Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pengertian Isotop

Pengertian Isotop

Ratings: (0)|Views: 384|Likes:
Isotop
Isotop

More info:

Published by: Mah Roo Ny Shippuden on Feb 20, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/18/2013

pdf

text

original

 
TUGAS FISIKA
“Radio Isotop”
 
Di Susun Oleh :Nama : Oktifiani Ayu.K No : 19Kelas : XII A-1
SMA NEGERI 1 SUKODONOTAHUN AJARAN 2012/2013
 
APEMANFAATAN RADIOISOTOP
BAB IPENDAHULUAN
Abad 20 ditandai dengan perkembangan yang menakjubkan di bidang ilmu danteknologi, termasuk disiplin ilmu dan teknologi kedokteran serta kesehatan.Terobosan penting dalam bidang ilmu dan teknologi ini memberikan sumbanganyang sangat berharga dalam diagnosis dan terapi berbagai penyakit termasuk  penyakit-penyakit yang menjadi lebih penting secara epidemologis sebagaikonsekuensi logis dari pembangunan di segala bidang yang telah meningkatkankondisi sosial ekonomi masyarakat.Penggunaan isotop radioaktif dalam kedokteran telah dimulai pada tahun 1901oleh Henri DANLOS yang menggunakan radium untuk pengobatan penyakittubercolusis pada kulit. Namun yang dianggap Bapak Ilmu Kedokteran Nuklir adalah George C. de HEVESSY, dialah yang meletakkan dasar prinsip perunutdengan menggunakan radioisotop alam Pb-212. Dengan ditemukannyaradioisotop buatan maka radioisotop alam tidak lagi digunakan.Radioisotop buatan yang banyak dipakai pada masa awal perkembangankedokteran nuklir adalah I-131. Akan tetapi pemakaiannya kini telah terdesak olehTc-99m selain karena sifatnya yang ideal dari segi proteksi radiasi dan pembentukan citra juga dapat diperoleh dengan mudah serta relatif murahharganya. Namun demikian I-131 masih sangat diperlukan untuk diagnostik danterapi, khususnya kanker kelenjar tiroid.Perkembangan ilmu kedokteran nuklir yang sangat pesat tersebut dimungkinkan berkat dukungan dari perkembangan teknologi instrumentasi untuk pembuatancitra terutama dengan digunakannya komputer untuk pengolahan data sehinggasistem instrumentasi yang dahulu hanya menggunakan detektor radiasi biasadengan sistem elektronik yang sederhana, kini telah berkembang menjadi peralatan canggih kamera gamma dan kamera positron yang dapat menampilkancitra alat tubuh, baik dua dimensi maupun tiga dimensi serta statik maupundinamik.Dewasa ini, aplikasi teknik nuklir dalam bidang kesehatan telah memberikansumbangan yang sangat berharga dalam menegakkan diagnosis maupun terapi berbagai jenis penyakit. Berbagai disiplin ilmu kedokteran seperti ilmu penyakitdalam, ilmu penyakit syaraf, ilmu penyakit jantung, dan sebagainya telahmengambil manfaat dari teknik nuklir ini.Berdasarkan penjabaran di atas, maka penulis tertarik dengan masalah pemanfaatan Radioisotop dalam Bidang Kedokteran besrta aplikasi Nuklir dalamkedokteran. Oleh karena itu penulis mengambil suatu judul makalah yang
sekiranya penting dan sangat jarang untuk dibahas yaitu : “PemanfaatanRadioisotop Di Bidang Kedokteran”.
Siapa yang hanya hidup untuk dirinya maka
ia akan hidup sebagai manusia kerdil dan akan “mati” sebelum ia mati. Hiduplah
 
u
ntuk orang lain,niscaya kau jadi manusia besar dan tidak akan “mati”
 selamanya. (Ust. Syatory A R)
 
BAB IIRADIOISOTOP
 
A.
 
Definisi
Radioisotop adalah isiotop dari zat radioaktif, dibuat denganmenggunakan reaksi inti dengan netron.Misalnya 92 U 238 + 0 n 1 ® 29 U 239 + gPenggunaan radioisotope, dapat diaplikasikan dalam berbagai bidang, yangnantinya dalam makalah ini akan dikhususkan di bidang Kedokteran.Beberapa bidang tersebut meliputi:Ø Bidang hidrologiØ Bidang biologiØ Bidang industriØ Bidang ArkeologiØ Bidang Kedokteran
B. Produksi Radioisotop
 Radioisotop yang sering digunakan dalam berbagai bidang kebutuhanmanusia seperti bidang kesehatan, pertanian, hidrologi dan industri, padaumumnya tidak terdapat di alam, karena kebanyakan umur paronya relatif  pendek. Radioisotop dibuat di dalam suatu reaktor nuklir yang mempunyaikerapatan (fluks) neutron tinggi dengan mereaksikan antara inti atom tertentudengan neutron. Selain itu, radioisotop dapat juga diproduksi menggunakanakselerator melalui proses reaksi antara inti atom tertentu dengan suatu partikel, misalnya alpha, neutron, proton atau partikel lainnya. Secarasistematis proses produksi radioisotop di PTNBR dapat digambarkan padaskema berikut.Di PTNBR untuk memproduksi radioisotop digunakan reaktor TRIGA Mark II dengan daya maksimum sebesar 2000 kW yang mempunyai kerapatan(fluks) neutron mencapai orde 1012n.cm-2.s-1 di daerah tempat iradiasiisotop. Penempatan target ke dalam reaktor serta pengambilannya dilakukandengan cara mekanis menggunakan alat pancing. Fasilitas lain untuk menunjang produksi radioisotop adalah processing box yang terbuat daritimbal, beton atau bahan lain yang dapat menahan/mengurangi paparanradiasi dari radioisotop yang dibuat. Selain itu remote handling tong,digunakan untuk menggantikan fungsi tangan.
C. Penggunaan Radioisotop
 
Bidang Kedokteran
 Radioisotop dapat digunakan untuk radioterapi, seperti larutan iodium-131(Na131l) untuk terapi kelainan tiroid dan fosfor-32 (Na2H32PO4) yangmerupakan radioisotop andalan dalam terapi polisitemia vera dan leukemia.Selain, itu radioisotop juga dapat digunakan untuk radiodiagnosis sepertiteknesium-99m (Na99mTcO4) untuk diagnosis fungsi dan anatomis organ

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->