Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Peraturan Bupati Bantul No. 04 Tahun 2012

Peraturan Bupati Bantul No. 04 Tahun 2012

Ratings: (0)|Views: 179 |Likes:
Published by IdaSekarsari

More info:

Published by: IdaSekarsari on Feb 19, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/25/2014

pdf

text

original

 
BUPATI BANTULPERATURAN BUPATI BANTULNOMOR 04 TAHUN 2012 TENTANGPETUNJUK PELAKSANAAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANTUL NOMOR9 TAHUN 2010 TENTANG BEA PEROLEHAN HAK ATAS TANAH DAN BANGUNANDENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESABUPATI BANTUL,Menimbang:
a.
bahwa Peraturan Bupati Bantul Nomor 46 Tahun 2010 tentangPetunjuk Pelaksanaan Peraturan Daerah Kabupaten BantulNomor 9 Tahun 2010 tentang Bea Perolehan Hak Atas Tanahdan Bangunan belum dapat mengoptimalkan pemungutanpendapatan daerah dari Bea Perolehan Hak Atas Tanah danBangunan sehingga perlu diganti dengan Peraturan Bupatiyang baru;
 b.
bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksuddalam huruf a, perlu menetapkan Peraturan Bupati Bantultentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Daerah KabupatenBantul Nomor 9 Tahun 2010 tentang Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan;Mengingat :1.Undang-Undang Nomor 15 Tahun 1950 tentangPembentukan Daerah-daerah Kabupaten Dalam LingkunganDaerah Istimewa Jogjakarta;2.Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentangPemerintahan Daerah sebagaimana telah diubah beberapakali terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008;
3.
Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerahdan Retribusi Daerah;4.Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1950 tentangPenetapan Mulai Berlakunya Undang-Undang Tahun 1950Nomor 12, 13, 14 dan 15;5.Peraturan Daerah Kabupaten Bantul Nomor 10 Tahun 2007tentang Pokok-Pokok Pengelolaan Keuangan DaerahKabupaten Bantul;
6.
Peraturan Daerah Kabupaten Bantul Nomor 16 Tahun 2007tentang Pembentukan Organisasi Dinas Daerah di LingkunganPemerintah Kabupaten Bantul sebagaimana telah beberapakali diubah terakhir dengan Peraturan Daerah KabupatenBantul Nomor 17 Tahun 2011;
1
 
7.Peraturan Daerah Kabupaten Bantul Nomor 9 Tahun 2010tentang Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan;MEMUTUSKAN :Menetapkan:PERATURAN BUPATI TENTANG PETUNJUK PELAKSANAANPERATURAN DAERAH KABUPATEN BANTUL NOMOR 9 TAHUN2010 TENTANG BEA PEROLEHAN HAK ATAS TANAH DANBANGUNAN.BAB IKETENTUAN UMUMPasal 1Dalam Peraturan Bupati ini yang dimaksud dengan :
1.
Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah adalah DinasPendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Bantul.
2.
Kepala Dinas adalah Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan danAset Daerah Kabupaten Bantul.3.Pejabat adalah pegawai yang diberi tugas tertentu dibidang perpajakanDaerah sesuai dengan peraturan perundang-undangan.4.Badan adalah sekumpulan orang dan/atau modal yang merupakankesatuan, baik yang melakukan usaha maupun yang tidak melakukan usahayang meliputi perseroan terbatas, perseroan komanditer, perseroan lainnya,Badan Usaha Milik Negara (BUMN), atau Badan Usaha Milik Daerah (BUMD)dengan nama dan dalam bentuk apapun, firma, kongsi, koperasi, danapensiun, persekutuan, perkumpulan, yayasan, organisasi massa, organisasisosial politik, atau organisasi lainnya, lembaga dan bentuk badan lainnyatermasuk kontrak investasi kolektif dan bentuk usaha tetap.5.Bangunan adalah konstruksi teknik yang ditanam atau dilekatkan secaratetap pada tanah dan/atau perairan pedalaman dan/atau laut.6.Nilai Perolehan Objek Pajak, yang selanjutnya disingkat NPOP adalahbesaran nilai/harga obyek pajak yang dipergunakan sebagai dasarpengenaan pajak.7.Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak, yang selanjutnya disingkatNPOPTKP adalah besaran nilai yang merupakan batas tertinggi nilai/hargaobjek pajak yang tidak dikenakan pajak.8.Nilai Jual Objek Pajak, yang selanjutnya disingkat NJOP adalah harga rata-rata yang diperoleh dari transaksi jual beli yang terjadi secara wajar, danbilamana tidak terdapat transaksi jual beli, NJOP ditentukan melaluiperbandingan harga dengan objek lain yang sejenis, atau nilai perolehanbaru, atau NJOP pengganti.
9.
Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan yang selanjutnya disingkatBPHTB adalah pajak atas perolehan hak atas tanah dan/atau bangunan.10.Perolehan hak atas tanah dan/atau bangunan adalah perbuatan atauperistiwa hukum yang mengakibatkan diperolehnya hak atas tanah dan/ataubangunan oleh orang pribadi atau badan.11.Hak atas tanah dan/atau bangunan adalah hak atas tanah, termasuk hakpengelolaan, beserta bangunan di atasnya, sebagaimana dimaksud dalamundang-undang di bidang pertanahan dan bangunan.12.Jual beli adalah perolehan hak atas tanah dan bangunan oleh pembeli daripenjual yang terjadi melalui transaksi jual beli, dimana atas perolehantersebut pembeli menyerahkan sejumlah uang kepada penjual.
2
 
