Welcome to Scribd. Sign in or start your free trial to enjoy unlimited e-books, audiobooks & documents.Find out more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
3Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Keselamatan Transportasi, Penanganan Dan Analisa Kecelakaan Kereta API D4 Extension

Keselamatan Transportasi, Penanganan Dan Analisa Kecelakaan Kereta API D4 Extension

Ratings:

4.0

(1)
|Views: 1,274|Likes:
Published by Arif Darmawan

More info:

Published by: Arif Darmawan on Feb 17, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/01/2015

pdf

text

original

 
Keselamatan transportasi kereta api,investigasi penyebab dan penanganan kecelakaan kereta api  
Oleh : Whosep Muktamar
 
1
 
BAB I. MANAJEMEN KESELAMATAN
A.
 
LATAR BELAKANG
1.
 
Umum
Keselamatan merupakan slogan klasik yang sangat terkenal didunia bisnis jasa transportasi,
termasuk keretaapi. Secara implisit ini menunjukkan bahwa keselamatan “safety” diharapkan
setiap pengguna transportasi. Jasa angkutan kereta api menjadikan safery sebagai komponenutama dalam bisnis perkeretapian dan lebih membuka peluang unuk memperoleh keuntungan.Sebagaian keuntungan dialokasikan kembali untuk peningkatan safety agar keberlangsunganusaha dapat dicapai.
Untuk mewujudkan bisnis perkeretaapian dengan mengedepaankan safety sebagai “brand”
maka perlu penerapan safety manajemen.
2.
 
Tahapan penerapan manajemen safety.
a.
 
Pemerintah dengan DPR membuat undang-undang tentang perkeretaapian (UU 23 2007) b.
 
Presiden (pemerintah) menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP), PP 56 tahun 2009 tentangSarana dan Prasarana Perkeretaapian dan PP 72 tahun 2009 tentang lalulintas perekeretaapian.c.
 
Kementerian perhubungan menerbitkan peraturan teknis berupa Peraturan Menterid.
 
Direktorat Jenderal Perkeretaapian menerbitkan peraturan teknis berupa SK Dirjen.e.
 
Untuk pelaksananan peraturan-peraturan diatas badan penyelenggara sarana, prasarana,sarana dan prasarana harus menerapkan Safety Manajemn Sistem.3.
 
Tujuaan penerapan manajemen safety
.Secara filosofi penerapan manajemen safety dimaksudkan untuk mengidentifikasikan hazarddan resiko,menilai dan memprioritaskan resiko, mendisain dan mengontrol resiko yang prioritasdan memonitor efektifitas control dan hasil.Dalam bentuk yang konkrit,penerapan manajemen safety agar terjadi penurunan tingkatkematian, luka-luka, dan sakit pada manusia, meminimalkan kerugian, yang disebabkankerusakan harta benda, menghindari kerusakan lingkungan yang disebabkan aktifitas perkeretaapia
4.
 
Safety manajemen sistem (SMS)
Untuk melaksanakan standar operasi prosedur seperti yang ditetapkan oleh UU, PP, danPeraturan menteri maka badan penyelenggara perkeretaapian melaksanakan safety manajemensystem (SMS), dengan melakukan kegiatan meliputi:a.
 
Pembuatan peraturan dinas, maklumat, instruksi dan kebijaksanaan lainnya untuk implementasi pengoperasian kereta api dengan acuan peraturan yang lebih tinggi tingkatannya; b.
 
Membuat organ yang khusus mengurusi safety;c.
 
Program peningkatan keselamatan dalam setiap tahun anggaran;d.
 
Parameter kinerja safety berikut target minimal; dane.
 
Internal auditSMS didasarkan atas prinsip-prinsip manajemen resiko dan terdapat 4 prinsip manajemen resikoyaitu :a.
 
Tidak dapat menerima kematian atau luka-luka b.
 
Tidak bisa menerima resiko yang tidak bisa diidentifikasikanc.
 
Toleransi terhadap resiko sebagai bagian dari perbaikan terus menerusd.
 
Bertoleransi terhadap resiko yang secara penuh bisa dikelola.
B.
 
PRINSIP-PRINSIP KESELAMATAN
1.
 
