Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pemanfaatan Media Boneka Tangan Untuk Meningkatkan Kemampuan Berbahasa Dengan Mengembangkan Kosakata Siswa TK Kelompok B Di TK Tunas Sejati Surabaya

Pemanfaatan Media Boneka Tangan Untuk Meningkatkan Kemampuan Berbahasa Dengan Mengembangkan Kosakata Siswa TK Kelompok B Di TK Tunas Sejati Surabaya

Ratings: (0)|Views: 176 |Likes:
Published by Alim Sumarno
Jurnal Online Universitas Negeri Surabaya, author : SARI GITAYANI,
http://ejournal.unesa.ac.id
Jurnal Online Universitas Negeri Surabaya, author : SARI GITAYANI,
http://ejournal.unesa.ac.id

More info:

Published by: Alim Sumarno on Feb 19, 2013
Copyright:Public Domain

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/04/2013

pdf

text

original

 
 
PEMANFAATAN MEDIA BONEKA TANGAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBAHASA DENGANMENGEMBANGKAN KOSAKATA SISWA TK KELOMPOK BDI TK TUNAS SEJATI SURABAYA
Sari Gita Yani
1
, Sulistiowati
2
Teknologi Pendidikan, Fakultas Ilmu PendidikanUniversitas Negeri SurabayaKampus Lidah Wetan
1
argit_manis@yahoo.com
Abstrak 
:
 
Media Boneka Tangan adalah sesuatu yang digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima yang dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatiandan minat serta perhatian siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi dengansalah satu model perbandingan/benda tiruan dari bentuk manusia dan atau binatang.Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti bahwa sarana di TK TunasSejati Surabaya belum optimal pemanfaatannya, dengan demikian upaya inovasi dankreatif yang mengarah kepada pencapaian kompetensi materi secara mutlak diperlukanuntuk mengatasi permasalahan tersebut diantaranya dengan memanfaatkan bonekatangan yang sudah ada kemudian diberi variasi media yang lain. Desain penelitianyang digunakan peneliti adalah
control group pretest-posttest design
. Subyek  penelitian adalah siswa TK-B TK Tunas Sejati Surabaya yang berjumlah 35 siswa.Data penelitian ini diperoleh dari hasil observasi dan tes. Jenis data berupa datakuantitatif yaitu skor hasil evaluasi penilaian terhadap media dari semua validator.Data kualitatif adalah saran dan kritik validator terhadap media dan deskripsi temuanlapangan. Teknik analisis data yang digunakan adalah data deskripsi kualitatif. Hasilyang diperoleh dari data observasi dalam penelitian ini adalah pemanfaatan media boneka tangan dari hasilnya menunjukkan
89,81%
, maka dapat dikategorikan dalamkategori
baik sekali
. Hasil analisis data pada bab IV, diketahui bahwa terdapatkenaikkan yang signifikan antara hasil sebelum pembelajaran dan setelah pembelajaran, hal ini dibuktikan melalui tes uji-t yang diperoleh nilai 9,91 dengan db34 taraf signifikan 5%, sehingga diperoleh t tabel 2,042. Dan diketahui bahwa t hitunglebih besar dari t tabel yaitu 9,91>2,042. Oleh sebab itu, secara umum media bonekatangan tersebut layak digunakan sebagai media alternatif di TK Tunas Sejati Surabaya.Sehingga dapat menumbuhkan gairah belajar siswa.
Kata kunci
: pemanfaatan media boneka tangan, kemampuan berbahasa,kosakata.
 
1.
 
