Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
My Blog !!! Apa Perbedaan OOP Dengan Procedural Programing

My Blog !!! Apa Perbedaan OOP Dengan Procedural Programing

Ratings: (0)|Views: 122|Likes:
Published by Azis Abd

More info:

Published by: Azis Abd on Feb 19, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

01/29/2014

pdf

text

original

 
My Blog !!!
Jumat, 06 April 2012
Apa perbedaan OOP dengan Procedural Programing
Menurut Bjane Stroustrup dalam sebuah papernya yang berjudul
What is “Object Oriented Programing”? 
paradigma dalam OOP adalah “Tentukan kelas yang kita inginkan; lengkapisederetan operasi untuk setiap kelas; tentukan struktur secara eksplisit denganpewarisan”. Sedangkan procedural programming berparadigma “Tentukan procedur yangkita inginkan; Gunakan algoritma terbaik yang bias ditemukan”. Procedural programmingberorientasi pada aksi, sedangkan object oriented programming berorientasi pada objek.Pemrograman terstruktur tradisional terdiri atas perancangan struktur data danmemanipulasinya dengan fungsi-fungsi dengan suatu cara tertentu yang secara teori biasberhenti. Fungsi-fungsi ini yang biasa dikenal dengan algoritma. Niklaus Wirth,memberikan judul bukunya
 Algorithms + Data Structures = programs
. Dari judulnya secaratidak langsung beliau mengatakan bahwa algoritma dahulu struktur data kemudian. Padaawalnya, pikirkan dahulu bagaimana memanipulasi data, baru menentukan struktur dataapa yang tepat digunakan agar manipulasinya menjadi mudah.Pada pemrograman tradisional atau procedural (disebut
 process oriented mode
), semua data dan kode digabung menjadi satu bagian dalam satu program.Untuk program-program sederhana yang hanya membutuhkan beberapa buah bariskode, penggunaan model ini tentu tidak begitu menjadi masalah. Permasalahanakan timbul pada saat program tersebut berkembang ke arah yang lebih besar dankompleks, yang mungkin membutuhkan ratusan atau bahkan ribuan baris kode.Dalam pemrograman berorientasi objek, setiap objek akan memilih
data
(sifat berupa variable atau konstanta) dan
method 
(perilaku atau kemampuanmelakukan sesuatu dengan fungsi). Jadi Objek dapat di defenisikan sebagai suatuentitas yang memiliki data dan method.Contoh:Manusia adalah suatu objek yang memiliki data-data:a.
 
Namab.
 
Jenis kelaminc.
 
Tinggi badand.
 
Berat badane.
 
Golongan darahManusia memiliki
method 
:a.
 
Cara bicarab.
 
Cara berjalanc.
 
Cara marahd.
 
SifatKata kunci
 procedural programming
adalah dekomposisi masalah menjadi banyakfungsi. Cara ini cukup efektif untuk masalah kecil dan sederhana, namun masalah yangjauh lebih besar, pendekatan dengan Kelas/Objek memberikan manfaat lebih. Pertama,Kelas menyediakan mekanisme pengelompokan yang memudahkan bagi kita. Sebabprogram yang membutuhkan 2000 fungsi mungkin hanya membutuhkan 100 kelas denganmasing-masing kelas rata-rata memiliki 20 operasi. Kelas menyembunyikan(mengengkapsulasi) representasi data dari semua kode program kecuali operasinya saja.Jika sebuah bug program mengacaukan sebuah item data, lebih mudah mencaripenyebabnya di antara 20 operasi daripada di antara 2000 fungsi. 
Procedural programming
A.
 
Procedural ProgramingB.
Object Oriented Programing(OOP)
Total Tayangan Laman
4
 
9
 
0
 
Cari
Cari Blog Ini
 Teknik Informatika 2010
Rekomendasikan ini di Google
Share itPenunjuk Waktu
Share this on FacebookTweet this
View stats
(NEW) Appointment gadget >>
Pengikut
2013 (2)
2012 (17)
Desember (6)
April (9)Web MultimediaLubang Keamanan WordPress
Arsip Blog
Masukkan komentar Anda...
My Blog !!!: Apa perbedaan OOP dengan Procedural Programing2/11/2013http://rajimarhasibuan.blogspot.com/2012/04/apa-perbedaan-oop-dengan-procedural.html1 / 2

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->