Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
5Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
BAB I

BAB I

Ratings: (0)|Views: 244 |Likes:
Published by Made Rina Yulinta
laporan penyakit strategis
laporan penyakit strategis

More info:

Published by: Made Rina Yulinta on Feb 19, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/18/2014

pdf

text

original

 
BAB IPENDAHULUAN1.1Latar Belakang
Babi merupakan ternak potensial yang masih banyak diinvestasikan olehmasyarakat. Begitu pula dengan meningkatnya kebutuhan akan daging babi, sejalandengan peningkatan jumlah penduduk tiap tahunnya. Di Bali, selain peningkatan jumlah konsumsi daging babi terjadi karena meningkatnya kebutuhan akan konsumsi protein hewani, juga disebabkan oleh penggunaan babi pada saat upacara adat.Perkembangan sistem peternakan babi di Bali semakin meningkat. Puluhan tahunlalu, sebagian besar babi di Bali diternakkan dengan manajemen tradisional. Kini,semakin banyak peternak yang memelihara babinya dengan sistem kandang secarasemi intensif sampai intensif. Sehingga manajemen pemeliharaan secara tradisionalsudah semakin jarang. Hal ini juga berpengaruh terhadap peningkatan produktivitasdari peternakan babi itu sendiri, baik sebagai usaha penggemukan maupun pembibitan babi (Ardana dan Harya Putra, 2008).Dalam usaha beternak pembibitan babi, ada beberapa kendala yang seringdihadapi peternak, salah satunya adalah penyakit yang dapat menyerang ternak babi,terutama bibitnya. Ada berbagai penyakit pada babi yang dapat mengancam produktivitas suatu peternakan, apalagi bila babi yang terserang penyakit tersebutsampai menimbulkan kematian. Adapun penyakit yang dapat menyerang babidiantaranya: Hog cholera, streptococcosis, salmonellosis, maupun kolibasilosis(Doyle & Dolares, 2006).Hog Cholera/ Clasical Swine Fever merupakan satu dari 12 penyakit hewanstrategis yang ditetapkan oleh pemerintah. (Peraturan Direktur Jenderal Peternakan Nomor 59/Kpts/PD.610/05/2007). Penyakit ini masih menjadi problem pada industri peternakan di Indonesia dan berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap
1
 
sosialekonomi, menyebabkan kematian hewan yang tinggi dan menimbulkankeresahan masyarakat.Peraturan Direktur Jenderal Peternakan Nomor 59/Kpts/PD.610/05/2007tetang Jenis-jenis Penyakit Hewan Menular Yang Mendapat Prioritas Pengendaliandan atau Pemberantasannya. Kebijakan yang dilaksanakan dalam program pencegahan, pengendalian dan pemberantasan penyakit menular adalah dilakukansecara bertahap berdasarkan eksternalitas penyakit yang dikenal sebagai penyakitmenular hewan strategis (PHMS), yaitu penyakit hewan yang berdampak ekonomiluas/tinggi oleh karena bersifat menular, menyebar cepat serta berakibat angkakesakitan (morbiditas) dan kematian (mortalitas) yang tinggi dan berpotensimengancam kesehatan masyarakat karena bersifat zoonosis.Hog Cholera (HC) atau Classical swine fever adalah penyakit viral pada babiyang sangat ganas dan sangat menular (Tarigan
et al 
., 1997). Disebabkan oleh Virus,yang ditandai dengan perdarahan umum. Penyakit ini dikenal sebagai penyakit yang paling merugikan pada babi sehingga sangat ditakuti terutama oleh peternak  babi.karena angka morbiditas dan mortalitasnya sangat tinggi yaitu 95 100 %.Berdasarkan klasifikasi OIE
Clasical Swine Fever (CSF)
/ Hog Cholera termasuk daftar list A (Artois
et al.,
2002).Sejak pertama ditemukan sekitar 2 abad yang lalu sampai tahun 1960-an penyakit ini epizootik di Eropa dan Amerika, benua yang memiliki populasi babitertinggi. Sejak tahun 1970-an banyak negara di Eropa Barat dan Amerika Utara telah berhasil memberantas penyakit tersebut. Sebelum tahun 1995, HC tidak ditemukan diIndonesia. Bebasnya Indonesia dari penyakit ini dikukuhkan oleh Surat keputusanMenteri per tanian No 81 /Kpts/TN. 560/1/1994 tanggal 31 Januari 1994. Akantetapi, tidak lama setelah surat keputusan tersebut dikeluarkan wabah yang didugakeras HC terjadi di Indonesia. Penyakit ini mewabah pertama kali di sumatera utara pada bulan januari 1995 (Santhia, 2009). Pada bulan Maret 1995 terjadi wabah
2
 
 penyakit babi di lokasi peternakan Kapuk Jakarta. Gejala klinis dan kelainan patologi pada babi penderita sangat khas untuk penyakit tersebut. selanjutnya dalam waktusingkat penyakit dengan cepat menyebar ke berbagai daerah dan sampai saat ini bersifat endemik (Tarigan
et al 
., 1997).
1.2Rumusan Masalah
Dari latar belakang di atas maka dapat dirumuskan beberapa masalah:1.2.1Bagaimana gambaran epidemiologi penyakit Hog cholera diKabupaten Badung?
1.2.2
Bagaimana hubungan antara penyakit Hog cholera denganKesmavet?
1.3Tujuan
Adapun tujuan penulisan paper ini adalah:
1.3.1
Mengetahui gambaran epidemiologi penyakit Hog cholera diKabupaten Badung.
1.3.2
Mengetahui hubungan antara penyakit Hog cholera denganKesmavet.
1.4 Manfaat
Adapun Manfaat dari penulisan paper ini adalah:
1.4.1
Meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang pembangunan peternakan dan upaya-upaya pencegahan, penanganan, serta pengendalian penyakit strategis khususnya penyakit Hog Cholera.1.4.2Dapat digunakan sebagai refrensi oleh Dinas Peternakan,Perikanan dan Kelautan Kabupaten Badung dalam melakukan penanganan
3

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->