Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
P. 1
Kelainan Refraksi

Kelainan Refraksi

Ratings: (0)|Views: 2,350|Likes:
Published by Meiustia Rahayu

More info:

Published by: Meiustia Rahayu on Feb 14, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/27/2013

pdf

text

original

 
BAB IPENDAHULUAN
2.1
Latar Belakang
Mata merupakan sebuah indra tubuh yang memiliki fungsi optik yang identik dengan sebuah kamera. Pada mata terdapat pupil yang miripdengan sistem apertura pada kamera sebagai pengatur jumlah cahaya yangmasuk ke sistem optik, sebuah lensa untuk yang berfungsi sebagai mediarefraksi, dan retina yang mirip kertas film pada kamera sebagai tempat jatuhnya bayangan cahaya. Lensa mata merupakan sebuah lensa cembungyang akan membiaskan cahaya membentuk bayangan terbalik dandiperkecil. Bayangan ini nantinya diteruskan melalui nervus optikus menujuotak untuk diterjemahkan sebagai gambaran dengan sisi yang tegak dansama besar.
1
Proses yang berperan dalam penglihatan yaitu fungsi refraksi darimata.Fungsi refraksi yang normal atau emetropia terjadi bila sinar sejajar masuk terfokus di retina dengan mata dalam keadaan istirahat tida berakomodasi.
1,2
Dibandingkan fungsi refraksi yang normal, kelainanrefraksilebihseringditemui.Kelainan refraksidibagimenjadimiopia(penglihatandekat),hipermetropia(penglihatanjauh),astigmatisma, danpresbiopia. Secara umum, kelainanrefraksidisebabkanolehabnormalitaskelengkungankorneadan lensa sertaketidakseimbangan kekuatanpembiasan cahayaolehmata yangdipengaruhisumbupanjangbola mata.
2
Kelainanrefraksimerupakansalah satu penyebabgangguanpenglihatanyang palingseringdanmerupakanpenyebabkeduakebutaanyang dapatdikoreksi.
World Health Organization
(WHO)menyatakanbahwa di seluruh duniaterdapat135juta orangdengankelainanrefraksidansekitar8jutaorangakanberkembangmenjadikebutaan.
3,4
Hasil survei kesehatan indera penglihatan dan pendengaran tahun 1993-1996 pada delapan provinsi di1
 
Indonesia menunjukkanangka kelainan refraksi yang menyebabkan kebutaansebanyak 0,14% dari total kelainan refraksi sebanyak 22,1% di mana 10%dari 66 juta anak usia sekolah (5-19 tahun) menderita kelainanrefraksi.
5
Penggunaankacamatakoreksiolehpendudukduniacukupbervariasi,sebanyak51% di AmerikaSerikat, 44%di Asia(Jepang,Singapura, danTaiwan), 17% diAustralia, serta6,4% di Brazil.
4
Sementara itu, pemakaiankacamata koreksi di Indonesia masih rendah yaitu 12,5% dari prevalensi.
5
2.2Batasan Masalah
Makalah ini membahas tentang definisi, epidemiologi, klasifikasi,etiologi, diagnosis, dan tatalaksana pada kelainan refraksi.
2.3Tujuan Penulisan1.3.1Tujuan Umum
Penulisan makalah ini bertujuan untuk membahas kelainan refraksi.
1.3.2Tujuan Khusus
1.
Mampu memahami dan menjelaskan anatomi mediarefraksi.
2.
Mampu memahami dan menjelaskan mekanisme refraksi,akomodasi, dan penglihatan
3.
Mampu memahami dan menjelaskan definisi, epidemiologi,klasifikasi, etiologi, patogenesis, diagnosis, dan tatalaksana padakelainan refraksi.
2.4Metode Penulisan
2
 
Penulisan makalah ini berdasarkan tinjauan kepustakaan yangmerujuk pada berbagai literatur.
BAB IITINJAUAN PUSTAKA
2.1
Anatomi Media Refraksi
Sesuai dengan perannya sebagai alat optik tubuh, mata memilikistruktur yang berfungsi untuk merefraksikan seluruh cahaya yang masuk kemata melalui media refraksi, sebagai berikut:
2,6
3

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->