Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
KEPMEN_001-2005

KEPMEN_001-2005

Ratings: (0)|Views: 161|Likes:
Published by mpirjakarta
Dasar Hukum Kegiatan Pra-Program Akses Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal.
Dasar Hukum Kegiatan Pra-Program Akses Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal.

More info:

Categories:Business/Law
Published by: mpirjakarta on Feb 15, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

04/09/2014

pdf

text

original

 
 
MENTERI NEGARAPEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGALREPUBLIK INDONESIA
KEPUTUSANMENTERI NEGARA PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGALREPUBLIK INDONESIANOMOR : 001/KEP/M-PDT/I/2005TENTANGSTRATEGI NASIONALPEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGALMENTERI NEGARA PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGALMenimbang
: a.
 
bahwa pada hakekatnya pembangunan nasional harus bersifat adil,demokrasi, terbuka, partisipatif dan terintegrasi, sehingga kesenjanganpembangunan daerah yang ada saat ini dapat segera diatasi;b.
 
bahwa untuk mengatasi ketertinggalan suatu daerah menjadi tanggung jawab Pemerintah Daerah itu sendiri, namun Pemerintah Pusat lebihberperan untuk melakukan fasilitasi dan koordinasi;c.
 
bahwa untuk penanganan terhadap daerah tertinggal, perlu ditetapkankabupaten yang dikategorikan sebagai daerah tertinggal;d.
 
bahwa untuk menghasilkan pembangunan yang efektif dan efisien, perludisusun suatu Strategi Nasional sebagai landasan bagi semua pihak(Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dunia usaha, dan masyarakat)dalam melaksanakan pembangunan daerah tertinggal;e.
 
bahwa Strategi Nasional Pembangunan Daerah Tertinggal dan penentuandaerah tertinggal sebagaimana dimaksud pada huruf d, perlu ditetapkandengan Keputusan Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal;
Mengingat
: 1.
 
Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem PerencanaanPembangunan Nasional;2.
 
Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah;3.
 
Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2004 tentang Rencana KerjaPemerintah;4.
 
Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2005 tentang Rencana PembangunanJangka Menengah (RPJM);5.
 
Keputusan Presiden Nomor 187/M Tahun 2004.
MEMUTUSKAN
1
 
Menetapkan
: KEPUTUSAN MENTERI NEGARA PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGALTENTANG STRATEGI NASIONAL PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGALPasal 1Strategi Nasional Pembangunan Daerah Tertinggal selanjutnya disebut Stranas PDT, disusun dengantujuan untuk menjadi acuan dasar berbagai pihak
(stakeholders) 
baik pemerintah, swasta maupunmasyarakat dalam melaksanakan pembangunan daerah tertinggal.Pasal 2Stranas PDT sebagaimana dimaksud Pasal 1, mengatur pelaksanaan pembangunan DaerahTertinggal berdasarkan prinsip-prinsip pembangunan yang adil, demokratis, terbuka, partisipatif, danterintegrasi.Pasal 3Stranas PDT adalah sebagaimana tercantum dalam Lampiran, yang merupakan bagian yang tidakterpisahkan dari keputusan ini.Pasal 4Stranas PDT disusun dengan sistematika sebagai berikut:BAB I PENDAHULUANBAB II GAMBARAN DAERAH TERTINGGALBAB III KEBIJAKAN DAN STRATEGIBAB IV PRINSIP-PRINSIP PELAKSANAAN PEMBANGUNANBAB V PROGRAM PRIORITASBAB VI SUMBER PENDANAAN PEMBANGUNANBAB VII DAFTAR DAERAH TERTINGGALPasal 5Penetapan Daerah Tertinggal sebagaimana tersebut pada Pasal 4, dapat dievaluasi sesuai denganperkembangan situasi dan kondisi daerah yang bersangkutan.Pasal 6Hal-hal yang belum diatur dalam keputusan ini sepanjang mengenai pelaksanaannya akan diaturlebih lanjut dengan Keputusan Menteri.Pasal 7Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.Ditetapkan di JakartaPada Tanggal 27 Januari 2005
Menteri NegaraPembangunan Daerah TertinggalttdSAIFULLAH YUSUF
2
 
 
LAMPIRANKEPUTUSANMENTERI NEGARA PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGALNomor : 001/KEP/M-PDT/I/2005Tanggal 27 Januari 2005TentangSTRATEGI NASIONAL PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL
 
I.
 
