Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Khotbah Sholat Jumat

Khotbah Sholat Jumat

Ratings: (0)|Views: 26 |Likes:
Published by Xsan Ekstrem

More info:

Published by: Xsan Ekstrem on Feb 13, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/06/2013

pdf

text

original

 
Khotbah Sholat JumatSuap
(Risywah)
Dalam Perspektif Islam
 
:
.
:.
Hadirin sidang sholat jumat yang dimuliakan Allah
 
Alhamdulillah, limpahan nikmat yang Allah karuniakan kepada kita tak henti-hentinya kitarasakan, nikmat iman, nikmat sehat, nikmat keamanan, nikmat persaudaraan, nikmat kecukupandan nikmat usia yang sampai hari ini Allah masih menghimpun kita bersama untuk melkasanakan ibadah sholat jumat, untuk itu marilah kita senantiasa memacu diri untuk menjagakondisi keimanan kita, meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah dengan penuhkesungguhan, terlebih di tengah kehidupan dan kondisi bangsa dan negara kita yang mengalamitantangan yang berat, yang membutuhkan pribadi-pribadi yang kokoh dan mampu bertahandengan beratnya ujian akan sebuah kejujuran, sifat amanah dan bertanggung jawab terhadappencipta-Nya dan masyarakat. Semoga Allah meneguhkan hati kita dalam keimanan, menjagadiri dan keluarga kita dari kerusakan dan bencana.
 Amiin ya rabbal 'alamiin.
 Sholawat dan salam marilah kita sampaikan kepada baginda Rosulullahtercinta,
 Allahumma
 
sholli wa sallim wa baarik 'ala Muhammadin wa 'ala ali Muhammad kamaashollaita wa sallamta wa baarakta 'alaa Ibrahim wa 'alaa aali Ibrahim fil 'aalamina innakahamidun majiid.
Semoga syafaat beliau dapat kita raih di akhirat kelak,
amiin
 
 ya rabbal alamin.
 Hadirin yang jamaah sholat jumat yang dirahmati AllahKita tentunya banyak dan sering mengikuti perkembangan bangsa kita Indonesia, baik darimedia cetak maupun elektonik, berita-berita di televisi, radio dan internet yang tak pernah sepidari membahas permasalahan-permasalahan bangsa yang tak kunjung selesai sampai saat ini,permasalahan berupa kasus korupsi, suap, menyalahgunakan wewenang menjadi topik hangatyang sering didiskusikan, dibahas dan diberitakan; larinya tahanan dan para koruptor keluar daripenjara dengan menikmati hiburan bahkan jalan-jalan keluar negeri dengan menyuap pejabatyang berwenang tampaknya suatu hal yang biasa dan ringan. Apakah suap atau
risywah
dalamistilah Islam adalah suatu hal yang kecil ataukah sebaliknya, yaitu termasuk dosa besar danpelakunya mendapatkan siksa yang berat di akhirat kelak?.Hadirin yang dimuliakan AllahDalam kesempatan jumat kali ini, khatib akan membahas tema penting, untuk kembalimenyegarkan pemahaman kita tentang
risywah
atau suap di dalam Islam. Kata
 Risywah
menurutbahasa dalam kamus
 Al-Mishbahul Munir dan Kitab Al-Muhalla ibnu Hazm
yaitu:
"pemberian yang diberikan seseorang kepada hakim atau lainnya untuk memenangkan perkaranya dengancara yang tidak dibenarkan atau untuk mendapatkan sesuatu yang sesuai dengankehendaknya." 
Atau pengertian
risywah
menurut
Kitab Lisanul 'Arab dan Mu'jamulWashith
yaitu:
"pemberian yang diberikan kepada seseorang agar mendapatkan kepentingantertentu
". Maka berdasarkan definisi tersebut, suatu yang dinamakan
risywah
adalah jikamengandung unsur pemberian atau
athiyah
, ada niat untuk menarik simpati orang lainatau
istimalah
, serta bertujuan untuk membatalkan yang benar
(Ibtholul haq
), merealisasikankebathilan
(ihqoqul bathil)
, mencari keberpihakan yang tidak dibenarkan
(almahsubiyah bighoirihaq)
, mendapat kepentingan yang bukan menjadi haknya
(al hushul 'alal manafi')
danmemenangkan perkaranya atau
al hukmu lahu.
 