PENDAHULUAN
Bahasa adalah suatu bentuk komunikasi dengan orang lain.Menurut Santrock (2007:353) bahwa bahasa terdiri dari kata
 – 
kata yangdigunakan oleh masyarakat besertaaturan-aturan untuk menyusun berbagai variasi danmengkombinasikannya. Bahasamerupakan faktor hakiki yangmembedakan manusia dengan hewan.Perkembangan pikiran individutampak dalam perkembangan bahasanya yaitu berbicara denganorang lain, mendengarkan orang lain,membaca dan menulis. Bahasa dapatmemberikan kemampuan anak untuk 
 
 mendeskripsikan kejadian-kejadian dimasa lalu dan merencanakan masadepan. (Santrock, 2007:353). Bahasamempunyai fungsi fungsional yaitusebagai alat komunikasi antaraindividu satu dengan individu yanglain dalam kelompok sosialnya.Bahasa merupakan suatu keterampilanmental-motorik, yaitu kemampuanmengaitkan arti dengan bunyi atauisyarat yang dihasilkan, yaitu dapatmengendalikan mekanisme otot saraf untuk menimbulkan bunyi dan gerak yang jelas berbeda dan terkendali.Bunyi yang dihasilkan pertama kaliadalah tangisan dan jeritan, yangkemudian ocehan atau celoteh, isyaratserta ekspresi emosinal. (Baraja,2008:208). Baraja mengemukakan(2008:211) bahwa Perkembangan bahasa mempunyai dasar fisiologi- biologis serta psikologis, hal ini terjadikarena dalam perkembangan bahasadiawali dari rasa senang dan tidak senang, nyaman dan tidak nyaman.Oleh karena itu, proses perkembangan bahasa anak pada usia empat tahun pertama juga akan melalui beberapa bentuk diantaranya: a) Anak mulaimengadaptasi semua informasi masuk  berbentuk simbol dan kata-kata. Yangmungkin informasi tersebut diasimilasiatau diakomodasi anak untuk menjadisuatu pengertian atau pemahaman, b)Anak berusaha mengkritisi,menanggapi semua ucapan yangditerima dari orang lain ataulingkungannya atau menilai ucapanatau tingkah laku orang lain, c) Anak mengembangkan dengan bahasa pertanyaan, perintah, permintaan dan jawaban. Selain itu, anak juga dituntutuntuk menuntaskan atau menguasaiempat tugas pokok yang satu samalainnya saling berkaitan. Keempattugas itu adalah sebagai berikut : (1)Pemahaman, (2) Pengembangan pembendaharaan kata, (3) Penyusunankata menjadi kalimat, dan (4) ucapan.(Yusuf, 2003:110-119). Dalammeningkatkan kemampuan bahasadiperlukan juga pengembangankosakata. Sebab kosakata sangat erathubungannya dengan komprehensi dan penalaran, sehingga suatu tekskosakata yang baik dapat secara efektif  berfungsi sebagai pengukur inteligensiumum, dan kebanyakan tes intelegensiyang baik mengandung butir (item)kosakata. Menurut wikipedia
“Kosakata adalah himpunan kata yang
diketahui oleh seseorang/entitas lain,atau merupakan bagian dari suatu bahasa tertentu.(http://id.wikipedia.org/wiki/kosakata) 
Maka dari itu, tugas-tugas perkembangan anak pada usia 4-5 tahunyaitu anak mampu memahami konsepwaktu dengan lebih baik, anak mampumemahami konsep bahasa dengan lebih baik, anak dapat membaca huruf denganmengeja, anak dapat melakukan permainan kartu atau dengan papan, anak dapat menggunakan sendok dan garpu.(Baraja, 2008:93). Berdasarkan kurikulum2004 pada pokok kemampuan berbahasadengan kompetensi dasar anak mampumendengarkan, berkomunikasi secaralisan, memiliki pembendaharaan kata danmengenal simbol
 – 
simbol yangmelambangkannya untuk persiapanmembaca dan menulis serta indikator yangmendukung yaitu membedakan kata
 – 
katayang mempunyai suku kata awal yangsama dan suku kata akhir yang sama.
Hasil observasi awal yang pernah peneliti lakukan pada TK Tunas Sejatikhususnya kelas B ditemukannya permasalahan yaitu tingkatkemampuan berbahasa siswa dalammengembangkan kosakata masihkurang, hal ini dikarenakan siswamasih menguasai kosakata hanya 300kata sehingga kurang dalam pencapaian kosakata yang menguasaisampai ribuan kata. Maka dari itu guruhendaknya lebih banyak memberikan pelatihan tentang perluasan kosakatasiswa.
 
