/  12
 
1
Potensi Tinggalan Arkeologi Maritim di Aceh dan Pengelolaannya(Suatu Kajian Awal)Oleh. Yadi Mulyadi
Staf Pengajar Jurusan ArkeologiFakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin.
email
Prolog
Keberadaan airlah yang menyebabkan munculnya aktifitas kemaritiman. Dominasi airyang begitu besar menjadikan hampir 70 % permukaan bumi berupa lautan yang menjadipemisah antar daratan. Untuk menaklukan lautan, manusia dengan akalnya menghasilkanbudaya maritim yang merupakan refleksi kehidupan dalam mengarungi lautan. Salahsatunya adalah perahu dan kapal yang berfungsi sebagai sarana transportasi untuk menjelajahi lautan sehingga memungkinkan manusia untuk berpindah dari satu daratanke daratan lainnya di muka bumi ini. Dengan kapal pula manusia, mengadakan perjalanan jauh membawa komoditi perdagangan untuk mereka jual di daratan lain atau pulau lain.Demikian pula di Indonesia yang merupakan negara kepualauan, aktifitas kemaritimantelah berlangsung sejak lama. Hal ini didukung dengan adanya temuan nekara, manik-manik, dan alat-alat logam lainnya yang menyebar dari Sabang hingga Merauke , menjadibukti sejarah bahwa perdagangan di Indoensia sudah dimulai dari jaman prasejarah(Mahmud, 2002). Sedangkan temuan manik-manik kaca Indo-Pasifik yang menyebar diseluruh kawasan Indonesia hingga Pasifik merupakan bukti nyata terjadinya perdaganganantar bangsa dan lebih meningkat berkat adanya hubungan maritim yang dilakukandengan menggunakan kano atau perahu sejenisnya (Bellwood, 2000). Pada akhirnyaperdagangan dan kemaritiman menjadi dua hal yang tidak dapat dilepaskan dari sejarahbangsa Indonesia.Indonesia yang terletak pada jalur persilangan lalu lintas perdagangan duniamenjadikannya sebagai jalur terpadat perdagangan maritim di kawasan Asia Tenggara.Kondisi ini yang memicu munculnya kerajaan-kerajaan besar dengan pelabuhan laut yangbesar pula. Sebut saja Kerajaan Aceh, Samudra Pasai, Sriwijaya, Melayu, Singasari,
 
2Majapahit, Mataram, Gowa-Tallo, Buton, Ternate, Tidore hingga Demak Bintoromemiliki pelabuhan yang ramai dikunjungi pedagang-pedagang asing dan nusantara.Adanya pelabuhan laut tersebut maka mendorong arus distribusi barang berlangsungsangat cepat. Sehingga kebutuhan barang ekspor dan impor semakin meningkat pesat.Barang-barang dagangan baik yang merupakan komoditi ekspor maupun impordiperjualbelikan antar pedagang nusantara dan juga pedagang asing yang memasukiperairan nusantara.Aktifitas perdagangan di masa lalu itulah yang kemudian menyisakan tinggalan-tinggalanbudaya yang mencerminkan kemaritiman. Dalam arkeologi tinggalan tersebut menjadiobjek utama kajian arkeologi maritim. Perdagangan masa lalu selama ini lebih banyak dikaji dari kajian ilmu sejarah, arkeologi maritim yang memfokuskan kajian padatinggalan bendawi kemaritiman dapat memberikan perspektif baru tentang sejarahperdagangan dan kemaritiman di Indonesia. Sebagaimana yang diutarakan olehSedyawati, arkeologi maritim meliputi dua ranah garapan. Pertama, mempelajari danmenangani segala tinggalan di bawah air. Kedua, mempelajari segala sesuatu yang terkaitdengan kelautan dan pelayaran, namun datanya terdapat di daratan (Sedyawati, 2006:30).Pelayaran tentu saja identik dengan aktifitas perdagangan. Dengan pelayaran,perdagangan antar kawasan dapat terjadi dan menciptakan pusat-pusat perdagangantermasuk di Indonesia bermunculan pusat-pusat perdagangan yang pernah berjaya dimasanya.Salah satu pusat aktifitas kemaritiman adalah Aceh, yang merupakan pusat perdagangandan pelabuhan teramai pada masanya. Kajian tentang perdagangan dan kemaritiman diAceh masih sangat minim, sehingga apa yang dihasilkan dari penelitian arkeologimaritim di Aceh dapat semakin mempertegas jejak sejarah kemaritiman di Indonesia.Selain itu, potensi kesejarahan maupun keberadaan objek dari tinggalan maritim tersebutberpeluang untuk dikembangkan dan dimanfaatkan untuk kepentingan pariwisata budayayang dapat menambah pendapatan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
 
3
Sekilas Sejarah Aceh
Membicarakan sejarah Aceh berarti menguraikan jejak panjang perjalanan suatuperadaban yang gemilang yang telah ditempuh. Berbicara tentang sejarah Aceh tidak dapat dilepaskan dari fakta sejarah akan keberadaan kerajaan ataupun kesultanan di Acehyang menjadi pusat agama Islam di nusantara. Sebagai kajian awal mengenai potensiarkeologi maritim di Aceh, maka sejarah Aceh diuraikan secara umum saja untuk memberikan gambaran betapa Aceh tidak dapat dilepaskan dari kemaritiman.Dalam beberapa literatur sejarah disebutkan bahwa Aceh merupakan pusat penyebaranIslam di Nusantara. Bahkan di Aceh pula pertama kali muncul kerajaan Islam yangberperan dalam penyebaran agama Islam ke wilayah lain di nusantara. Dalam catatan A.Hasymi, di wilayah
Perlak, Aceh Timur,
Nangroe Aceh Darussalam pada tanggal 1Muharam 225 H atau 804 M telah berdiri Kesultanan Perlak sebagai kerajaan Islampertama di Indonesia. Ironisnya nama Kesultanan Perlak sebagai sejarah permulaanmasuknya Islam di Indonesia kurang begitu dikenal dibandingkan dengan KesultananSamudera Pasai. Namun demikian, nama Kesultanan Perlak justru terkenal di Eropakarena kunjungan Marco Polo pada tahun 1293 (“Kesultanan Perlak”, dalamhttp://www.melayuonline).Perlak dikenal dengan kekayaan hasil alamnya yang didukung dengan letaknya yangsangat strategis. Apalagi, Perlak sangat dikenal sebagai penghasil kayu perlak, yaitu jeniskayu yang sangat bagus untuk membuat kapal. Kondisi semacam inilah yang membuatpara pedagang dari Gujarat, Arab, dan Persia tertarik untuk datang ke daerah ini.Masuknya para pedagang tersebut juga sekaligus menyebarkan ajaran Islam di kawasanini. Pada masa itu masyarakat Perlak mulai diperkenalkan tentang bagaimana caranyaberdagang, sehingga memasuki awal abad ke-8, Perlak dikenal sebagai pelabuhan niagayang sangat maju (“Kesultanan Perlak”, dalamhttp://www.melayuonline).Selain Perlak terdapat pula kesultanan Benua Tamiang merupakan kerajaan Islam tertuadi Aceh, Indonesia, setelah Kesultanan Perlak. Belum ditemukan data dan sumber yangpasti tentang kapan masuknya Islam, proses perkembangannya, hingga mulai terbentuk Kesultanan Benua Tamiang yang telah dipengaruhi oleh sistem politik yang berasaskan

Share & Embed

More from this user

Add a Comment

Characters: ...