Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword or section
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Kepmen Pedoman Pengelolaan DAS

Kepmen Pedoman Pengelolaan DAS

Ratings: (0)|Views: 4 |Likes:
Published by Proyek Scbfwm
Pedoman ini disusun dengan maksud memberikan arahan umum atau acuan dalam
menyelenggarakan pengelolaan DAS dan disesuaikan dengan perkembangan dan pergeseran
paradigma dalam melaksanakan pembangunan yang berkelanjutan. Pedoman ini sifatnya umum
yang dapat digunakan baik untuk pengelolaan DAS lintas propinsi, lintas kabupaten/Kota maupun
DAS dalam satu kabupaten/Kota. Karena itu Pedoman ini diharapkan dapat disesuaikan dengan
kondisi dan tuntutan spesifik pada masing-masing wilayah dan disesuaikan dengan kewenangan
yang dimiliki masing-masing daerah.
Tujuan penyusunan pedoman ini adalah terbentuknya persamaan persepsi dan langkah dalam
melaksanakan pengelolaan DAS sesuai dengan karakteristik ekosistemnya, sehingga pemanfaatan
sumberdaya alam dan upaya konservasinya dapat dilakukan secara optimal, berkeadilan, dan
berkelanjutan. Muara dari keseluruhan upaya pengelolaan DAS yang optimal ini adalah
terjaganya integritas fungsi DAS dan meningkatnya kesejahteraan masyarakat yang tinggal di
dalamnya.

Sumber : Bappenas
Pedoman ini disusun dengan maksud memberikan arahan umum atau acuan dalam
menyelenggarakan pengelolaan DAS dan disesuaikan dengan perkembangan dan pergeseran
paradigma dalam melaksanakan pembangunan yang berkelanjutan. Pedoman ini sifatnya umum
yang dapat digunakan baik untuk pengelolaan DAS lintas propinsi, lintas kabupaten/Kota maupun
DAS dalam satu kabupaten/Kota. Karena itu Pedoman ini diharapkan dapat disesuaikan dengan
kondisi dan tuntutan spesifik pada masing-masing wilayah dan disesuaikan dengan kewenangan
yang dimiliki masing-masing daerah.
Tujuan penyusunan pedoman ini adalah terbentuknya persamaan persepsi dan langkah dalam
melaksanakan pengelolaan DAS sesuai dengan karakteristik ekosistemnya, sehingga pemanfaatan
sumberdaya alam dan upaya konservasinya dapat dilakukan secara optimal, berkeadilan, dan
berkelanjutan. Muara dari keseluruhan upaya pengelolaan DAS yang optimal ini adalah
terjaganya integritas fungsi DAS dan meningkatnya kesejahteraan masyarakat yang tinggal di
dalamnya.

Sumber : Bappenas

More info:

Categories:Types, Research
Published by: Proyek Scbfwm on Feb 13, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/19/2014

