Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Diabetes Melitus (Tinjauan Teori)

Diabetes Melitus (Tinjauan Teori)

Ratings: (0)|Views: 506|Likes:
Published by Agung Jaya

More info:

Published by: Agung Jaya on Feb 15, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/15/2013

pdf

text

original

 
ASUHAN KEPERAWATANPADA PASIEN DENGAN DIABETES MELLITUS [DM]
By : V.M. Endang Sri Purwadmi Rahayu
A. Pengertian
Diabtes Melitus [DM] merupakan suatu penyakit kronik yang kompleks yangmelibatkan kelainan metabolisme karbohidrat, protein dan lemak serta berkembangnyakomplikasi makrovaskuler dan neurologis [Sujono Riyadi dan Sukarmin, 2008:69].Brunner and Suddarth [2002:1220] mendefinisikan DM merupakan sekelompok kelainanheterogen yang ditandai oleh kenaikan kadar glukosa dalam darah atau hiperglikemia.Pada DM terdapat penurunan dalam kemampuan untuk berespons terhadap insulin danatau penurunan atau pankreas sama sekali tidak memproduksi insulin.Slamet Suyono [dalam Penatalaksanaan DM Terpadu, 2009] menyatakan DMadalah suatu kumpulan gejala yang timbul pada seseorang yang disebabkan oleh karenaadanya peningkatan kadar glukosa darah akibat penurunan sekresi insulin yang progresif yang dilatar belakangi oleh resistensi insulin.Keadaan ini dapat menimbulkan hiperglikemia yang dapat mengakibatkan berbagai komplikasi metabolic seperti ketoasidosis [KAD] dan sindrom hiperglikemik hiperosmoler mnon-ketotik [HHNK]. Hiperglikemi jangka panjang dapat menyebabkankomplikasi mikrovaskuler yang kronis pada ginjal, mata, saraf, dan komplikasimakrovaskuler seperti miokard infark, stroke, dan penyakit vaskuler perifer.Pada orang normal, badan memerlukan bahan untuk membentuk sel baru danmengganti sel yang rusak. Di samping itu badan juga memerlukan energi supaya sel badan berfungsi dengan baik. Energi pada manusia berasal dari bahan makanan kitasehari – hari seperti karbohidrat [gula dan tepung-tepungan], protein [asam amino], danlemak [asam lemak]. Pengolahannya dimulai dari mulut, lambung, dan usus. Di dalamsaluran pencernaan bahan tersebut dipecah menjadi glukosa [KH], asamn amino[protein], dan asam lemak [lemak]. Kemudian ke 3 zat tersebut diserap oleh usus danmasuk ke pembuluh darah serta diedarkan ke seluruh tubuh untuk digunakan oleh seluruhorgan-organ sebagai bahan bakar. Di dalam sel terjadi proses metabolisme, terutamaglukosa dibakar melalui proses kimia yang rumit, yang akhirnya menghasilkan energi.1
 
Dalam proses metabolisme, insulin memegang peranan penting untuk memasukkanglukosa ke dalam sel, selanjutnya dapat dipakai sebagai bahan bakar.Insulin adalah hormon yang dikeluarkan oleh sel beta di pankreas [pulau-pulauLangerhans], yang sangat berperan di dalam mengatur glukosa darah. Insulin diibaratkansebagai anak kunci yang dapat membuka pintu masuknya glukosa ke dalam sel,selanjutnya di dalam sel glukosa dimetabolisme untuk menghasilkan energi [tenaga]. Bilainsulin tidak ada [DM Tipe 1] atau bila insulin kerjanya tidak baik seperti dalam keadaanresistensi insulin [DM Tipe 2], maka glukosa tidak dapat masuk seldengan akibat glukosatetap di dalam pembuluh darah yang artinya kadarnya di dalam darah meningkat. Dalamkeadaan seperti ini badan akan jadi lemah karena tidak ada sumber energi di dalam sel.Pada gambar 1 dalam keadaan normal, tampak insulin cukup dan sensitif, insulinakan ditangkap oleh reseptor insulin yang ada pada permukaan sel otot, kemudianmembuka pintu masuk sel hingga glukosa dapat masuk sel untuk kemudian dibakar menjadi energi/tenaga. Akibatnya glukosa dalam darah normal.Gambar 1Insulin sensitif [normal]2
 
Pada gambar 2, pada diabetes, didapatkan jumlah insulin yang kurang atau pada keadaankualitas insulinnya tidak baik [resistensi insulin], meskipun insulin ada dan reseptor jugaada, tapi karena ada kelainan di dalam sel itu sendiri maka pintu sel tetap tidak dapatterbuka [tetap tertutup] hingga glukosa tidak dapat masuk ke dalam sel untuk dibakar [dimetabolisme]. Akibatnya glukosa tetap berada di luar sel sehingga kadar glukosadalam darah meningkat.Gambar 2Resistensi Insulin [DM Tipe2]3

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->