Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Selulitis Periorbita 3

Selulitis Periorbita 3

Ratings: (0)|Views: 288|Likes:
Published by dayatwolf

More info:

Published by: dayatwolf on Feb 17, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/08/2013

pdf

text

original

 
RINOSINUSITIS MAKSILARIS DENTOGENDENGAN KOMPLIKASI SELULITIS PERIORBITA
Bagian IKTHT-KL Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya/Departemen KTHT-KL RSUP Dr. Mohammad HoesinPalembangAbstrak 
Rinosinusitis dentogen merupakan suatu infeksi rongga sinus yang disebabkan olehadanya penyebaran infeksi dari gigi. Secara anatomis apeks gigi-gigi rahang atassangat dekat dengan dasar sinus, terutama sinus maksilaris. Gigi yang berlubang,adanya abses atau infeksi di sekitar gigi harus segera diobati sebab masalah gigi dirahang atas dapat menjalar sampai ke sinus. Komplikasi dari rinosinusitis dapatmenyebar ke orbita dan intrakranial.Dilaporkan satu kasus rinosinusitis maksilaris detogen dengan komplikasiselulitis periorbita pada seorang wanita umur 17 tahun dengan keluhan utama keluar nanah yang berbau busuk dari lubang hidung dan adanya riwayat sakit gigi. Telahdilakukan pengobatan dengan antibiotik yang adekuat.
Kata kunci:
rinosinusitis dentogen, komplikasi selulitis periorbita,
 
antibiotik.
 Abstract 
 Dentogen rhinosinusitis is an infection of the sinus cavities caused by the spread of infection from the teeth. The anatomical apex of the maxillary teeth are very close tothe basic sinus, especially the maxillary sinus. Untreated cavities, the presence of anabscess or infection around the teeth should be treated promptly because of dental  problems in the upper jaw can spread to the sinuses. Complications of rhinosinusitiscan spread to the orbit and intracranial. Reported one case of dentogen maxillary rhinosinusitis with complications of cellulitis periorbita in a 17-year-old woman with a chief complaint addresses a foul- smelling pus out of the nostrils and a history of toothache. Has done an adequatetreatment with antibiotics.
 Key words:
dentogen rhinosinusitis, cellulitis periorbital complications, antibiotic.
1
 
PENDAHULUAN
Rinosinusitis adalah peradangan pada satu atau lebih mukosa sinus paranasal.
1,2,3
Penyakit rinosinusitis selalu dimulai dengan penyumbatan daerahkompleks osteomeatal oleh infeksi, obstruksi mekanis atau alergi dan oleh karena penyebaran infeksi gigi.
2,3
Secara anatomis apeks gigi-gigi rahang atas selaininsisivus sangat dekat dengan dasar sinus maksila sehingga bila terjadi karies, absesatau infeksi di sekitar gigi dapat menjalar sampai ke sinus maksila.
2,4
Rinosinusitismaksilaris dentogen merupakan 10-12% dari kasus rinosinusitis maksila.
4,5
Diagnosis rinosinusitis odontogenik harus dipertimbangkan pada individudengan gejala rinosinusitis maksila disertai riwayat infeksi odontogenik, bedahdentoalveolar, bedah periodontal, atau pada pengobatan yang resisten terhadap terapisinusitis.
5
Diagnosis biasanya membutuhkan evaluasi klinis gigi dan radiografi.
4,5
KEKERAPAN
Di Eropa, rinosinusitis diperkirakan mengenai 10-30% populasi. Di Amerika,lebih dari 30 juta penduduk per tahun menderita rinosinusitis. Wald di Amerikamenjumpai insiden pada orang dewasa antara 10-15% dari seluruh kasus rinosinusitisyang berasal dari infeksi gigi.
6
 Ramalinggam di Madras, India mendapatkan bahwa rinosinusitis maksila tipedentogen sebanyak 10% kasus yang disebabkan oleh abses gigi dan abses apikal.
7
Becker et al. dari Bonn, Jerman menyatakan 10% infeksi pada sinus maksiladisebabkan oleh penyakit pada akar gigi. Granuloma dental, khususnya pada premolar kedua dan molar pertama sebagai penyebab rinosinusitis maksila dentogen.
8
Highler dari Minnesota, Amerika Serikat menyatakan 10% kasus rinosinusitismaksila yang terjadi setelah gangguan pada gigi.
9
Data dari sub bagian Rinologi THT FKUI RSCM menunjukkan angkakejadian rinosinusitis yang tinggi yaitu 248 pasien (50%) dari 496 pasien. Farhat diMedan mendapatkan insiden rinosinusitis dentogen di Departemen THT-KL/RSUPH. Adam Malik sebesar 13.67%.
4
 2
 
Di bagian THT-KL RSMH Palembang dari tahun 2004-2012 didapatkan 2kasus rinosinusitis dentogen dengan komplikasi masing-masing selulitis orbita dan periorbita.
ANATOMI
Sinus paranasal merupakan salah satu organ tubuh manusia yang sulitdideskripsi karena bentuknya sangat bervariasi pada tiap individu. Ada empat pasangsinus paranasal, mulai dari yang terbesar yaitu sinus maksila, sinus frontal, sinusetmoid dan sinus sfenoid kanan dan kiri. Sinus paranasal merupakan hasil pneumatisasi tulang-tulang kepala, sehingga terbentuk rongga di dalam tulang, semuasinus mempunyai muara ke dalam rongga hidung.
1,3,10
Secara embriologik, sinus paranasal berasal dari invaginasi mukosa ronggahidung dan perkembangannya dimulai pada fetus usia 3-4 bulan, kecuali sinussfenoid dan sinus frontal. Sinus maksila dan sinus etmoid telah ada saat bayi lahir,sedangkan sinus frontal berkembang dari sinus etmoid anterior pada anak yang berusia kurang lebih 8 tahun. Pneumatisasi sinus sfenoid dimulai pada usia 8-10tahun dan berasal dari bagian postero-superior rongga hidung. Sinus-sinus iniumumnya mencapai besar maksimal pada usia antara 15-18 tahun.
1,3
Sinus maksila merupakan sinus paranasal yang terbesar. Saat lahir sinusmaksila bervolume 6-8 ml, sinus kemudian berkembang dengan cepat dan akhirnyamencapai ukuran maksimal, yaitu 15 ml saat dewasa.
1,10
Sinus maksila berbentuk  piramid. Dinding anterior sinus ialah permukaan fasial os maksila yang disebut fosakanina, dinding posteriornya adalah permukaan infratemporal maksila, dindingmedialnya ialah dinding lateral rongga hidung, dinding superiornya ialah dasar orbitadan dinding inferiornya ialah prossesus alveolaris dan palatum. Ostium sinus maksila berada di sebelah superior dinding medial sinus dan bermuara ke hiatus semilunarismelalui infundibulum etmoid.
10,11
Sinus frontal yang terletak di os frontal mulai terbentuk sejak bulan ke-empatfetus, berasal dari sel-sel resesus frontal atau dari sel-sel infundibulum etmoid.3

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->