Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN PKN KELAS IV SDN WONOREJO II/313 SURABAYA

PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN PKN KELAS IV SDN WONOREJO II/313 SURABAYA

Ratings: (0)|Views: 345 |Likes:
Published by Alim Sumarno
Jurnal Online Universitas Negeri Surabaya, author : Riani -,
http://ejournal.unesa.ac.id
Jurnal Online Universitas Negeri Surabaya, author : Riani -,
http://ejournal.unesa.ac.id

More info:

Published by: Alim Sumarno on Feb 13, 2013
Copyright:Public Domain

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/05/2013

pdf

text

original

 
 Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS)
 1
PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE
THINK PAIR SHARE
(TPS)UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWADALAM PEMBELAJARAN PKN KELAS IV SDN WONOREJO II/313 SURABAYARiani
PGSD FIP Universitas Negeri Surabaya (rianiii@gmail.com
 
)
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran PKn dengan menggunakan modelpembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) kelas IV di SDN Wonorejo II/313 Surabaya.Metode penelitiandeskriptif kualitatif dengan subjek kelas IV SDN Wonorejo II/313 Surabaya. Pengumpulan data yang digunakan adalahmetode tes, observasi..Penelitian ini menunjukkan hasil bahwa 1) aktivitas guru baik pada siklus I, siklus II maupunsiklus III menunjukkan peningkatan yang sangat baik dengan persentase 77,78% pada siklus I , 86,11% pada siklus IIdan 93,06% pada siklus III. 2) aktivitas siswa mencapai 75% pada siklus I, 78,57% pada siklus II dan 89,29% padasiklus III. 3) hasil tes belajar siswa pada siklus I dan siklus II dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipeTPS menunjukkan peningkatan pada siklus I ke siklus II maupun pada siklus III yaitu mencapai 64% pada sklus I dan76% pada siklus II dan 88% pada siklus III.Dari hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kooperatif tipethink pair share dalam pelajaran PKn dapat meningkatkan hasil belajarBerdasarkan penelitian ini menunjukkan bahwaaktivitas guru, aktivitas siswa dan hasil tes siswa menunjukkan peningkatan yang baik setelah menggunakan modelpembelajaran kooperatif tipe TPS pada mata pelajaran PKn kelas IV di SDN Wonorejo II/313 Surabaya.
 Kata Kunci:
Think Pair Share, PKn, Hasil Belajar.
 
Abstract:
This research aim to to describe of execution of study of Civic by using model of study of co-operative of typeof Think Pair Share ( TPS) of Class of IV in SDN Wonorejo II/313 Surabaya. Method of descriptive Researchqualitative by subject is class of II SDN Wonorejo II/313 Surabaya. Data collecting used by method test, observation.This research showed result that 1) activity of good teacher at cycle I, cycle of II and also cycle of III show very good improvement with percentage 77,78% at cycle I , 86,11% at cycle of II and 93,06% at cycle III 2) activity of student reach 75% at cycle I, 78,57% at cycle of II and 89,293% at cycle III 3) result of test learn student of cycle of I and cycle of II by using model of study of co-operative of type of TPS show improvement at cycle of I to cycle of II and alsoat cycle of III that is reach 64% at cycle I and 76% at cycle of II and 88% at cycle III. The persuade to this researchindicate that teacher activity, activity of student and result of test of student show good improvement after using modelof study of co-operative of type of TPS of subject of Civic of class of IV in SDN Wonorejo II/313 Surabaya.
 
Keywords:
 
Think Pair Share, Civic, Result of Learning.
 
