2Bab XVI - Tentang pendewasaanBab XVII - Tentang pengampuanBab XVIII - Tentang ketidakhadiran
Bab I - Menikmati dan kehilangan hak-hak kewargaan
1. Penikmatan hak-hak kewargaan tidak tergantung pada hak-hak kenegaraan.2. Anak dalam kandungan seorang wanita dianggap telah lahir, setiap kalikepentingannya menghendakinya. Bila telah mati waktu dilahirkan, anak tersebutdianggap tidak pernah ada. (KUHPerd. 348, 489, 758, 836, 899, 1679)3. Tiada suatu hukuman apapun dapat mengakibatkan kematian perdata atauhilangnya seluruh hak-hak kewargaan (ISR. 144.)
Catatan: Diumumkan dengan Maklumat tgl. 30 April 1847, S. 1847-23.
Bagian 1Daftar catatan sipil pada umumnya
4. (s.d.u. dg. S. 1916-38 jo. S. 1917-18; S. 1907-205 pasal 3 jo. S. 1919-816; S. 1937-595.) Tanpa mengurangi ketentuan pasal 10 Ketentuan-ketentuan UmumPerundang-undangan di Indonesia, maka untuk golongan Eropa di seluruhIndonesia ada daftar kelahiran, daftar lapor kawin, daftar izin kawin, daftarperkawinan dan perceraian, dan daftar kematian. (KUHPerd. 5; BS. 1.) Pegawaiyang ditugaskan menyelenggarakan daftar-daftar itu, disebut pegawai catatan sipil.5. Pemerintah (Gouverneur-Generaal), setelah mendengar Mahkamah Agung(Hooggerechtshof), dengan peraturan tersendiri, menentukan tempat dan caramenyelenggarakan daftar-daftar tersebut, demikian pula cara menyusun akta-aktanya dan syarat-syarat yang harus diindahkan. Dalam peraturan itu jugaditetapkan hukuman-hukuman terhadap pelanggaran-pelanggaran oleh pegawaicatatan sipil, sejauh dalam hal itu belum atau tidak akan diatur dengan ketentuan
Leave a Comment