pdf

text

original

 
DRAFT FINAL SEKRETARIAT TKPSDA 2003 
1
PEDOMAN TEKNISPENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI TERPADUBAB IPENDAHULUAN1.1 Latar Belakang
Daerah Aliran Sungai (DAS) merupakan satu kesatuan ekosistem yang unsur-unsur utamanyaterdiri atas sumberdaya alam tanah, air dan vegetasi serta sumberdaya manusia sebagai pelakupemanfaat sumberdaya alam tersebut. DAS di beberapa tempat di Indonesia memikul beban amatberat sehubungan dengan tingkat kepadatan penduduknya yang sangat tinggi dan pemanfaatansumberdaya alamnya yang intensif sehingga terdapat indikasi belakangan ini bahwa kondisi DASsemakin menurun dengan indikasi meningkatnya kejadian tanah longsor, erosi dan sedimentasi,banjir, dan kekeringan. Disisi lain tuntutan terhadap kemampuannya dalam menunjang systemkehidupan, baik masyarakat di bagian hulu maupun hilir demikian besarnya.Sebagai suatu kesatuan tata air, DAS dipengaruhi kondisi bagian hulu khususnya kondisi biofisik daerah tangkapan dan daerah resapan air yang di banyak tempat rawan terhadap ancamangangguan manusia. Hal ini mencerminkan bahwa kelestarian DAS ditentukan oleh pola perilaku,keadaan sosial-ekonomi dan tingkat pengelolaan yang sangat erat kaitannya dengan pengaturankelembagaan (institutional arrangement).Tidak optimalnya kondisi DAS antara lain disebabkan tidak adanya adanya ketidakterpaduanantar sektor dan antar wilayah dalam pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan DAStersebut. Dengan kata lain, masing-masing berjalan sendiri-sendiri dengan tujuan yangkadangkala bertolak belakang. Sulitnya koordinasi dan sinkronisasi tersebut lebih terasa denganadanya otonomi daerah dalam pemerintahan dan pembangunan dimana daerah berlomba memacumeningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan memanfaatkan sumberdaya alam yang ada.Permasalahan ego-sektoral dan ego-kedaerahan ini akan menjadi sangat komplek pada DAS yanglintas kabupaten/kota dan lintas propinsi. Oleh karena itu, dalam rangka memperbaiki kinerjapembangunan dalam DAS maka perlu dilakukan
pengelolaan DAS secara terpadu.
Pengelolaan DAS terpadu dilakukan secara menyeluruh mulai keterpaduan kebijakan, penentuansasaran dan tujuan, rencana kegiatan, implementasi program yang telah direncanakan sertamonitoring dan evaluasi hasil kegiatan secara terpadu. Pengelolaan DAS terpadu selainmempertimbangkan faktor biofisik dari hulu sampai hilir juga perlu mempertimbangkan faktorsosial-ekonomi, kelembagaan, dan hukum. Dengan kata lain, pengelolaan DAS terpadudiharapkan dapat melakukan kajian integratif dan menyeluruh terhadap permasalahan yang ada,upaya pemanfaatan dan konservasi sumberdaya alam skala DAS secara efektif dan efisien.
 
DRAFT FINAL SEKRETARIAT TKPSDA 2003 
2
1.2 Tujuan Pedoman Teknis Pengelolaan DAS Terpadu
Pedoman ini disusun dengan maksud memberikan arahan umum atau acuan dalammenyelenggarakan pengelolaan DAS dan disesuaikan dengan perkembangan dan pergeseranparadigma dalam melaksanakan pembangunan yang berkelanjutan. Pedoman ini sifatnya umumyang dapat digunakan baik untuk pengelolaan DAS lintas propinsi, lintas kabupaten/Kota maupunDAS dalam satu kabupaten/Kota. Karena itu Pedoman ini diharapkan dapat disesuaikan dengankondisi dan tuntutan spesifik pada masing-masing wilayah dan disesuaikan dengan kewenanganyang dimiliki masing-masing daerah.Tujuan penyusunan pedoman ini adalah terbentuknya persamaan persepsi dan langkah dalammelaksanakan pengelolaan DAS sesuai dengan karakteristik ekosistemnya, sehingga pemanfaatansumberdaya alam dan upaya konservasinya dapat dilakukan secara optimal, berkeadilan, danberkelanjutan. Muara dari keseluruhan upaya pengelolaan DAS yang optimal ini adalahterjaganya integritas fungsi DAS dan meningkatnya kesejahteraan masyarakat yang tinggal didalamnya.
1.3 Ruang Lingkup Pengelolaan DAS
Sasaran wilayah pengelolaan DAS adalah wilayah DAS yang utuh sebagai satu kesatuanekosistem yang membentang dari hulu hingga hilir. Penentuan sasaran wilayah DAS secara utuhini dimaksudkan agar upaya pengelolaan sumberdaya alam dapat dilakukan secara menyeluruhdan terpadu berdasarkan satu kesatuan perencanaan yang telah mempertimbangkan keterkaitanantar komponen-komponen penyusun ekosistem DAS (biogeofisik dan sosekbud) termasuk pengaturan kelembagaan dan kegiatan monitoring dan evaluasi. Kegiatan yang disebutkanterakhir berfungsi sebagai instrumen pengelolaan yang akan menentukan apakah kegiatan yangdilakukan telah/tidak mencapai sasaran.Ruang lingkup pengelolaan DAS secara umum meliputi perencanaan, pengorganisasian,implementasi/pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi terhadap upaya - upaya pokok berikut:a) Pengelolaan ruang melalui usaha pengaturan penggunaan lahan (landuse) dan konservasitanah dalam arti yang luas.b) Pengelolaan sumberdaya air melalui konservasi, pengembangan, penggunaan danpengendalian daya rusak air.c) Pengelolaan vegetasi yang meliputi pengelolaan hutan dan jenis vegetasi terestrial lainnyayang memiliki fungsi produksi dan perlindungan terhadap tanah dan air.d) Pembinaan kesadaran dan kemampuan manusia termasuk pengembangan kapasitaskelembagaan dalam pemanfaatan sumberdaya alam secara bijaksana, sehingga ikut berperandalam upaya pengelolaan DAS.
1.4 Terminologi dan Konsep Keterpaduan Pengelolaan DAS
Beberapa istilah yang perlu dipahami dan disepakati bersama dalam pengelolaan DAS adalahsebagai berikut:
 
