• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • 1
    CommentGo Back
 
Al-Ustadz Hilmy Bakar Almascaty
TheAcheh
Renaissance
Sebuah RisalahKebangkitan Kembali Kegemilangan AchehSebagai Pusat Peradaban Islam Nusantara RayaDan Pusat Kebangkitan Dunia IslamUntukGenerasi Muda AchehYang Sedang Mencari Jati Diri
 
Bismillahirrahmanirrohim
Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Tentang Peneliti & Penulis
Al-Ustadz Hilmy Bakkar Alhasany Almascaty,
adalah Pendiri dan Presiden
Hilal Merah
sebagai rekomendasi Mudzakarah Nasional Ulama, Habaib dan Cendekiawan Muslim keXI di Medan Sumut. Pernah menjabat sebagai: Panglima Operasi Kemanusiaan DPP-FrontPembela Islam (FPI) dan Ormas Islam di NAD, Ketua DPP Front Pembela Islam, WakilKetua PP Al-Irsyad Al-Islamiyyah, Ketua Umum Aliansi Peduli Aktivis, KordinatorNasional Mudzakarah Ulama, Habaib dan Cendekiawan Muslim, Ketua PersaudaraanPekerja Muslim (PPMI), Direktur R&D Universitas Islam Azzahra, Anggota Pleno PartaiBulan Bintang, Bendahara Umum Partai Daulat Rakyat, Preskom Madani Group, Pendiridan Deputy Presiden Intelektual Muda Muslim Asia Tenggara, Direktur di beberapaPerusahaan Multinasional Malaysia dan beberapa jabatan dan konsultan di pemerintah.Dosen dan Direktur Institut Pendidikan Safa Malaysia, Ketum Yayasan Islam An-Nur NTB.Pernah aktiv di Pelajar Islam Indonesia (PII), Persekutuan Pelajar Islam Asia Tenggara(PEPIAT), Pengkajian Risalah Tauhid BKPMI, Darul Arqam dan Gerakan MujahidinAnsharullah sebagai Kepala Staf KTWB.Lahir di NTB pada 01 Agustus 1966. Mendapat Pendidikan di SDN dan MadrasahDiniyah Mataram, Madrasah Tsanawiyah Mataram, Madrasah Aliyah Jogyakarta, IslamicCollege Malaysia, Ma’had Aly Al-Dakwah, Sekolah Tinggi Ilmu Islam, Diploma MadyaPentadbiran Perniagaan ITTAR Malaysia, Pasca Sarjana Fakultas Pentadbiran PerniagaanUniversiti Kebangsaan Malaysia (UKM), Doktor Ekonomi-Manajemen, InternationalInstitute of Management Studies akredetasi Assocations of University and College-USA.Menulis Risalah:
Problematika Umat Islam Indonesia
(Furqon Press, Yogya-1983),
StudiKritis Terhadap Idiologi Pancasila di Zaman Soeharto
(Tanpa Penerbit, Yogya-1983),
RisalahPanduan Jihad
(Annur, 1987).Menulis buku :
Ummah Melayu Kuasa Baru Abad 21
(Berita Publ. Malaysia-1994),
Generasi Penyelamat Ummah
(Berita Publ. Malaysia-1995),
Panduan Jihad untuk Aktivis Islam
(GIP-JKT, 2001),
 Membangun Kembali Sistem Pendidikan Kaum Muslimin
(Azzahra Press, 2002).Buku yang akan terbit :
 Manhaj Tanzily dan Heurmenotika al-Qur’an Kontemporer 
dan
The Acheh Renaissance.
Mempersiapkan :
Kecerdasan Ketujuh, Menggerakkan Kecerdasan Ilahiyah Menuju Manusia Sempurna.
Menulis di berbagai koran dan majalah nasional dan regional, terutama Malaysia.Menjadi nara sumber di berbagai seminar/konferensi nasional dan regional. Pernahdiwawancarai media masa lokal dan internasional, CNN, BBC, CNBC, Al-Jazeera, Spain TV,La Monde, TheWashington Post, Newsweek dll. Pada 2001 majalah internasionalASIAWEEK meletakkannya sebagai cover dan menjuluki sebagai tokoh jembatan ModeratIslam dengan Radikal Islam di Asia Tenggara.Sekarang hilir mudik dari Aceh-Kuala Lumpur-Jakarta-Timur Tengah untukmempersiapkan beberapa penelitian puncak sebagai hujung dari perjalanan spiritual yangtengah dilakukannya. Lihat websitenya : www.hilmybakar.co.cc 
2
 
