Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
3Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pendekar Binal Seri 1 Tamat

Pendekar Binal Seri 1 Tamat

Ratings:

4.67

(3)
|Views: 1,347|Likes:
Published by Dicky Wizanajani r
Cerita silat karya Gu Long (1967), dengan judul asli: Jue Dai Shuang Jiao, atau dalam Bahasa Inggris: Legendary Siblings.

Disadur ke dalam Bahasa Indonesia oleh Gan KL,
dengan judul: Pendekar Binal.

Pendekar Binal ini merupakan cetakan tahun 1993, terbagi 3
seri @ 8 jilid
Cerita silat karya Gu Long (1967), dengan judul asli: Jue Dai Shuang Jiao, atau dalam Bahasa Inggris: Legendary Siblings.

Disadur ke dalam Bahasa Indonesia oleh Gan KL,
dengan judul: Pendekar Binal.

Pendekar Binal ini merupakan cetakan tahun 1993, terbagi 3
seri @ 8 jilid

More info:

Published by: Dicky Wizanajani r on Feb 20, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See More
See less

12/28/2012

 
Pendekar Binal karya > Gu Long diceritakan oleh > Gan K.L. > published by buyankaba
1___________________________________________________________________________
Cerita silat karya Gu Long (1967), dengan judul asli: Jue Dai Shuang Jiao, atau dalam Bahasa Inggris: Legendary Siblings. Disadur ke dalam Bahasa Indonesia oleh Gan KL,dengan judul: Pendekar Binal. Pendekar Binal ini merupakan cetakan tahun 1993, terbagi 3seri @ 8 jilid.
Kang Hong, setiap orang yang bertelinga di dunia Kangouw (kelana) niscaya pernahmendengar nama “si mahacakap” ini, begitu pula nama Yan Lam-thian, si jago pedang nomorsatu di dunia persilatan.Setiap insan persilatan yang bermata tentu juga berhasrat melihat wajah Kang Hong yangmahacakap serta ingin menyaksikan ilmu pedang Yan Lam-thian yang tiada bandingannya dikolong langit ini.Setiap orang pun tahu bahwa tiada seorang gadis di dunia ini yang sanggup menahansenyuman Kang Hong dan juga tiada jago silat yang mampu melawan pedang sakti Yan Lam-thian. Semua orang percaya bahwa pedang Yan Lam-thian sanggup mencabut nyawa seorangpanglima di tengah-tengah pasukannya dan dapat membelah seutas rambut menjadi dua,sedangkan senyuman Kang Hong mampu menghancurluluhkan hati setiap orang perempuan.Akan tetapi pada saat itulah lelaki yang paling cakap di dunia ini justru sedang lari terbirit-birit demi seorang perempuan. Dengan pakaian yang sederhana dan kumal Kang Hong sedangmengendarai sebuah kereta kuda rongsokan dan menyusuri sebuah jalan yang sudah lamatelantar dan tidak terinjak kaki manusia. Dalam keadaan demikian, siapa pun takkan percayabahwa dia inilah Kang Hong, si mahacakap, si rupawan yang romantis dan menggiurkan hatisetiap gadis itu.Panas terik sinar sang surya dalam bulan tujuh menyengat kulit. Waktu itu sudah dekat senja,namun manusia dan kudanya masih kegerahan oleh hawa yang panas itu. Kang Hong ternyatatidak menghiraukan badannya yang sudah basah kuyup air keringat, ia masih terusmencambuki kudanya agar berlari terlebih kencang.
 