 
Hadirin sidang sholat jumat yang berbahagiaBagaimanakah hukum
risywah
dalam Islam? Beberapa nash di dalam Al-Quran dan SabdaRosulullah mengisyaratkan bahkan menegaskan bahwa
 Risywah
suatu yang diharamkan di dalamsyariat, bahkan termasuk dosa besar, Allah Swt berfirman:
"Dan janganlah kamu memakan harta sebagian dari kamu dengan jalan yang batil, dan janganlah kamu membawa urusan harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakansebagian daripada harta benda orang lain dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamumengetahui.
(QS. Al-Baqoroh: 188)Kemudian firman Allah:
"Mereka itu adalah orang-orang yang suka mendengar berita bohong, banyak memakan yangharam" 
(QS. Al-Maidah; 42)Iman Al-Hasan dan Said bin Jubair mengomentari ayat ini dengan mengatakan bahwama'na
"akkaluuna lisshuht" 
yaitu
risywah
, karena
risywah
identik dengan memakan harta yangdiharamkan Allah.Di dalam hadits disebutkan:
:
 Dari Abdullah bin Umar ra berkata, "Rosulullah melaknat bagi penyuap dan yang menerimasuap." 
(HR. Al-Khamsah dishohihkan oleh at-Tirmidzi)
 
" :: : ": : . " ".
"Setiap daging yang tumbuh dari barang yang haram (ashuht), nerakalah yang paling layak untuknya. Sahabat bertanya: "Wahai Rosulullah, apa barang haram yang di maksud itu?". Rosulullah bersabda: "Suap dalam perkara hukum." 
(Tafsir Al-Quthubi, tafsir surat Al-Maidahayat: 42)Umar bin Khatthab berkata: menyuap hakim adalah dari perkara shuht. Ibnu Mas'udberkata:
"Perbuatan Shuht adalah seseorang menyelesaikan hajat saudaranya maka orangtersebut memberikan hadiah kepadanya lalu dia menerimanya." 
 Hadirin sidang sholat jumat yang dimuliakan AllahDari uraian ayat-ayat dan hadits di atas, jelaslah bahwa suap merupakan perkara yangdiharamkan oleh Islam, baik memberi ataupun menerimanya sama-sama diharamkan di dalamsyariat. Namun ada pengecualian yang menurut mayoritas ulama memperbolehkan penyuapanyang dilakukan oleh sesorang untuk mendapatkan haknya, karena dia dalam kondisi yang benardan mencegah kezholiman terhadap orang lain, dalam hal ini dosanya tetap ditanggung oleh yangmenerima suap.
(Hal ini dapat dilihat lebih mendalam dalam kitab Kasyful Qina' 6/304) Nihayatul Muhtaj 8/ 243, AlQurthubi 6/183, Al-Muhalla 8/118, Matholib ulin Nuha, dalam bab-bab yang membahas tentang suap dan memakan harta haram).
 Dalam permasalahan ini Imam Abu Hanifah membagi pengertian
risywah
ini ke dalam 4 hal:
Pertama
, memberikan sesuatu untuk mendapatkan pangkat dan kedudukan ataupun jabatan,maka hukumnya adalah haram bagi pemberi maupun penerima.
Kedua
, memberikan sesuatu kepada hakim agar bisa memenagkan perkaranya, hukumnyaadalah haram bagi penyuap dan yang disuap, walaupun keputusan tersebut adalah benar, karenahal itu adalah sudah menjadi tugas seorang hakim dan kewajibannya.
 