13.Tukar menukar adalah perolehan hak atas tanah dan/atau bangunan yangditerima oleh seorang atau suatu badan dari pihak lain dan sebagai gantinyaorang atau badan tersebut memberikan tanah dan/atau bangunan miliknyakepada pihak lain tersebut sebagi pengganti tanah dan/atau bangunan yangditerimanya.14.Hibah adalah perolehan hak atas tanah dan/atau bangunan yang diperoleholeh seorang penerima hibah yang berasal dari pemberi hibah pada saatpemberi hibah masih hidup.15.Hibah Wasiat adalah suatu penetapan wasiat yang khusus mengenaipemberian hak atas tanah dan/atau bangunan kepada orang pribadi ataubadan hukum tertentu, yang berlaku setelah pemberi hibah wasiatmeninggal dunia.16.Waris adalah perolehan hak atas tanah dan bangunan oleh ahli waris daripewaris (pemilik tanah dan/atau bangunan) yang berlaku setelah pewarismeninggal dunia.17.Pemasukan dalam perseroan atau badan hukum lainnya adalah pengalihanhak atas tanah dan/atau bangunan dari orang pribadi atau badan kepadaPerseroan Terbatas atau badan hukum lainnya sebagai penyertaan modalpada Perseroan Terbatas atau badan hukum lainnya tersebut.18.Pemisahan hak yang mengakibatkan peralihan adalah pemindahan sebagianhak bersama atas tanah dan/atau bangunan oleh orang pribadi atau badankepada sesama pemegang hak bersama.19.Penunjukan pembeli dalam lelang adalah penetapan pemenang oleh PejabatLelang sebagaimana yang tercantum dalam Risalah Lelang.20.Pelaksanaan putusan hakim yang telah mempunyai kekuatan hukum tetapadalah perolehan hak sebagai pelaksanaan dari putusan hakim yang telahmempunyai kekuatan hukum yang tetap terjadi dengan peralihan hak dariorang pribadi atau badan hukum sebagai pihak yang semula memiliki suatutanah dan bangunan kepada pihak yang ditentukan dalam putusan hakimmenjadi pemilik baru tanah dan bangunan tersebut.21.Penggabungan usaha adalah penggabungan dari dua badan usaha ataulebih dengan cara tetap mempertahankan berdirinya salah badan usaha danmelikuidasi badan usaha lainnya yang menggabung.22.Peleburan usaha adalah penggabungan dari dua atau lebih badan usahadengan cara mendirikan badan usaha baru dan melikuidasi badan-badanusaha yang bergabung tersebut.23.Pemekaran usaha adalah pemisahan suatu badan usaha menjadi dua badanusaha atau lebih dengan cara mendirikan badan usaha baru danmengalihkan sebagian aktiva dan pasiva kepada badan usaha baru tersebutyang dilakukan tanpa melikuidasi badan usaha yang lama.24.Hadiah adalah suatu perbuatan hukum berupa penyerahan atas tanahdan/atau bangunan yang dilakukan oleh orang pribadi atau badan hukumkepada penerima hadiah.25.Pemberian hak baru karena kelanjutan pelepasan hak adalah pemberian hakbaru kepada orang pribadi atau badan hukum dari Negara atas tanah yangberasal dari pelepasan hak.26.Pemberian hak baru di luar pelepasan hak adalah pemberian hak baru atastanah kepada orang pribadi atau badan hukum dari Negara atau daripemegang hak milik menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.27.Hak milik adalah hak turun-temurun, terkuat, dan terpenuh yang dapatdipunyai orang pribadi atau badan-badan hukum tertentu yang ditetapkanoleh Pemerintah.28.Hak guna usaha adalah hak untuk mengusahakan tanah yang dikuasailangsung oleh Negara dalam jangka waktu sebagaimana yang ditentukanoleh perundang-undangan yang berlaku.29.Hak guna bangunan adalah hak untuk mendirikan dan mempunyaibangunan-bangunan atas tanah yang bukan miliknya sendiri dengan jangka
3

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->