Pendekar Binal karya > Gu Long diceritakan oleh > Gan K.L. > published by buyankaba
2Suasana sunyi senyap, hanya terdengar berdetaknya kuda lari dan gemertuk roda keretadiseling menggeletarnya cambuk. Tiba-tiba suara ayam berkokok memecah kesepian.Sungguh aneh, dari mana datangnya ayam berkokok di jalan telantar menjelang senja ini?Berubah air muka Kang Hong, sorot matanya yang tajam memancar jauh ke depan sana,terlihat seekor ayam jantan besar menongkrong di atas dahan pohon reyot di tepi jalan tanpabergerak sedikit pun.Jenggernya yang merah indah kereng serta bulunya yang beraneka warna itu tampak berkilau-kilau. Mata ayam jantan itu pun seakan-akan memancarkan sinar yang jahat dan mengerikan.Muka Kang Hong bertambah pucat, mendadak ia menarik tali kendalinya. Kuda itu meringkik panjang dan kereta pun berhenti.“Ada apa?” tanya sebuah suara lembut dan manis dari dalam kereta.Kang Hong ragu-ragu sejenak, jawabnya kemudian dengan menyeringai, “Ah, tidak apa-apa,tampaknya kita kesasar.” Segera ia memutar balik keretanya dan dikaburkan ke arahdatangnya tadi. Terdengar ayam jantan berkokok pula seakan-akan lagi mengejeknya.Dengan gelisah Kang Hong mencambuk kudanya sehingga berlari lebih cepat. Akan tetapi,belum lagi seberapa jauh, sekonyong-konyong ia menghentikan keretanya, sebab di tengah jalan melintang sesosok tubuh gemuk besar. Bukan tubuh manusia melainkan tubuh babiraksasa. Sungguh aneh, dari mana datangnya babi sebesar ini di jalan telantar dan lama tak terinjak manusia ini? Padahal baru saja keretanya lalu di sini tanpa kelihatan secuil dagingbabi, tapi sekarang seekor babi besar, benar-benar seekor bulat, melintang di situ.“Engkau kesasar lagi bukan?” terdengar pula suara lembut tadi dari dalam kereta yang jendelanya dan pintunya tertutup rapat itu.“Aku ... aku ....” Kang Hong tergegap dengan butiran keringat memenuhi dahinya.“Untuk apa kau dustaiku?” ujar suara lembut manis itu dengan menghela napas perlahan.“Sudah sejak tadi kutahu.”“Kau tahu?” Kang Hong menegas dengan tersipu-sipu.“Ketika mendengar kokok ayam tadi, sudah kuduga pasti orang ‘Cap-ji-she-shio’ hendak merecoki kita. Supaya aku tidak khawatir, maka kau dustai aku, betul tidak?”“Sungguh aneh,” kata Kang Hong dengan gegetun. “Padahal perjalanan kita ini sedemikianrahasia, mengapa mereka bisa tahu? ... Tapi ... tapi engkau jangan khawatir, urusan apa punakan kuhadapi.”“Kau salah lagi,” kata orang di dalam kereta dengan suara halus, “sejak hari itu aku sudah ...sudah bertekad sehidup semati denganmu, bahaya apa pun yang akan terjadi juga harus kitahadapi bersama.”“Tapi keadaanmu sekarang ....”
 
Pendekar Binal karya > Gu Long diceritakan oleh > Gan K.L. > published by buyankaba
3“Tidak menjadi soal, aku merasa baik-baik saja.”“Baiklah, dapatkah engkau turun dan berjalan? Kedua arah jalan ini sudah diberi tandaperingatan, tampaknya terpaksa kita harus meninggalkan kereta dan menyusuri ladang belukar....”“Mengapa kita harus meninggalkan kereta ini?” ujar orang dalam kereta. “Kalau merekasudah berhasil membayangi kita dan sulit meloloskan diri, biarlah kita tunggu saja di sini.Meski nama Cap-ji-she-shio terkenal kejam, kita juga tidak perlu gentar terhadap mereka.”“Aku hanya khawatir ... khawatirkan engkau ….” Kang Hong ragu-ragu. Ia tahu kemampuansang kekasih, tapi ia pun tahu siapa “Cap-ji-she-shio”, yakni ke-12 lambang kelahiran yangdigunakan sebagai nama julukan oleh 12 gembong penjahat yang akhir-akhir ini terkenalsangat kejam dan ganas di dunia Kangouw.Dari ke-12 lambang kelahiran itu (tikus, kerbau, harimau, kelinci, naga, ular, kuda, kambing,kera, ayam jago, anjing dan babi) tampaknya yang baru muncul adalah si ayam jago dan babi.Begitulah orang dalam kereta berkata pula dengan tertawa, “Jangan khawatir, tidak menjadisoal bagiku.”Tiba-tiba wajah Kang Hong juga menampilkan senyuman mesra, katanya perlahan, “Dapatbertemu dengan dirimu, sungguh sangat beruntung bagiku.”“Yang benar-benar beruntung adalah diriku,” ujar orang dalam kereta dengan tertawa merdu.“Kutahu, di dunia Kangouw ini entah betapa banyak anak perempuan yang mengagumi dirikubahkan iri padaku, sebab mereka ….”Belum habis ucapannya, sekonyong-konyong kuda meringkik dan berjingkrak. Angin senjameniup silir-semilir, tapi binatang ini merasakan sesuatu alamat yang tidak enak. Babi yangmenggeletak di tengah jalan tadi mendadak membalik tubuh, kokok ayam terdengar pula dikejauhan, cuaca senja berubah menjadi suram seakan-akan tercekam oleh suasana yang sunyidan rawan.Air muka Kang Hong berubah pula, katanya, “Tampaknya mereka sudah datang!”“Hahahaha! Memang benar, kami sudah datang!” mendadak terdengar orang bergelak tertawadi balik kereta sana.Suara tertawa itu pun seperti ayam berkotek, tajam, bising, menusuk telinga. Selama hidupKang Hong belum pernah mendengar suara tertawa yang begitu aneh. Dengan terkejut iaberpaling dan membentak tertahan, “Siapa itu?”Begitu lenyap suara tertawa bagai ayam berkotek itu, dari belakang kereta lantas munculenam-tujuh orang.Orang pertama bertubuh kurus kering, tingginya lebih lima kaki, bajunya berwarna merahmembara sehingga tampak sangat mencolok, tidak serasi dan agak gaib.

Activity (3)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Endro Rastadi liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->