Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pengaruh Gaya Kepemimpinan Transformasional Terhadap Kinerja Pelayanan Dengan Budaya Kerja Dan Good Corporate Governance Sebagai Variabel Moderasi (1)

Pengaruh Gaya Kepemimpinan Transformasional Terhadap Kinerja Pelayanan Dengan Budaya Kerja Dan Good Corporate Governance Sebagai Variabel Moderasi (1)

Ratings: (0)|Views: 877|Likes:
Published by Anggoro Dwi

More info:

Published by: Anggoro Dwi on Feb 19, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/19/2013

pdf

text

original

 
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL TERHADAPKINERJA PELAYANAN DENGAN BUDAYA KERJA DAN
GOOD CORPORATEGOVERNANCE
SEBAGAI VARIABEL MODERASI(Studi pada Rumah Sakit di Kota Ambon)Victor Pattiasina(Mahasiswa Magister Sains Akuntansi)Made Sudarma(Universitas Brawijaya Malang)Sutrisno(Universitas Brawijaya Malang)ABSTRACTVictor Pattiasina: Economics Graduate School, Brawijaya University, 01February 2011. The Effect of Transformational Leadership Style on ServicePerformance with Working Culture and the Implementation of Good CorporateGovernance as Moderating variables: a Study on Hospitals in Ambon City.Supervisor: Rosidi, cosupervisor: Ali Djamhury. This
research examined the effect of transformational leadership stylewith working culture and the implementation of good corporate governance(GCG) as moderating variables. The study was conducted at hospitals inAmbon. The population of this research was the staff personals and patients. The information gained through the completion of questionnaires which weredistributed and filled by 86 respondents. The sampling used was purposivesampling. Data was collected using direct survey. The hypothesis was testedby empirically using Moderated Regression Analysis (MRA).
 The results showed that the transformational leadership style had positiveeffect on service performance. This result indicated that transformationalleadership had important role to increase performance. Yet, working culture asmoderating variable did not have effect on relationship between leadership styleand service performance. The result also showed that implementation of goodcorporate governance had significant effect on service performance. This resultindicated that the implementation of GCG increase the relationship betweenleadership style and service performance.Keywords : Transformational leadership style, working culture, good corporategovernance, service performance.
 
ABSTRAK Victor Pattiasina: Pascasarjana Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya, 01Februari 2011. Pengaruh Gaya Kepemimpinan Transformasional terhadap KinerjaPelayanan dengan Budaya kerja dan Penerapan
Good Corporate Governance
sebagai Variabel Moderasi: Studi pada Rumah Sakit di Kota Ambon. KetuaPembimbing: Rosidi, Komisi Pembimbing: Ali DjamhuriPenelitian ini menguji pengaruh gaya kepemimpinan transformasionalterhadap kinerja pelayanan dengan budaya kerja dan implementasi
GoodCorporate Governance
(GCG) sebagai variabel moderasi. Studi ini dilakukan diRumah Sakit di Kota Ambon. Populasi dari penelitian ini adalah semua unsurpimpinan dan pasien Rumah Sakit di Kota Ambon. Pengujian dilakukan padasampel sebanyak 86 responden. Metode sampel yang digunakan adalah
 purposive sampling.
Pengumpulan data dilakukan dengan survei langsung.Pengujian hipotesis diuji secara empiris menggunakan
Moderated Regression Analysis
(MRA).Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan memilikipengaruh positif terhadap kinerja pelayanan. Hal ini mengindikasikan bahwakepemimpinan berperan dalam pencapaian kinerja yang lebih baik. Akan tetapi,budaya kerja sebagai variabel moderasi tidak memiliki pengaruh terhadaphubungan antara gaya kepemimpinan dan kinerja pelayanan. Hasil penelitian jugamenunjukkan bahwa implementasi GCG berpengaruh secara signifikan terhadapkinerja pelayanan. Hal ini mengindikasikan bahwa implementasi GCGmemperkuat hubungan antara gaya kepemimpinan dengan kinerja pelayanan.Kata Kunci: Gaya Kepemimpinan Transformasional, Budaya Kerja, ImplementasiGCG, Kinerja Pelayanan
 