PENDAHULUAN
 
Pendidikan di Indonesia diharapkan dapatmempersiapkan peserta didik menjadi warga negara yangmemiliki komitmen kuat dan konsisten untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia.Komitmen yang kuat dan konsisten terhadap prinsip dansemangat kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat,berbangsa, dan bernegara yang berdasarkan Pancasila danUndang-Undang Dasar 1945, perlu ditingkatkan secaraterus menerus untuk memberikan pemahaman yangmendalam tentang Negara Kesatuan Republik Indonesia.Seorang guru diharapkan mampu mengelolakegiatan pembelajaran dengan menciptakan kondisi yangmemungkinkan siswa belajar lebih efektif danefisien.Metode yang tepat harus diterapkan untuk meningkatkan kreativitas dan kinerja siswa.Pendidikan Kewarganegaraan merupakan matapelajaran yang memfokuskan pada pembentukan warganegara yang memahami dan mampu melaksanakan hak–hak dan kewajibannya untuk menjadi warga negaraIndonesia yang cerdas, terampil dan berkarakter yangdiamanatkan oleh Pancasila dan UUD 1945. Oleh karenaitu, kompetensi yang diharapkan adalah siswa memilikirasa kebangsaan dan cinta tanah air.Selain itu, juga agarsiswa menjadi warga negara yang berdisiplin,berpartisipasi, aktif membangun kehidupan yang damai.Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuandan teknologi paradigma pembelajaran di sekolah banyak mengalami perubahan, terutama dalam pelaksanaanproses pembelajaran dari yang bersifat behavioristik menjadi kontruktivistik, dari berpusat pada guru(
teaching centered 
) menuju berpusat pada siswa (
student centered 
). Konstruktivisme mengajarkan bahwa belajaradalah membangun pemahaman atau pengetahuan
(constructing understanding or knowledge
), yangdilakukan dengan cara mencocokkan fenomena, ide atauaktivitas yang baru dengan pengetahuan yang telah adadan sudah pernah dipelajari. Konsekuensi dari konsepbelajar seperti itu adalah siswa dengan sungguh-sungguhmembangun konsep pribadi (
mind concept 
) dalam sudut
 
 Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS)
 2pandangan belajar bermakna dan bukan sekedar hafalanatau tiruan. Oleh karena itu mata pelajaran PendidikanKewarganegaraan diharapkan mampu memfokuskanpada pembentukan warga negara yang memahami danmampu melaksanakan hak-hak dan kewajibannya untuk menjadi warga negara Indonesia yang cerdas, terampil,dan berkarakter yang diamanatkan oleh Pancasila danUUD 1945.Di Sekolah Dasar (SD) diajarkan berbagai matapelajaran dan salah satu adalah PKn (PendidikanKewarganegaraan).Azis Wahab (2005:26) menjelaskanbahwa PKn SD tidak saja menanamkan nilai-nilaiPancasila dan UUD 1945, namun juga memberikemungkinan kepada siswa untuk memahami danmembiasakannya dalam kehidupan di lingkungan sekolahdan di luar sekolah.PKn SD dalam kurikulum 2006 bertujuan agarpeserta didik memiliki kemampuan : (1) berpikir kritis,rasional dan kreatif dalam memecahkan masalahkenegaraan, (2) berpartisipasi secara aktif danbertanggung jawab dalam kegiatan kemasyarakatan,berbangsa dan bernegara, serta (3) berkembangan secarapositif dan demokratis untuk membentuk diri.(Depdiknas, 2006:271)Kegiatan pembelajaran yang baik seharusnyamelibatkan serta mengaktifkan siswa sebagai pusatpembelajar. Siswa terlibat langsung dalam prosespengembangan pola pikir dan pengungkapanpengetahuan yang ada pada diri siswa dan lingkungansekitar.Pembelajaran adalah membimbing belajar siswasehingga ia mampu belajar. Dengan demikian aktifitassiswa sangat diperlukan dalam kegiatan belajar-mengajarsehingga siswalah yang seharusnya banyak aktif, sebabsiswa sebagai subyek didik dan guru yangmerencanakan,sertasiswa sendiriyang melaksanakanproses belajar. Pada kenyataan, pengalaman danpengamatan seringkali guru yang aktif, sehingga siswatidak diberi kesempatan untuk aktif.Pembelajaran PKn tidak lagi mengutamakan padapenyerapan melalui pencapaian informasi, tetapi lebihmengutamakan pada pengembangan kemampuan danpemrosesan informasi. Untuk itu aktifitas peserta didik perlu ditingkatkan melalui latihan-latihan atau tugasdengan bekerja dalam kelompok kecil dan menjelaskanide-ide kepada orang lain.Dalam pembelajaran PendidikanKewarganegaraan perlu adanya interaksi antar siswa,saling tukar menukar pengalaman, informasi danpemecahan masalah. Semua siswa harus terlibat aktif tidak ada yang pasif sehingga proses pembelajaran lebihefektif dan bermakna.Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dikelas IV SDN Wonorejo II / 313 siswa cenderung malasdikarenakan dalam pembelajaran masih didominasi olehguru. Guru kurang variatif dalam menyampaikan materikarena guru masih berpegang teguh pada buku pelajaran.Kesalahan dalam memilih strategi atau metode yangdigunakan akan berakibat fatal. Siswa tidak memahamiisi pelajaran karena hanya mendengarkan penjelasan guruyang abstrak, sehingga ketuntasan belajar tidak dapatdicapai secara optimal.Kegiatan belajar mengajar dapat dilakukandengan berbagai strategi dan model pembelajaran yangada. Dalam pembelajaran di SDN Wonorejo II / 313Surabaya, khususnya untuk mata pelajaran PendidikanKewarganegaraan di kelas IV sebagian besar gurumenerapkan metode ceramah dan tanya jawab. Denganmelalui metode ceramah dan tanya jawab sangat sulituntuk mengetahui apakah seluruh siswa sudahmemahami materi yang dijelaskan apa belum. Walaupunsiswa diberi kesempatan untuk bertanya, siswa tidak berani untuk bertanya tentang materi yang belumdipahami.Hal ini tentu saja mempengaruhi hasil belajarsiswa.Hasil ulangan formatif siswa rendah, dapat dilihatdari ketuntasan belajar. Nilai hasil ulangan formatif PKn,ternyata hanya 48% siswa yang mencapai ketuntasanbelajar (diatas KKM), sedangkan 52% belum mencapaiketuntasan belajar. Selain itu metode pembelajarantersebut tidak membentuk kemampuan berpikir siswauntuk berpikir kritis, rasional dan kreatif.Dalam hal iniKKM ditetapkan > 65 dan persentase ketuntasan klasikalmencapai > 80%.Idealnya guru tidak semata-mata hanyamemberikan ceramah yang sifatnya teksbook (
book oriented 
) kepada siswa, melainkan guru harus mampumerangsang/memotivasi siswa agar mampu membangunpengetahuan dalam pikirannya. Cara yang dapatdilakukan oleh guru adalah dengan membangun jaring- jaring komunikasi dan interaksi belajar yang bermaknamelalui pemberian informasi yang sangat bermakna danrelevan dengan kebutuhan siswa. Upaya guru tersebutdilakukan dengan cara memberi kesempatan kepadasiswa untuk menemukan atau menerapkan sendiri ide-idedan mengajak siswa untuk belajar menggunakan strategi-strategi mereka sendiri.Melihat fakta diatas, maka peneliti berpendapatperlu dilakukan perbaikan strategi pembelajaran PKnyang mengarah pada tujuan pembelajaran dan materiyang diajarkan serta peningkatan aktivitas belajarsiswa.Oleh karena itu, peneliti mengajukan perbaikankualitas pembelajaran PKn dengan menerapkan modelpembelajaran kooperatif tipe TPS
(Think Pair Share).
 Pemilihan model pembelajaran kooperatif tipe
Think Pair Share
didasari oleh beberapa alasan
 
 Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS)
 3diantaranya : (1) Mudah diterapkan dalam pembelajaran;(2) Tidak memerlukan waktu yang lama; (3) Tidak memerlukan perlakuan khusus pada diskusi kelompok;(4) Pembentukan kelompok mudah dilakukanPembelajaran kooperatif tipe
Think-Pair-Share
 merupakan cara untuk merubah pola belajar secaraberkelompok menjadi berpasangan. Pembelajarankooperatif tipe
Think-Pair-Share
dapat dirancang dengantepat agar siswa senang, tertarik dan merasatertantang.Diharapkan dengan diterapkannyapembelajaran kooperatif tipe Think-Pair-Share, siswadapat membangkitkan kesenangan dalam belajar secaraberkelompok dan membantu teman mengatasi kesulitandalam pembelajaran di kelas.Menurut Daryanto (2009:1)belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukanseseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkahlaku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasilpengalamannya sendiri dalam interaksi denganlingkungannya.Hasil Belajar adalah suatu hasil yang dicapaisetelah ia melalui suatu proses belajar yang berwujudangka atau simbol-simbol yang menyatakan kemampuansiswa dalam suatu materi pelajaran tertentu.Jadi hasil belajar pada dasarnya merupakan akibatdari pengalaman dari proses belajar siswa. Dan hasilbelajar yang dimaksud dalam penelitian ini adalah hasilbelajar dari bidang studi keterampilan pada materi bendakonstruksi.Hasil belajar yang dicapai siswa dipengaruhi duafaktor antara lain: faktor dari dalam siswa itu sendiri danfaktor yang datang dari luar diri siswa atau faktorlingkungan. Faktor yang datang dari dalam diri siswayaitu:(1) kemampuan, (2) motivasi belajar, (3) minat danperhatian, (4) sikap dan kebiasaan belajar, (5) ketekunan,(6) sosial ekonomi, (7) faktor fisik dan psikis (Sudjana,2005:39)
METODE
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan yangdilakukan untuk memperbaiki kualitas pembelajaran PKnpada siswa kelas IV. Proses pelaksanaan tindakandilaksanakan secara bertahap sampai penelitian iniberhasil. Prosedur tindakan dimulai dari (1) perencanaantindakan; (2) pelaksanaan tindakan; (3) pengamatan danevaluasi; (4) analisis dan refleksi (Muslich, 2010:40).
Diagram 3.1
(Sumber: Hopkins dalam Wiratmaja. 2007:12)Kegiatan pelaksanaan tindakan ini dilakukandengan fase-fase pembelajaran kooperatif tipeThink PairShare (TPS) yaitu: Fase 1: Memotivasi danmenyampaikan tujuan siswa untuk belajar; Fase 2:Berpikir
(thinking)
; Fase 3 : Berpasangan
(Pair)
; Fase 4:Berbagi
(Sharing)
; Fase 5: Evaluasi dan memberikanpenghargaan.Dalam memperoleh data, peneliti menggunakanbeberapa metode antara lain: (1) Observasi, Dalampenelitian tindakan kelas ini menggunakan teknik observasi langsung. Observasi langsung adalahpengamatan dan pencatatan yang dilakukan terhadapobjek di tempat kejadian atau berlangsungnya peristiwa,sehingga observasi berada bersama objek yang diselidikiini. (Margono, 2009:159); (2) Tes, Tes adalah alat atauprosedur yang digunakan untuk mengetahui ataumengukur sesuatu dalam suasana dengan cara dan aturan-aturan yang sudah ditentukan. (Arikunto, 2009:53). Tesdalam penelitian ini digunakan untuk mengumpulkandata hasil belajar siswa yang dilaksanakan setelah prosespembelajaran yang menerapkan model pembelajarankooperatif tipe
Think Pair Share
; (3) Angket/Responsiswa, Angket respon siswa dibagikan pada akhirpembelajaran siklus kedua dan diisi oleh 25 siswa kelasIV SDN Wonorejo II/313 Surabaya. Angket inidigunakan untuk mengetahui bagaimana respon siswaterhadap pembelajaran dengan model pembelajarankooperatif tipe
Think Pair Share
yang baru dilakukanoleh peneliti.PlaningReflectionActionReflectionActionReflectionAction
Siklus ISiklus IISiklus III
RevisedPlanningRevisedPlanning

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->