Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
3Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
63073133 Contoh Proposal Ptk Sosiologi

63073133 Contoh Proposal Ptk Sosiologi

Ratings: (0)|Views: 477 |Likes:
Published by Dody Setiawan

More info:

Published by: Dody Setiawan on Feb 22, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/09/2014

pdf

text

original

 
Proposal PTK APLIKASI PENDEKATAN
 PROBLEM-BASED LEARNING 
(PBL) DAPATMENINGKATKAN PEMBELAJARAN SOSIOLOGI PADA KELAS XII IPSMADRASAH ALIYAH NEGERI 2 SALATIGA TAHUN PELAJARAN 2005 – 2006
Disusun Oleh…………………………………
DEPARTEMEN AGAMAMADRASAH ALIYAH NEGERI SALATIGA2005A.JUDUL PENELITIAN 
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang berjudul
“APLIKASIPENDEKATAN
 PROBLEM-BASED LEARNING 
(PBL) DAPATMENINGKATKAN PEMBELAJARAN SOSIOLOGI PADA KELAS XIIIPS MADRASAH ALIYAH NEGERI 2 SALATIGA TAHUN PELAJARAN2005 – 2006”B.PENDAHULUAN1.Latar Belakang Masalah
Berbicara mengenai kualitas sumber daya manusia, pendidikanmemegang peranan penting dalam proses peningkatan kualitas sumber dayamanusia. (Umaedi (1999 : 1) mengatakan bahwa “Peningkatan kualitas pendidikan merupakan suatu proses yang terintegrasi dengan proses peningkatansumber daya manusia itu sendiri”. Salah satu strategi kebijakan pemerintah dalammeningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia adalah melalui peningkatan mutu pendidikan. Sejalan dengan perkembangan abad 21, yangdikenal dengan era globalisasi maka diperlukan profesionalisme di segala bidangtermasuk dunia pendidikan.Permasalahan yang selalu mengemuka dalam dunia pendidikan adalah bagaimana suatu proses pembelajaran dirancang dan diturunkan dalam praktek.Baik dan buruknya kualitas pendidikan sangat berhubungan dengan kinerja gurudalam menjalankan profesinya sebagai pembelajar. Dalam ruang ini, seorang guruselalu ditantang untuk dapat menemukan format yang tepat dan memformulasikandalam strategi yang taktis suatu rancangan pembelajaran yang mencerahkan(Parman, 2005 : 9).Berangkat dari latar belakang tersebut, secara mikro (praksis pembelajaran) perlu ditemukan cara terbaik untuk menyampaikan konsep yangdiajarkan di dalam mata pelajaran tertentu, sehingga siswa dapat menggunakandan mengingat lebih lama konsep-konsep tersebut sebagai suatu kompetensi yang berguna. Di samping itu, guru dituntut kemampuannya untuk berkomunikasisecara efektif dengan siswanya. Konsekuensi logis dari tuntutan profesionalitasini adalah kemampuan menemukan pendekatan dan strategi pembelajaran yangtepat sesuai dengan kekhasan mata pelajaran tertentu.1
 
Dalam kedudukannya sebagai sebuah disiplin ilmu sosial yang sudahrelatif lama berkembang di lingkungan akademis, secara teoritik idealnyaSosiologi memiliki posisi strategis dalam membahas dan mempelajari masalah-masalah sosial-politik yang berkembang di masyarakat. Karenanya, pengajaranSosiologi perlu semakin tanggap dan sensitif terhadap perkembangan dimasyarakat dan selalu siap dengan pemikiran kritis dan alternatif menjawabtantangan yang ada. Melihat masa depan masyarakat kita, sosiologi semakindituntut untuk tanggap terhadap isu globalisasi yang didalamnya mencakupdemokratisasi, meliputi desentralisasi dan otonomi, penegakkan HAM,
 good  governance
(kepemerintahan yang baik), emansipasi, dan masyarakat yangdemokratis.Pengajaran Sosiologi di Sekolah Menengah Umum berfungsi untuk meningkatkan kemampuan berfikir, berperilaku, dan berinteraksi dalamkeragaman realitas sosial dan budaya berdasarkan etika. Tujuan pengajaransosiologi Sekolah Menengah Umum pada dasarnya mencakup dua sasaran yang bersifat kognitif dan bersifat praktis. Secara kognitif pengajaran sosiologidimaksudkan untuk memberikan pengetahuan dasar sosiologi agar siswa mampumemahami dan menelaah secara rasional komponen-komponen dari individu,kebudayaan dan masyarakat sebagai suatu sistem. Sementara itu sasaran yang bersifat praktis dimaksudkan untuk mengembangkan keterampilan sikap dan perilaku siswa yang rasional dan kritis dalam menghadapi kemajemukanmasyarakat, kebudayaan, situasi sosial serta berbagai masalah sosial yangditemukan dalam kehidupan sehari-hari.Dalam tataran realitas, pengajaran sosiologi di sekolah, sering kali guruterjebak dengan cara-cara konvensional yang hanya berorientasi pada pencapaianaspek-aspek kognitif yang mengandalkan metode ceramah dalam pembelajarannya. Jika hal ini terjadi, yang terjadi kemudian sebuah verbalisme pengetahuan belaka. Siswa mampu menghafal sejumlah konsep-konsep sosiologitertentu dalam dimensi akademis, tetapi tidak memiliki kemampuan memecahkanmasalah.Pendekatan pembelajaran berbasis masalah (
 Problem-Based Learning 
)adalah suatu pendekatan pembelajaran yang menggunakan masalah dunia nyatasebagai konteks bagi siswa untuk belajar tentang cara berfikir kritis danketerampilan memecahkan masalah. Dengan asumsi dasar pada batasan masalahtersebut,
 Problem-Based Learning 
(PBL) menjadi relevan untuk diterapkansebagai strategi pembelajaran Sosiologi. Dengan pendekatan PBL diasumsikan belajar Sosiologi akan menjadi menarik karena objek yang dipelajari situasi dunianyata yang dekat dengan kehidupan siswa. Di samping itu, konsep pengetahuanesensial yang dipelajari akan menggerakkan pada kemampuan berpikir tingkattinggi, dan dengan sendirinya akan mendorong siswa untuk belajar pada situasi bagaimana belajar.
2.Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian pada latar belakang masalah tersebut di atas, makasecara spesifik masalahnya dapat dirumuskan sebagai berikut:a.Apakah dengan pendekatan
 Problem-Based Learning 
dapat meningkatkan pembelajaran Sosiologi pada kelas XII IPS Madrasah Aliyah Negeri 2SALATIGA tahun pelajaran 2006 – 2007? b.Bagaimana perubahan tingkah laku yang menyertai peningkatan pembelajaranSosiologi melalui pendekatan
 Problem-Based Learning 
?
3.Tujian Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah:a.Untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Sosiologi melalui pendekatan
 Problem-Based Learning 
pada kelas XII IPS Madrasah Aliyah Negeri 2SALATIGA.2
 