 
Oleh sebab itu, faktor yangmenyebabkan kurangnya pengembangankosakata yaitu kurang tersedianya media pembelajaran yang mendukung terjadinya proses belajar mengajar yangmenyenangkan bagi siswa, kurangnyakreatifitas guru dalam penyampaian pembelajaran berbahasa, perhatian siswatidak terfokus dengan kurikulum berbahasa, sehingga persiapan untuk membaca dan menulis masih kurang. Halini terbukti dengan nilai siswa dibawahstandar pencapai ketuntasan belajar siswayaitu dengan nilai ** (Cukup). Hal inidisebabkan karena kurangnya berlatih dirumah, kurangnya variasi dalam pemanfaatan sumber belajar, guru hanyamenggunakan sumber belajar berupa buku panduan di sekolah, guru hanyamenggunakan satu metode saja dankondisi sekolah termasuk kategorimenengah ke bawah.Keadaan ideal pada siswa TK Kelompok B adalahAnak mampumendengarkan, berkomunikasi secaralisan, memiliki perbendaharaan kata danmengenal simbol-simbol yangmelambangkannya. Dari permasalahan diatas maka peneliti menawarkan solusiuntuk siswa TK Tunas Sejati Surabayayaitu dengan penggunaan media bonekatangan. Karena dalam penggunaan media boneka tangan dapat menambah variasi belajar siswa. Sehingga guru dapatmemanfaatkan media boneka tangan iniuntuk menciptakan pembelajaran yanglebih menarik dan variatif. Oleh sebab itu,dalam penyajiannya diberikan sesuatuyang berbeda dengan menampilkan kartukata dan media audio sebagai media pendukung guna lebih memperjelas pesanyang disampaikan guru kepada siswa.Maka, pemanfaatan media boneka tanganini diharapkan mampu mengatasi masalah belajar siswa TK Kelompok B TunasSejati Surabaya.
2.
 
LANDASAN TEORI
 Dalam penelitian ini, peneliti akanmenghubungkan masalah dengankawasan Teknologi Pendidikan yang bersumber pada definisi pemanfaatanyang diungkapkan oleh Seel & Richey.
”Pemanfaatan adalah aktivitas
menggunakan proses dan sumber untuk 
 pebelajar” (Seels & Richey, 1994),
 pemanfaatan menuntut adanya penggunaan deseminasi, difusi,implementasi, dan pelembagaan yangsisematis. Keterlibatan dalam pemanfaatan mempunyai tanggung jawabuntuk mencocokkan pebelajar dengan bahan dan aktifitas yang spesifik,menyiapkan pebelajar agar dapat berinteraksi dengan bahan dan aktivitasyang dipilih, memberikan bimbinganselama kegiatan, memberi penilaian atashasil yang dicapai pebelajar, sertamemasukkannya ke dalam prosedur organisasi yang berkelanjutan. Sebabdalam penelitian ini peneliti akanmemanfaatkan media boneka tanganuntuk meningkatkan kemampuan berbahasa siswa TK Kelompok B di TK Tunas Sejati Surabaya.
Kata pembelajaran sengaja dipakaisebagai padanan kata dari kata bahasa inggris
instruction
. Kata
instruction
mempunyai pengertian yang lebih luas dari pada pengajaran. Jika kata pengajaran ada dalamkonteks guru-murid di kelas (ruang) formal, pembelajaran atau
instruction
mencakup pulakegiatan belajar mengajar yang tidak dihadiriguru secara fisik. Oleh karena itu,
instruction
 yang ditekankan adalah proses belajar makausaha-usaha yang terencana dalammemanipulasi sumber-sumber belajar agar terjadi proses belajar dalam diri siswa disebut pembelajaran (Sadiman, 2007 : 07).
Boneka merupakan salah satumodel perbandingan adalah benda tiruandari bentuk manusia dan atau binatang.Sebagai media pembelajaran, dalam penggunaannya boneka dimainkan dalam bentuk sandiwara boneka. Pengertian boneka tangan adalah benda tiruan dari bentuk manusia dan atau binatang denganmemainkan satu tangan dimana bagian badan dan kakinya hanya merupakan bajuyang akan menutup lengan orang yangmemainkannya. (Sudjana, 2005:188).

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->