Prinsip
 – 
prinsip manjemen keselamatan secara umum
.Pembuatan standar keselamatan sesuai prinsip-prinsip manajemen keselamatan mempunyaitujuan, yang meliputi:a.
 
Identifikasi dan manajemen resiko
 
Keselamatan transportasi kereta api,investigasi penyebab dan penanganan kecelakaan kereta api  
Oleh : Whosep Muktamar
 
2
 
 b.
 
Menjamin keterkaitan antar badan penyelenggara perkeretaapian dan antar element badan penyelenggara dapat ditetapkan dan dikelola dengan memadai;c.
 
Menjamin keadaan darurat dan kecelakaan dapat dikelola dengan memadai.d.
 
Menjaga kesehatan dan keselamatan penumpang, pekerja dan masyarakat.e.
 
Menghindari kerusakan harta benda.2.
 
Penerapan standar dan prosedur (SOP) keselamatan
.Penerapan standar keselamatan harus memenuhi beberapa aspek:a.
 
Aspek operasi1)
 
Menjamin keterpaduan ketereta api sebelum dan selama perjalanan2)
 
Menjamin keselamatan pemisahan kereta api3)
 
Menjamin keselamatan pekerja di jalan rel4)
 
Menjamin lintas yang akan dilalui aman, termasuk keamanan wesel yang dialui atau saatakan dilalui.5)
 
Mencegah melampaui kecepatan yang diijinkan (over speed)6)
 
Meminimalkan kesalahan human error dalam membuat keputusan, meneruskan/penyampaian dan pelaksanaan instruksi. b.
 
Aspek prasarana1)
 
Menjamin perpaduan antara jalan rel dan prasarana lainnya2)
 
Menjamin lalulintas perkeretaapian dan prasarana mempunyai parameter kompatibelyang sesuai dan terpadu.3)
 
Menjamin perpaduan antara sarana dan prasarana4)
 
Menjamin keselamatan orang dan harta benda yang memadai5)
 
Hubungan parameter operasi, persyaratan dan pembatasan yang memadai dan efektif.c.
 
Aspek sarana1)
 
Menjamin kesesuaian antar sarana2)
 
Menjamin perpaduan dan kompatibel dengan prasarana3)
 
Menjamin keamanan pemuatan di gerbong4)
 
Menjamin keselamatan yang memadai saat terjadi anjlokan, tumburan dan kecelakaanlainnya yang tidak diharapkan5)
 
Penyediaan yang andal sambungan antar sarana, system pengereman dan lain-lain yang berkaitan dengan saranad.
 
Keterkaitan dengan moda transportasi lainnya1)
 
Meminimalkan resiko perlintasan sebidang2)
 
Menjamin keterpaduan jalan rel diatas dan dibawah struktur, termasuk proteksi terhadapketinggian berlebih sarana jalan raya yang posisinya dibawah struktur jalan rel3)
 
Meminimalkan resiko terhalangnya jalan rel yang ditimbulkan dari kecelakaan didekat jalan raya atau dekat lintas moda angkutan lain.
C.
 
KEBIJAKSANAAN PENERAPAN MANAJEMEN KESELAMATAN
Untuk menerapkan standar dan peraturan yang ditetapkan pemerintah, maka BadanPenyelenggara perkeretaapian harus menerapkan kebijaksanaan sebagai berikut:
1.
 
Kebijaksanaan Manajemen keselamatan
Kebijaksanaan dan tujuan untuk, dan komitmen untuk keselamatan perkeretaapian harusditetapkan dan didokumentasikan oleh badan penyelenggara. Pedoman pernyataankebijaksanaan sebaiknya minimal, meliputi:a.
 
Pernyataan umum penyelenggara perkeretaapian untuk prinsip keselamatan dan penerapannya. b.
 
Adanya akuntabilitas/penanggung jawab keselamatanc.
 
Pencantuman yang relevan kaitan dengan keselamatan dan kegiatannyad.
 
Indikasi keterlibatan semua pekerjae.
 
Sosialisasi dan trainingf.
 
Indikasi intensifitas kegiatan memantau keselamatan perkeretaapian di semua level
2.
 
Manajemen
 
Keselamatan transportasi kereta api,investigasi penyebab dan penanganan kecelakaan kereta api  
Oleh : Whosep Muktamar
 
3
 
Penyelenggara perkeretaaapian harus menunjuk seorang manajer yang mana terlepas daritanggung jawab lainnya, mempunyai wewenang dan tanggung jawab terhadap bahwa SOPkeselamatan telah dilaksanakan dan dijaga.a.
 