PENDAHULUAN1.1. Latar Belakang
 Tuntutan terselangaranya
goodgovernance
dalam Implementasipenerapan otonomi daerah, tidak sekedartuntutan yuridis formil, tetapi lebih dari ituadalah bukti nyata adanya tuntutan ataspeningkatan pelayanan kepadamasyarakat. Hal ini telah berdampak padapergeseran paradigma manajemen sektorpublik (pemerintah), khususnya dipemerintah daerah yang telah mengarahkepada perwujudan pemerintahan yangdemokratis,
responsive
, akuntabel, sertapeningkatan kinerja organisasi pemerintahdalam memberikan pelayanan kepadamasyarakat.Substansi reformasi paradigmapelayanan publik adalah pergeseran polapenyelenggaraan pelayanan publik dariyang semula berorientasi pemerintahsebagai penyedia menjadi pemerintahsebagai pelayan yang berfokus kepadapemenuhan kebutuhan masyarakatsebagai pengguna. Konsekwensi pentingbagi pemerintah dalam menyikapipergeseran pola penyelenggaraanpelayanan publik ini adalah pemerintahharus mendengarkan suara publik denganmemberikan ruang bagi partisipasimasyarakat.
Sejalan dengan itu pemerintahtelah mengeluarkan beberaparegulasi yang berhubungan denganpelaksanaan fungsi pelayananpemerintah dalam mendorongpelayanan publik yang prima, seperti :1Surat Keputusan Menpan No.81/1993 Tentang PeningkatanPelayanan Publik.2Instruksi Presiden No. 1/1995tentang Peningkatan Mutu PelayananBagi Masyarakat.3Surat Keputusan MenteriPendayagunaan Aparatur Negara No.63/KEP/7/M.PAN/2003 TentangPedoman Umum PenyelenggaraanPelayanan Publik.
Meskipun telah banyak peraturan danregulasi yang dikeluarkan pemerintah dalammendorong terciptanya pelayanan publikyang prima, namun secara umum kinerjapelayanan publik yang dihasilkan olehorganisasi publik di Indonesia relatif belumprima dan belum mencapai tujuan yangdiharapkan. Kenyataan empirik membuktikanbahwa pelayanan publik yang diberikan pihakpemerintah maupun swasta saat ini terutamadi Indonesia masih bersifat minta dilayani (
tobe served
), sehingga banyak menimbulkanketidakpuasan masyarakat tentangpelayanan yang diberikan (Sudrajat,2004).
Model pelayanan publik yangdiberikan saat ini relatif tidak berdasarukuran kebutuhan masyarakat yangposisinya sebagai pengguna jasalayanan, tetapi model ini lebihberorientasi pada pelaksanaanprogram yang telah dirumuskanpimpinan (relatif tidak diawali denganstudi yang mengidentifikasi hal apayang diinginkan masyarakat).Fenomena tersebut relevan denganhasil kajian empirik Mita (2000) yangmembuktikan bahwa pelaksanaanpelayanan publik di negaraberkembang terlalu tersentralisasi.Salah satu alasan yang mendasarifenomena tersebut adalahpengambilan keputusan yangtersentralisasi dan terkesan kurangmenyentuh kebutuhan pelayananmasyarakat.Brackertz (2006) membuktikanbahwa keberhasilan terlaksananyapelayanan publik yang baik sangattergantung pada seberapa besarkapasitas sarana prasarana yangdimiliki oleh sebuah organisasi dalammemberikan pelayanan. Sedangkanuntuk mengukur efektifitas pelayananpublik senyatanya dapat diukurdengan membandingkan perbedaanantara harapan (
expectations
) dankinerja yang dirasakan (
 perceived performance
).

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->