 b.Untuk mengetahui tingkah laku yang menyertai peningkatan pembelajaranSosiologi melalui pendekatan
 Problem-Based Learning 
pada kelas XII IPSMadrasah Aliyah Negeri 2 SALATIGA.
4.Hipotesis Tindakan
Hipotesis tindakan penelitian ini adalah:a.Melalui pendekatan
 Problem-Based Learning 
kualitas pembelajaran Sosiologi pada kelas XII IPS Madrasah Aliyah Negeri 2 SALATIGA akan meningkat. b.Melalui pendekatan
 Problem-Based Learning 
akan terjadi peningkatantingkah laku yang menyertai pembelajaran Sosiologi kelas XII IPS MadrasahAliyah Negeri 2 SALATIGA.
C.Kajian Teori
1.
Definisi
 Problem-Based Learning 
Menurut Ibrahim dan Nur (2000: 2), “Pengajaran berbasis masalah(
 Problem-Based Learning 
) dikenal dengan nama lain seperti
 Project-Based  Learning 
(Pembelajaran Proyek),
 Experience-Based Education
(Pendidikan berdasarkan pengalaman),
 Authentic Learning 
(Pembelajaran autentik), dan
 Anchored instruction
(Pembelajaran berakar pada kehidupan nyata)”.Mayo, Donnely, Nash & Schwartz, 1993 dalam Whatis PBL.htmlmendefinisikan
 Problem-Based Learning 
sebagai strategi untuk pemecahanmasalah yang signifikan, yang disandarkan pada situasi keadaan yang nyata danmemberikan sumber-sumber, menunjukkan atau memandu dan memberikan petunjuk pada pembelajar untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan pemecahan masalah.Menurut Finkle dan Torp (1995 dalam http://www.corf.html) dijelaskan  bahwa
 Problem-Based Learning 
adalah sebuah kurikulum sistem pengajaran yangsimultan untuk mengembangkan antara strategi pengembangan pemecahanmasalah dari dasar pengembangan disiplin pengetahuan dan keterampilan siswadalam memecahkan permasalahan-permasalahan yang dihadapi denganmenyesuaikan pada permasalahan yang nyata. Di dalam problem-based learning,siswa bekerja dalam suatu kelompok kecil untuk membahas sesuatu masalah yangtidak dimengerti dan penting, apa yang mereka tidak tahu dan berusaha untuk  belajar memecahkan permasalahan tersebut . (White H.B &Richlin, 1996:http://udel/pbl/dancase).Hamzah (2004: http://www.udel.edu/pbl/) menjelaskan bahwa
 Problem- Based Learning 
(PBL) merupakan salah satu metode pembelajaran dimana
 Authentic Assesment 
(penilaian nyata) dapat diterapkan secara komprehensif.Keuntungan dari pembelajaran
 Problem-Based Learning 
yakni, memberikanfokus yang menarik bagi siswa dalam menyusun pemecahan masalah yang nyatadalam kehidupan sehari-hari sesuai dengan permasalahan yang kontekstualmelalui penerapan ceramah dan penggabungan penelitian sehingga siswa akansenantiasa aktif menyusun konsep yang akhirnya dimemorikan dalam kognitifnyadi dalam pembelajaran yang bermakna.Terkait dengan penilaian tersebut, bahwa salah satu persoalan yangdijumpai guru dalam penerapan KBK adalah menyangkut hal penillaiankompetensi dasar. Bila kurikulum 1994 yang lalu penilaian banyak menekankan pada kemampuan kognitif (pengetahuan) saja, maka dalam kurikulum 2004(KBK), penilaian mencakup tiga aspek, yaitu kognitif (pengetahuan), afekti(sikap), dan psikomotor (keterampilan) secara serempak. Untuk mencapaikompetensi dasar yang benar-benar maksimal baik dalam bentuk kognitif, afektif,dan psikomotor secara simultan, kegiatan pembelajaran tidak lagi sekedar menyampaikan dan menerima informasi, tetapi mengolah sebagai masukan padausaha peningkatan kemampuan. Permasalahan berikutnya adalah bagaimanamengoptimalkan kegiatan pembelajaran yang terarah pada tujuan yang bermakna?.Strategi pembelajaran
 Problem-Based Learning 
, merupakan bagian darimetode pembelajaran inquiri yang di dalamnya terdapat juga unsur kooperatif.3

Activity (3)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
adambitor1713 liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->