Penyelenggara menghasilkan dan memelihara SOP keselamatan perkeretaapianmenyangkut prosedur dan instruksi sesuai dengan SOP b.
 
Prosedur dan instruksi adalah efektif dan dapat diimplemenatasikan.c.
 
Pengendalian system keselamatan perkeretaapian adalah efektif d.
 
Pengendalian dan ketelitian keselamatan perkeretaapian tentang SOP harus dipantaudengan baik.
3.
 
Pertanggungjawaban dan kewewenangan
Pertanggungjawaban dan kewewenangan yang berkaitan hubungan antar pegawai yangmengatur, menjalankan dan memeriksa pekerjaan yang mempengaruhi keselamatan perkeretaapian harus ditetapkan. Setiap ketetapan harus menjamin bahwa petugas inidiberikan kebebasan penyelenggaraan dan kewewenangan untuk :a.
 
Melakukan inisiatif untuk mencegah kecelakaan b.
 
Mengidentifikasikan dan mencatat beberapa persoalan yang berkaitan dengankeselamatan.c.
 
Inisiatif, menyarankan atau memberikan penyelesaian persoalan yang berkaitan dengankeselamatan melalui cara yang telah direncanakan.d.
 
Inisiatif untuk mencegah kecelekaan serupa terulang.e.
 
Memeriksa pelaksanaan pemecahan masalahf.
 
Memeriksa lebih jauh tentang perencanaan, konstruksi, komisioning, kegiatan operasidan perawatan, sehingga setiap kegagalan/cacat yang tidak terlihat atau hal-hal yangtidak memenuhi kondisi keselamatan perkeretaapian diperbaiki.g.
 
Membuat persyaratan ferivikasi internal, menyediakan sumberdaya dan menyiapkan petugas terlatih dan berkwalitas untuk melakukn kegiatan verifikasi.Kegiatan internal verifikasi harus mencakup inspeksi, pengetesan dan memantau perencanaan, produksi, perakitan dan pelayanan dalam proses dan pembuatan. Auditsystem keselamatan, proses dan pembuatan oleh petugas independen yang mmpunyaitanggung jawab langsung untuk kegiatan yang sedang dijalankan harus sesuai ketentuan.
4.
 
Standar Operation Procedur (SOP) keselamatan
SOP keselamatan harus meliputi sebagai berikut:a.
 
Difinisi/batasan keselamatan yang dicapai b.
 
Penetapan khusus untuk kewewenangan dan penanggung jawab untuk keselamatandalam badan penyelenggara.c.
 
Prosedur dan methode khusus keselamatan yang diaplikasikand.
 
Pengetesan, pemeriksaan, pengujian, pencatatan dan persyaratan audit untuk semuakegiatan yang berkaitan dengan keselamatan.e.
 
Prosedur untuk mengubah dan memodifikasi SOP keselamatan disesuaikan dengankebutuhan lingkungan.f.
 
Pengukuran lainnya yang diperlukan untuk menuju keselamatan yang akan dicapai dang.
 
Identifikasi dan persiapan pencatatan keselamatan perkeretaapian.
5.
 
Kemampuan financial
Penyelenggara perekeretaapian harus mempunyai kemampuan secara fiansialmempertahankan pengoperasian perkeretaapian secara aman. Persyaratan harus meliputi:a.
 
Penyediaan untuk pembayaran pertanggungjawaban kepada masyarakat yang menuntutganti rugi bila terjadi kecelakaan akibat kesalahan penyelenggara perkeretaapian. b.
 
Penyediaan pembiayaan kemungkinan kondisi darurat dan terjadinya malapetaka.
6.
 
Mentaati peraturan
Penyelenggara perkeretaapian sebaiknya menyadari untuk mentaati dengan penuhtanggung jawab tentang peraturan keselamatan dan membuat prosedur untuk bisamenjalani /mentaati peraturan tersebut.
7.
 
Pengendalian SOP

Activity (3)

You've already reviewed this. Edit your review.
Olivia Inggrid reviewed this
Rated 4/5
bahasan yg bagus
1 thousand reads
1 hundred reads

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->