Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Partial Least Square

Partial Least Square

Ratings: (0)|Views: 221|Likes:
Published by sentri
Analisis data menggunakan Partial Least Squere
Analisis data menggunakan Partial Least Squere

More info:

Published by: sentri on Feb 14, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

10/22/2013

pdf

text

original

 
Analisis Data Menggunakan Partial Least Square (PLS)^ [Part 1]
Partial Least Square (PLS)
menurut Wold merupakan metode analisis yang powerfuloleh karena tidak didasarkan banyak asumsi. PLS sebagai teknik analisis data dengansoftware SmartPLS versi 2.0.M3 yang dapat di-download darihttp://www.smartpls.de, karena metode PLS mempunyai keunggulan tersendiridiantaranya: data tidak harus berdistribusi normal multivariate (indikator denganskala kategori, ordinal, interval sampai rasio dapat digunakan pada model yang sama)dan ukuran sampel tidak harus besar. Walaupun PLS digunakan untuk menkonfirmasiteori, tetapi dapat juga digunakan untuk menjelaskan ada atau tidaknya hubunganantara variabel laten. PLS dapat menganalisis sekaligus konstruk yang dibentukdengan indikator refleksif dan indikator formatif dan hal ini tidak mungkin dijalankandalam Structural Equation Model (SEM) karena akan terjadi unidentified model. PLSmempunyai dua model indikator dalam penggambarannya, yaitu:
 
a. Model Indikator Refleksif 
 
Model Indikator Refleksif sering disebut juga principal factor model dimanacovariance pengukuran indikator dipengaruhi oleh konstruk laten atau mencerminkanvariasi dari konstruk laten. Pada Model Refleksif konstruk unidimensional digambarkandengan bentuk elips dengan beberapa anak panah dari konstruk ke indikator, modelini menghipotesiskan bahwa perubahan pada konstruk laten akan mempengaruhiperubahan pada indikator. Model Indikator Refleksif harus memiliki internalkonsistensi oleh karena semua ukuran indikator diasumsikan semuanya valid indikatoryang mengukur suatu konstruk, sehingga dua ukuran indikator yang samareliabilitasnya dapat saling dipertukarkan. Walaupun reliabilitas (cronbach alpha)suatu konstruk akan rendah jika hanya ada sedikit indikator, tetapi validitas konstruktidak akan berubah jika satu indikator dihilangkan.
 
b. Model Indikator Formatif 
 
Model Formatif tidak mengasumsikan bahwa indikator dipengaruhi oleh konstruktetapi mengasumsikan semua indikator mempengaruhi single konstruk. Arah hubungankausalitas mengalir dari indikator ke konstruk laten dan indikator sebagai grup secarabersama-sama menentukan konsep atau makna empiris dari konstruk laten. Olehkarena diasumsikan bahwa indikator mempengaruhi konstruk laten maka adakemungkinan antar indikator saling berkorelasi, tetapi model formatif tidakmengasumsikan perlunya korelasi antar indikator atau secara konsisten bahwa modelformatif berasumsi tidak adanya hubungan korelasi antar indikator, karenanya ukuraninternal konsistensi reliabilitas (cronbach alpha) tidak diperlukan untuk mengujireliabilitas konstruk formatif. Kausalitas hubungan antar indikator tidak menjadirendah nilai validitasnya hanya karena memiliki internal konsistensi yang rendah(cronbach alpha), untuk menilai validitas konstruk perlu dilihat variabel lain yangmempengaruhi konstruk laten. Jadi untuk menguji validitas dari konstruk laten,peneliti harus menekankan pada nomological dan atau criterion-related validity.Implikasi lain dari Model Formatif adalah dengan menghilangkan satu indikator dapatmenghilangkan bagian yang unik dari konstruk laten dan merubah makna darikonstruk.
 
 
Langkah – langkah (
standar
) Analisis Data dengan PLS
 
Analisis data dan pemodelan persamaan struktural dengan menggunakan softwarePLS, adalah sebagai berikut:
 
1.Merancang Model Struktural (Inner Model)Inner Model atau Model Struktural menggambarkan hubungan antar variabel latenberdasarkan pada substantive theory. Perancangan Model Struktural hubungan antarvariabel laten didasarkan pada rumusan masalah atau hipotesis penelitian.
 2. Merancang Model Pengukuran (Outer Model) 
Outer Model atau Model Pengukuran mendefinisikan bagaimana setiap blok indikatorberhubungan dengan variabel latennya. Perancangan Model Pengukuran menentukansifat indikator dari masing-masing variabel laten, apakah refleksif atau formatif,berdasarkan definisi operasional variabel.
 
3. Konversi Diagram Jalur ke Sistem Persamaan
 
a. Model persamaan dasar dari Inner Model dapat ditulis sebagai berikut:Ŋ = β0 + βŋ + Гξ + ζ
 
Ŋj = Σi βji ŋi + Σi
ү
jb ξb + ζj
 
b. Model persamaan dasar Outer Model dapat ditulis sebagai berikut:
 
X = Λx ξ + εx
 
Y = Λy ŋ + εy
 
4. Estimasi : Weight, Koefisien Jalur, dan Loading
 
Metode pendugaan parameter (estimasi) di dalam PLS adalah metode kuadrat terkecil(least square methods). Proses perhitungan dilakukan dengan cara iterasi, dimanaiterasi akan berhenti jika telah tercapai kondisi kenvergen. Pendugaan parameter didalam PLS meliputi 3 hal, yaitu:
 
Weight estimate yang digunakan untuk menghitung data variabel laten.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->