Ketiga
, memberikan sesuatu agar mendapat perlakuan yang sama di hadapan penguasa dengantujuan mencegah kemudharatan dan meraih kemaslahatan, hukumnya haram bagi yang dsuapsaja. Al-Hasan mengomentari sabda Nabi yang berbunyi,
 Rasulullah melaknat orang yangmenyuap dan disuap
" dengan berkata,
"jika ditujukan untuk membenarkan yang salah danmenyelahkan yang benar. Adapun jika seseorang memberikan hartanya selama untuk melindungi kehormatannya maka hal itu tidak apa-apa".
Keempat
, memberikan sesuatu kepada seseorang yang tidak bertugas di pengadilan atau instansitertentu agar bisa menolongnya dalam mendapatkan haknya di pengadilan atau pada instansitersebut, maka hukumnya halal bagi keduanya, baik pemberi dan penerima, karena hal tersebutsebagai upah atas tenaga dan potensi yang dikeluarkan nya. Tapi Ibnu Mas'ud dan Masyruq lebihcenderung bahwa pemberian tersebut termasuk juga suap yang dilarang, karena orang tersebutmemang harus membantunya agar tidak terzholimi, sebagaimana firman Allah:
"Dan janganlah sekali-kali karena kebencianmu kepada suatu kaum karena merekamenghalang-halangi kamu dari Masjidil Haram, mendorong kamu berbuat aniaya (kepadamereka). Dan tolong menolonglah kamu dalam mengerjakan kebaikan dan ketakwaan, dan janganlah tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah maha berat siksanya
." (dari kitab Mau'shuah Fiqhiyah dan Tafsir ayatahkam Lil Jashosh)Kaum muslimin yang dirahmati AllahMaka bila dilihat dari sisi esensi
risywah
yaitu pemberian
(athiyyah),
maka ada beberapa istilahdalam Islam yang memiliki keserupaan dengannya, di antara hal tersebut adalah:
Pertama: Hadiah
, yaitu pemberian yang diberikan kepada seseorang sebagai penghargaan atauala sabilil ikram. Perbedaannya dengan
risywah
adalah, jika
risywah
diberikan dengan tujuanuntuk mendapatkan apa yang diinginkan, sedangkan hadiah diberikan dengan tulus sebagaipenghargaan dan rasa kasih sayang.
Kedua: Hibah
, yaitu pemberian yang diberikan kepada seseorang dengan tanpa mengharapkanimbalan dan tujuan tertentu. Perbedaannya dengan
risywah
adalah bahwa
 Ar-Raasyi
yaitupemberi suap memberikan sesuatu karena ada tujuan dan kepentingan tertentu, sedangkan
 Al-Waahib
atau pemberi hibah memberikan sesuatu tanpa tujuan dan kepentingan tertentu.
Ketiga: Shadaqoh
, yaitu pemberian yang diberikan kepada seseorang karena mengharapkankeridhoaan dan pahala dari Allah Swt. Seperti halnya zakat ataupun infaq. Perbedaannyadengan
risywah
adalah bahwa seseorang yang bersedekah ia memberikan sesuatu hanya karenamengharapkan pahala dan keridhoaan Allah semata tanpa unsur keduniawian yang dia harapkandari pemberian tersebut.Lalu bagaimanakan jika pemberian hadiah atau hibah tersebut diberikan oleh seseorang kepadapejabat pemerintah atau penguasa, ataupun hakim, maka dalam hal ini Imam Bukhorimeriwayatkan hadits dari Abu Humaid As-saidi dalam hadits yang masyhur dengan istilahHadits Ibnul Utbiyah sebagai berikut:
 Dari Abi Humaid As Sa'idi ra berkta Nabi saw mengangkat seseorang dari suku Azdy bernama Ibnu Al-Utbiyyah untuk mengurusi zakat, tatkala ia datang kepada Rosulullah, ia berkata: Iniuntuk anda dan ini dihadiahkan untuk saya. Rosulullah bersabda, " Kenapa ia tidak duduk sajadi rumah ayahnya aatau ibunya, lantas melihat apakah ia akan diberi hadiah atau tidak. Demi Zat yang jiwaku berada ditangan-Nya tidaklah seseorang mengambilnya darinya sesuatupunkecuali ia datang pada hari kiamat dengan memikulnya di lehernya, kalau unta atau sapi ataukambing semua akan bersuara dengan suaranya, kemudian Rosulullah mengangkat tangannya

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->