DRAFT FINAL SEKRETARIAT TKPSDA 2003 
3a)
 
Daerah Aliran Sungai (DAS) adalah suatu wilayah daratan yang merupakan kesatuan dengansungai dan anak-anak sungainya yang dibatasi oleh pemisah topografis yang berfungsimenampung air yang berasal dari curah hujan, menyimpan dan mengalirkannya melalui kedanau atau ke laut secara alami.b)
 
Sub DAS adalah bagian DAS yang menerima air hujan dan mengalirkannya melalui anak sungai ke sungai utama. Setiap DAS terbagi habis ke dalam Sub DAS – Sub DAS.c)
 
Satuan Wilayah Sungai (SWS) adalah kesatuan wilayah pengelolaan sumberdaya air dalamsatu atau lebih DAS dan atau satu atau lebih pulau-pulau kecil , termasuk cekungan air bawahtanah yang berada dibawahnya.d)
 
Cekungan air bawah tanah adalah suatu wilayah yang dibatasi oleh batas-batas hidrogeologis,temapat sema kejadian hidrologis seperti proses pengibuhann, pengaliran, pelepasan air bawahtanah berlangsung.e)
 
Pengelolaan DAS adalah upaya manusia di dalam mengendalikan hubungan timbal balik antara sumberdaya alam dengan manusia di dalam DAS dan segala aktifitasnya, dengan tujuanmembina kelestarian dan keserasian ekosistem serta meningkatkan manfaat sumberdaya alambagi manusia secara berkelanjutan.f)
 
Pengelolaan DAS Secara Terpadu adalah suatu proses formulasi dan implementasi kebijakandan kegiatan yang menyangkut pengelolaan sumberdaya alam, sumberdaya buatan danmanusia dalam suatu DAS secara utuh dengan mempertimbangkan aspek-aspek fisik, sosial,ekonomi dan kelembagaan di dalam dan sekitar DAS untuk mencapai tujuan yang diinginkan.g)
 
Rencana Pengelolaan DAS merupakan konsep pembangunan yang mengakomodasikanberbagai peraturan perundang-undangan yang berlaku dan dijabarkan secara menyeluruh danterpadu dalam suatu rencana berjangka pendek, menengah maupun panjang yang memuatperumusan masalah spesifik di dalam DAS, sasaran dan tujuan pengelolaan, arahan kegiatandalam pemanfaatan, peningkatan dan pelestarian sumberdaya alam air, tanah dan vegetasi,pengembangan sumberdaya manusia, arahan model pengelolaan DAS, serta sistemmonitoring dan evaluasi kegiatan pengelolaan DAS.h)
 
Tata air DAS adalah hubungan kesatuan individual unsur-unsur hidrologis yang meliputihujan, aliran permukaan dan aliran sungai, peresapan, aliran air tanah, evapotranspirasi danunsur lainnya yang mempengaruhi neraca air suatu DAS.i)
 
Lahan kritis adalah lahan yang keadaan biofisiknya sedemikian rupa sehingga lahan tersebuttidak dapat berfungsi secara baik sesuai dengan peruntukannya sebagai media produksimaupun sebagai media tata air. j)
 
Konservasi tanah adalah upaya mempertahankan, merehabilitasi dan meningkatkan dayaguna lahan sesuai dengan peruntukannya.k)
 
Rehabilitasi Lahan dan Konservasi Tanah (RLKT) adalah upaya manusia untuk memulihkan,mempertahankan, dan meningkatkan daya dukung lahan agar berfungsi optimal sesuai denganperuntukannya.
1.5 Pentingnya Pengelolaan DAS Terpadu
Pentingnya asas keterpaduan dalam pengelolaan DAS erat kaitannya dengan pendekatan yangdigunakan dalam pengelolaan DAS, yaitu pendekatan ekosistem. Ekosistem DAS merupakansistem yang kompleks karena melibatkan berbagai komponen biogeofisik dan sosial ekonomi dan

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->