Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
4Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Menyalahkan Korban Victimization

Menyalahkan Korban Victimization

Ratings: (0)|Views: 34|Likes:
Published by Ahmad Subhan

More info:

Published by: Ahmad Subhan on Feb 22, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/22/2013

pdf

text

original

 
Menyalahkan Korban (Victimization)
Rekan-rekan,Di dalam kehidupan bermasyarakat ada fenomena "victimization" yang terjemahan awamnyaadalah "menyalahkan si korban sebagai penyebab kejahatan terhadapnya".Fenomena ini misalnya tampak jelas dalam kasus perkosaan seorang wanita, di mana sikorban dianggap bersalah karena telah "mengundang" atau "merangsang" si pemerkosa.Secara ekstrim, dalam pemeriksaan perkara kriminal yang melibatkan pemerkosaan, makapihak kepolisian, kejaksaan, dan kehakiman seringkali mencecar korban perkosaan (biasanyawanita) untuk meyakinkan bahwa si korban tidak bertingkah laku atau berpakaianmerangsang, yang menyebabkan si pemerkosa melakukan perkosaan itu.Jika terbukti bahwa si korban bertingkah dan berpakaian merangsang, maka tindakanperkosaan itu seolah-olah dapat dibenarkan. Dengan kata lain, tingkah dan pakaian si korbanmenjadi pembenar (justifikasi) dari perbuatan si pemerkosa.Fenomena "victimization" ini tak hanya terjadi dalam kasus perkosaaan, melainkan semakinmeluas di sebuah masyarakat yang sedang mengalami perubahan nilai-nilai dasar, dan padaumumnya digunakan dalam kasus-kasus penindasan dan penggunaan dominasi kekuasaanatas kaum marjinal.Beberapa contoh pandangan yang menggunakan pemikiran "victimization":1. Buruh boleh diberi upah di bawah minimal karena mereka pemalas. (Korban sebenarnyaadalah si buruh, yang diuntungkan adalah si majikan. Tuduhan "pemalas" menjadi pembenaruntuk menindas si buruh, tanpa ada minat di pihak penindas untuk memahami bahwa buruhitu malas karena upanya minimal!).2. Pengemplang pajak boleh dihukum ringan karena rakyat belum sadar pajak. (Korbansebenarnya adalah rakyat, dan ketidaksadaran mereka adalah penyebab pengemplanganpajak, yang diuntungkan tentunya adalah si pengemplang dan biasanya berbentuk korporasibesar)3. Listrik boleh seenaknya dipadamkan karena rakyat sering tidak bayar. (Korbannya tentuadalah rakyat juga, tetapi perusahaan listrik tak mau tahu dan menggunakan alasanketidakmampuan rakyat membayar listrik untuk berbuat semena-mena).4. Penabrak boleh dihukum ringan jika korbannya juga tidak taat lalu-lintas. (Ini seringterjadi, terutama jika penabraknya punya "backing" aparat penegak hukum. Korban seringkalitak punya daya untuk melawan di penabrak).5. Koruptor tak perlu dihukum berat jika uangnya dikembalikan. (Rakyat sebenarnya adalahkorban dalam hal ini, tetapi kemampuan uang si koruptor menjadi pembenar dari peringananhukuman dan kepasrahan rakyat sebagai pihak yang tak dapat langsung menghukum sikoruptor menjadi alasan untuk pembenaran tersebut).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->