep pentingyang diperbaharui dari konsep validitas dan realitas. Salah satu teknik pemeriksaan data yang memanfaatkan sesuatuyang lain di luar data itu untuk keperluan pengecekan yaitu menggunakan teknik triangulasi.Menurut Moleong (dalam Iskandar, 2010) mengungkapkan bahwa penelitian yang menggunakan teknik triangulasi dalam pemeriksaan melalui sumbernya. Artinya membandingkan atau mengecek ulang derajat kepercayaan.Suatu informasi yang diperoleh melalui waktu dan alat yang berbeda. Untuk menjamin dan mengembangkan validitasdata yang akan dikumpulkan dalam penelitian ini digunakan teknik triangulasi data (sumber) yaitu mengumpulkan datasejenis dari sumber yang berbeda. Hal ini digunakan untuk cross chek terhadap kondisi setiap anak agar diperoleh datavalid. Dengan teknik triangulasi data diharapkan dapat memberikan inspirasi yang lebih tepat sesuai kebutuhan anak sebenarnya.Sumber data dalam penelitian tindakan kelas ini terdiri dari beberapa sumber, yaitu :.
 
Anak, untuk mendapatkan data tentang hasil belajar dan aktivitas anak selama proses belajar mengenal konsep beratringan benda.2.
 
Guru, untuk melihat peningkatan kemampuan mengenal konsep berat ringan benda melalui pembelajaran langsungdan hasil belajar anak dalam mengenal konsep berat ringan benda dalam proses belajar mengajar.3.
 
Teman sejawat, dimaksudkan sebagai sumber data untuk melihat implementasi PTK secara komprehensif dari sisianak dan guru.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->