A. Dasar Pemikiran dan Filosofi : Kebangkitan Kembali Islam dan Kaum Muslimin
Pemikir Islam Mesir, Sayyid Qutb dalam buku terkenalnya
al-Mustaqbal li hadzaal-Dien,
dengan tegas menyatakan masa depan hanyalah milik Islam, artinya bahwa Islamdengan peradaban Ilahiyahnya pasti akan memenangkan pertarungan antar peradabanyang tengah berlangsung sebagaimana dinyatakan Huntington dalam
The Clash of Civilizations.
Atau apa yang dikatakan intelektual besar Barat, George Bernard Shaw,
"the future religion for educated, cultured and enlightened people will be Islam"
. Agama masadepan bagi kaum terdidik, berbudaya dan tercerahkan hanyalah Islam. Karena peradabanSekuler dengan segala produk Materialisme yang dikembangkan Barat akan mencapai titik jenuh, karena produk peradaban yang dikembangkannya justru telah mendorongpenghancuran alam semesta dan pemusnahan kehidupan umat manusia dengan berbagaikonflik, perang, kerusakan serta paradok yang ditimbulkannya.Ketika menganalisis kaum muslimin di belahan dunia manakah yang akanmempelopori kebangkitan Islam masa depan, tokoh Islam Al-Jazair, Malik Ben Nabimenyatakan setelah berakhirnya perang dunia kedua pusat peradaban dunia Islam bukanlagi berada di Makkah, Mesir, Baghdad, Andalusia ataupun negara Timur Tengah lainnya,akan tetapi akan berpindah ke Indonesia. Dengan teorinya ini kemudian Ben Nabi dalambukunya
al-Fikr Commenwelt Islamy
mengusulkan terbentuknya sebuah gerakan yangdiusulkannya bernama "Persemakmuran Islam"
(Commenwelt Islamy).
Cendekiawan Muslim yang terkenal dengan ide-ide pembaruannya, Prof.Fazlurrahman, berkesimpulan bahwa kebangkitan kembali dunia Islam untuk memimpinperadaban akan dimotori oleh salah satu dari dua bangsa muslim terbesar saat ini, yaitubangsa Turki ataupun bangsa Melayu di Asia Tenggara. Namun menurut analisis yanglebih konprehensif, bangsa Melayu Nusantaralah yang memiliki peluang yang lebih besar,sebab proses Islamisasi yang berkelanjutan dan mendapat sambutan diseluruh linikehidupan, yang dimotori oleh berbagai pihak, baik cendekiawan, politisi, usahawan,pemuda sampai kepada petinggi militer. Hal ini jauh lebih maju dan berpotensi jikadibandingkan dengan bangsa Turki yang terkungkung sekulerisme.Prof Ismail R. Faruqi, telah membuat penelitian tentang bangsa Melayu Nusantara,kemudian menyimpulkan dengan tepat siapa mereka dengan kalimat singkat
"One of theoldest and bloodiest struggle of the Muslims have waged against Christian-Colonialist aggression".
Tidak diragukan bangsa ini adalah bangsa yang paling tertua dan palingberdarah diantara bangsa Muslim dalam menentang kolonialis dan imprialisme.Prof. Naquib Al-Attas, salah seorang cendekiawan Muslim terkemuka yang berasaldari Nusantara dan bermukim di Malaysia adalah salah seorang yang telah membuktikankebesaran dan keagungan intelektualitas yang dikembangkan oleh generasi MelayuNusantara. Prof. Naquib telah mengasaskan pilar-pilar kebangkitan intelektualitas duniaIslam dengan ide-idenya yang telah mendunia seperti de-sekularisasi ataupun de-westernisasi pengetahuan yang berkembang pada dunia modern.Alvin Toffler, seorang intelektual dan peramal Barat yang terkenal dengan karya-karya agungnya seperti
Future Shock, The Third Wave
dan
Power Shiff
pada 8 Januari 1993 dihadapan para pakar Institut Kepahaman Islam Malaysia (IKIM) telah berkata:
"the centre of Islam will move the Middle East, it's original and traditional locality, to this place
3
Leave a Comment
hai...lakee renaisans aceh lah..lon hawa chit neuk baca...