PENDAHULUAN1.1. Latar Belakang
Pembangunan daerah tertinggal merupakan upaya terencana untuk mengubah suatu daerahyang dihuni oleh komunitas dengan berbagai permasalahan sosial ekonomi dan keterbatasan fisik,menjadi daerah yang maju dengan komunitas yang kualitas hidupnya sama atau tidak jauhtertinggal dibandingkan dengan masyarakat Indonesia lainnya. Pembangunan daerah tertinggal iniberbeda dengan penanggulangan kemiskinan dalam hal cakupan pembangunannya. Pembangunandaerah tertinggal tidak hanya meliputi aspek ekonomi, tetapi juga aspek sosial, budaya, dankeamanan (bahkan menyangkut hubungan antara daerah tertinggal dengan daerah maju). Disamping itu kesejahteraan kelompok masyarakat yang hidup di daerah tertinggal memerlukanperhatian dan keberpihakan yang besar dari pemerintah.Berdasarkan hal tersebut di atas, diperlukan program pembangunan daerah tertinggal yanglebih difokuskan pada percepatan pembangunan di daerah yang kondisi sosial, budaya, ekonomi,keuangan daerah, aksesibilitas, serta ketersediaan infrastruktur masih tertinggal dibanding dengandaerah lainnya. Kondisi tersebut pada umumnya terdapat pada daerah yang secara geografis terisolirdan terpencil seperti daerah perbatasan antarnegara, daerah pulau-pulau kecil, daerah pedalaman,serta daerah rawan bencana. Di samping itu, perlu perhatian khusus pada daerah yang secaraekonomi mempunyai potensi untuk maju namun mengalami ketertinggalan sebagai akibatterjadinya konflik sosial maupun politik.Agenda utama Kabinet Indonesia Bersatu 2004-2009 mencakup empat agenda utama yangdifokuskan untuk pencapaian: Aman (
Peace 
 ), Adil (
Justice 
 ), Demokratis (
Democracy 
 ), dan Sejahtera(
Prosperity 
 ). Masing-masing agenda utama tersebut dijabarkan lebih lanjut ke dalam kerangkaprioritas yang menjadi landasan penyelenggaraan program kerja dari seluruh jajaran KabinetIndonesia Bersatu pada lima tahun ke depan.Pembentukan Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal merupakan salah satu wujudkomitmen Pemerintah untuk mempercepat pencapaian sasaran agenda tersebut diatas. Sebagailembaga kementerian yang baru, maka terlebih dahulu perlu didukung dengan penyusunan rencanastrategis (renstra) yang menjabarkan strategi pembangunan Daerah Tertinggal dalam menghadapipermasalahan dan tantangan tersebut diatas.Beberapa agenda dan program prioritas Kabinet Indonesia Bersatu yang terkait dengan tugasdan fungsi peran dari Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal akan bersinggungan dengan (1)agenda dan program Pertahanan, Keamanan, Politik, dan Harmoni Sosial, seperti: memperbaikiproses desentralisasi dan otonomi daerah dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan NegaraKesatuan Republik Indonesia, turut serta menjaga dan penanggulanan keamanan dalam negeri darigerakan separatisme daerah, konflik SARA, teror internasional maupun lokal, harmonisasi danintegrasi sosial, dan menjaga terjaminnya toleransi beragama; (2) agenda dan program Keadilan,Hukum, HAM, dan Keadilan akan bersinggungan dengan perwujudan keadilan sosial dan persamaankesempatan; (3) agenda dan program Demokrasi bersinggungan dengan perwujudan
civil society 
 seperti pemberdayaan masyarakat dan peranserta masyarakat; (4) agenda dan program Ekonomidan Kesejahteraan akan bersinggungan dengan memacu pertumbuhan ekonomi, meningkatkanperan sektor riil dan dunia usaha, mengurangi tingkat pengangguran dan kemiskinan, memacu
3

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->