Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Rekayasa Jalan Raya

Rekayasa Jalan Raya

Ratings: (0)|Views: 394|Likes:
Komting Sibujang Senang
Komting Sibujang Senang

More info:

Published by: Komting Sibujang Senang on Feb 22, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

09/12/2013

pdf

text

original

 
PERENCANAAN PERSIMPANGAN TIDAK SEBIDANG PADA JALAN RAYA
 
Ir. JONI HARIANTOJurusan Teknik SipilFakultas TeknikUniversitas Sumatera UtaraBAB IPENDAHULUANI .1. Umum
Ada dua jenis persimpangan didalam perencanaan pertemuan dua ruas jalanatau lebih yaitu persimpangan sebidang dan persimpangan tidak sebidang.Persimpangan sebidang adalah persimpangan dimana ruas jalan saling bertemudalam satu bidang sedangkan persimpangan tidak sebidang dimana ruas jalanbertemu tidak dalam satu bidang tetapi salah satu ruas berada diatas atau dibawahruas jalan yang lain.Perencanaan persimpangan jalan tidak sebidang dilakukan bila kapasitaspersimpangan tersebut sudah mendekati atau lebih besar dari kapasitas masing-masing ruas jalan sehingga arus lalu lintas untuk masing-masing lenganpersimpangan sama sekali tidak boleh terganggu. Bila hal ini terjadi maka praktispersimpangan tersebut akan terjadi kemacetan yang tidak mungkin dihindari .Persimpangan tidak sebidang adalah satu-satunya pilihan bila pengaturanmaupun pengendalian arus lalu lintas pada persimpangan sebidang tidak lagi dapatdilakukan untuk memperbesar kapasitas .
I .2. Latar Belakang
Melihat angka pertumbuhan lalu lintas yang semakin tinggi dari tahunketahun sehingga pada suatu saat nanti diperkirakan akan timbul permasalahandimana kapasitas persimpangan khususnya pada persimpangan sebidang tersebuttidak mampu lagi menerima atau menampung arus lalu lintas yang ada sehinggaakan terjadikemacetan – kemacetan , serta adanya problema pertemuan jalan pada jalan bebashambatan dengan jalan lain yang dilintasinya dimana tidak mungkin dibuatpersimpangan sebidang maka perencanaan persimpangan tidak sebidang perludilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut.
I .3. Maksud dan Tujuan
Maksud dan tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengupas masalahperencanaan persimpangan tidak sebidang pada persimpangan - persimpangandimana arus lalu lintasnya cukup tinggi dan tidak tertampung lagi sesuai dengankapasitasnya dan pada daerah pertemuan jalan bebas hambatan dengan jalan umumlainnya.
I .4. Permasalahan dan Pembatasan Masalah
Perencanaan persimpangan tidak sebidang mempunyai cakupan yang sangatluas antara lain perencanaan geometrik persimpangan, perencanaan strukturperkerasan, pemilihan super elevasi, sistem drainase, pemilihan type persimpangan (interchange ). sistem perencanaan jalur, perencanaan marka dan rambu-rambu lalulintas dan hal-hal lainnya sehingga untuk membahas hal tersebut lingkup
©2004 Digitized by USU digital library 
1
 
permasalahannya terlalu luas untuk itu penulis membatasinya yaitu hanya mengupasmasalah geometrik dan jenis-jenis interchange yang ada untuk diterapkan pad asuatu persimpangan serta keuntungan dan kerugian dari masing-masing jenistersebut.
I .5 .Metodologi
Metode yang dipergunakan didalam penulisan ini adalah metode studiliteratur, yaitu mencari bahan-bahan masukan dari buku-buku yang berkaitandengan masalah perencanaan persimpangan jalan tidak sebidang ( interchange).
BAB IIPERTEMUAN I PERSIMPANGAN JALAN ( INTERSECTION)
Persimpangan jalan adalah suatu daerah umum dimana dua atau lebih ruas jalan (link) saling bertemu /berpotongan yang mencakup fasilitas jalur jalan(roadway) dan tepi jalan (road side) , dimana lalu lintas dapat bergerak didalamnya.Persimpangan ini adalah merupakan bagian yang terpenting dari jalan raya sebabsebagian besar dari efisiensi, kapasitas lalu lintas , kecepatan, biaya operasi, waktuperjalanan, keamanan dan kenyamanan akan tergantung pada perencanaanpersimpangan tersebut. Setiap persimpangan mencakup pergerakan lalu lintasmenerus dan lalu lintas yang saling memotong pada satu atau lebih dari kakipersimpangan dan mencakup juga pergerakan perputaran. Pergerakan lalu lintas inidikendalikan berbagai cara, bergantung pad a jenis persimpangannya.
2.2. Alih Gerak ( Manuver) Lalu lintas pada Persimpangan Jalan
Dari sifat dan tujuan gerakan didaerah persimpangan, dikenal beberapabentuk alih gerak yaitu:a. Diverging (memisah)b. Merging (menggabung)c. Crossing (memotong)d. Weaving (menyilang)
2.2.a. Diverging (memisah)
Divering adalah peristiwa memisahnya kenderaan dari suatu arus yang samakejalur yang lain
©2004 Digitized by USU digital library 
2
 
2.2.b. Merging ( Menggabung)
Merging adalah peristiwa menggabungnya kenderaan dari suatu jalur ke jaluryang lain
2.2.d. Weaving (Menyilang )2.2.c. Crossing ( memotong)
Crossing adalah peristiwa perpotongan antara arus kenderaan dari satu jalurke jalur yang lain pada persimpangan dimana keadaan yang demikian akanmenimbulkan titik konflik pada persimpangan tersebut.
2.2.d. Weaving (menyilang)
Weaving adalah pertemuan dua arus lalu lintas atau lebih yang berjalanmenurut arah yang sarna sepanjang suatu lintasan dijalan raya tanpa bantuanrambu lalu lintas. Gerakan ini sering terjadi pada suatu kenderaan yang berpindahdari suatu jalur kejalur lain misalnya pada saat kenderaan masuk kesuatu jalan rayadari jalan masuk, kemudian bergerak kejalur lainnya untuk mengambil jalan keluardari jalan raya tersebut keadaan ini juga akan menimbulkan titik konflik padapersimpangan tersebut.
©2004 Digitized by USU digital library 
3

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->