A. Dasar Pemikiran dan Filosofi : Kebangkitan Kembali Islam dan Kaum Muslimin
Pemikir Islam Mesir, Sayyid Qutb dalam buku terkenalnya
al-Mustaqbal li hadzaal-Dien,
dengan tegas menyatakan masa depan hanyalah milik Islam, artinya bahwa Islamdengan peradaban Ilahiyahnya pasti akan memenangkan pertarungan antar peradabanyang tengah berlangsung sebagaimana dinyatakan Huntington dalam
The Clash of Civilizations.
Atau apa yang dikatakan intelektual besar Barat, George Bernard Shaw,
"the future religion for educated, cultured and enlightened people will be Islam"
. Agama masadepan bagi kaum terdidik, berbudaya dan tercerahkan hanyalah Islam. Karena peradabanSekuler dengan segala produk Materialisme yang dikembangkan Barat akan mencapai titik jenuh, karena produk peradaban yang dikembangkannya justru telah mendorongpenghancuran alam semesta dan pemusnahan kehidupan umat manusia dengan berbagaikonflik, perang, kerusakan serta paradok yang ditimbulkannya.Ketika menganalisis kaum muslimin di belahan dunia manakah yang akanmempelopori kebangkitan Islam masa depan, tokoh Islam Al-Jazair, Malik Ben Nabimenyatakan setelah berakhirnya perang dunia kedua pusat peradaban dunia Islam bukanlagi berada di Makkah, Mesir, Baghdad, Andalusia ataupun negara Timur Tengah lainnya,akan tetapi akan berpindah ke Indonesia. Dengan teorinya ini kemudian Ben Nabi dalambukunya
al-Fikr Commenwelt Islamy
mengusulkan terbentuknya sebuah gerakan yangdiusulkannya bernama "Persemakmuran Islam"
(Commenwelt Islamy).
 Cendekiawan Muslim yang terkenal dengan ide-ide pembaruannya, Prof.Fazlurrahman, berkesimpulan bahwa kebangkitan kembali dunia Islam untuk memimpinperadaban akan dimotori oleh salah satu dari dua bangsa muslim terbesar saat ini, yaitubangsa Turki ataupun bangsa Melayu di Asia Tenggara. Namun menurut analisis yanglebih konprehensif, bangsa Melayu Nusantaralah yang memiliki peluang yang lebih besar,sebab proses Islamisasi yang berkelanjutan dan mendapat sambutan diseluruh linikehidupan, yang dimotori oleh berbagai pihak, baik cendekiawan, politisi, usahawan,pemuda sampai kepada petinggi militer. Hal ini jauh lebih maju dan berpotensi jikadibandingkan dengan bangsa Turki yang terkungkung sekulerisme.Prof Ismail R. Faruqi, telah membuat penelitian tentang bangsa Melayu Nusantara,kemudian menyimpulkan dengan tepat siapa mereka dengan kalimat singkat
"One of theoldest and bloodiest struggle of the Muslims have waged against Christian-Colonialist aggression".
Tidak diragukan bangsa ini adalah bangsa yang paling tertua dan palingberdarah diantara bangsa Muslim dalam menentang kolonialis dan imprialisme.Prof. Naquib Al-Attas, salah seorang cendekiawan Muslim terkemuka yang berasaldari Nusantara dan bermukim di Malaysia adalah salah seorang yang telah membuktikankebesaran dan keagungan intelektualitas yang dikembangkan oleh generasi MelayuNusantara. Prof. Naquib telah mengasaskan pilar-pilar kebangkitan intelektualitas duniaIslam dengan ide-idenya yang telah mendunia seperti de-sekularisasi ataupun de-westernisasi pengetahuan yang berkembang pada dunia modern.Alvin Toffler, seorang intelektual dan peramal Barat yang terkenal dengan karya-karya agungnya seperti
Future Shock, The Third Wave
dan
Power Shiff 
pada 8 Januari 1993 dihadapan para pakar Institut Kepahaman Islam Malaysia (IKIM) telah berkata:
"the centre of  Islam will move the Middle East, it's original and traditional locality, to this place
3
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...

hai...lakee renaisans aceh lah..lon hawa chit neuk baca...

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...