Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Program Keluarga Harapan di Indonesia

Program Keluarga Harapan di Indonesia

Ratings: (0)|Views: 448|Likes:
Konsultan dan Editor: Juneman, S.Psi., M.Si. Penelitian yang dibukukan ini bertujuan untuk mengetahui dampak pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH) di tujuh propinsi serta merumuskan peluang pengembangan PKH di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum, kondisi RTSM pasca PKH lebih baik daripada kondisinya sebelum PKH, meskipun di beberapa propinsi justru mengalami penurunan status sosial ekonomi dan penurunan ketangguhan (resiliensi) Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM). Penelitian ini mendiskusikan dan merekomendasikan, antara lain, sebagai berikut: (1) Asumsi filosofis dan etis mengenai orang miskin perlu didudukkan kembali secara tepat sebagai landasan pelaksanaan PKH; (2) Dalam pelaksanaannya, PKH perlu memperhatikan rantai proses yang nampak dalam analisis jalur, sejak pemberian bantuan sampai dengan peningkatan partisipasi RTSM dalam bidang pendidikan dan kesehatan; (3) Unit sasaran program adalah keluarga, bukan rumah tangga, karena keduanya memuat pengertian yang berbeda; (4) Berdasarkan kenyataan belum tercapainya korelasi prediktif positif PKH, exit peserta PKH tahun 2007 sebaiknya ditunda; (5) Peserta PKH harus dikondisikan sejak awal bahwa dalam jangka waktu tertentu, mereka akan mengalami exit; (6) Sebagai ujung tombak, deskripsi kerja pendamping membutuhkan reorientasi dan/atau revitalisasi, mengarah pada fokus perubahan perilaku keluarga peserta program PKH kepada hal-hal yang bersifat produktif dalam rangka peningkatan kesejahteraan sosialnya; (7) Terkait dengan validitas data peserta PKH (exclusion and inclusion errors), petugas pendata sebaiknya melibatkan masyarakat setempat sehingga sasaran program lebih tepat; (8) PKH sebagai program perlindungan sosial diintegrasikan ke dalam Sistem Jaminan Sosial Nasional melalui kerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Nasional; (9) Perpanjang bantuan akses pendidikan anak-anak dari RTSM hingga jenjang SLTA.
Konsultan dan Editor: Juneman, S.Psi., M.Si. Penelitian yang dibukukan ini bertujuan untuk mengetahui dampak pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH) di tujuh propinsi serta merumuskan peluang pengembangan PKH di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum, kondisi RTSM pasca PKH lebih baik daripada kondisinya sebelum PKH, meskipun di beberapa propinsi justru mengalami penurunan status sosial ekonomi dan penurunan ketangguhan (resiliensi) Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM). Penelitian ini mendiskusikan dan merekomendasikan, antara lain, sebagai berikut: (1) Asumsi filosofis dan etis mengenai orang miskin perlu didudukkan kembali secara tepat sebagai landasan pelaksanaan PKH; (2) Dalam pelaksanaannya, PKH perlu memperhatikan rantai proses yang nampak dalam analisis jalur, sejak pemberian bantuan sampai dengan peningkatan partisipasi RTSM dalam bidang pendidikan dan kesehatan; (3) Unit sasaran program adalah keluarga, bukan rumah tangga, karena keduanya memuat pengertian yang berbeda; (4) Berdasarkan kenyataan belum tercapainya korelasi prediktif positif PKH, exit peserta PKH tahun 2007 sebaiknya ditunda; (5) Peserta PKH harus dikondisikan sejak awal bahwa dalam jangka waktu tertentu, mereka akan mengalami exit; (6) Sebagai ujung tombak, deskripsi kerja pendamping membutuhkan reorientasi dan/atau revitalisasi, mengarah pada fokus perubahan perilaku keluarga peserta program PKH kepada hal-hal yang bersifat produktif dalam rangka peningkatan kesejahteraan sosialnya; (7) Terkait dengan validitas data peserta PKH (exclusion and inclusion errors), petugas pendata sebaiknya melibatkan masyarakat setempat sehingga sasaran program lebih tepat; (8) PKH sebagai program perlindungan sosial diintegrasikan ke dalam Sistem Jaminan Sosial Nasional melalui kerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Nasional; (9) Perpanjang bantuan akses pendidikan anak-anak dari RTSM hingga jenjang SLTA.

More info:

Published by: Juneman, S.Psi., C.W.P., M.Si. on Feb 24, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

02/24/2013

pdf

text

original

 
PROGRAM KELUARGA HARAPANDI INDONESIA:
Dampak Pada RumahTangga Sangat Miskin di Tujuh Provinsi
P3KS Press (Anggota IKAPI)Tahun 2012
EditorJunemanTogiaratua Nainggolan, dkk.
 
Perpustakaan Nasional RI: Katalog Dalam Terbitan (KDT)
Togiaratua Nainggolan, dkk
PROGRAM KELUARGA HARAPAN DI INDONESIA:
Dampak Pada Rumah Tangga SangatMiskin di Tujuh Provinsi;
Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial(P3KS) Press, Jakarta 2012;viii + 152 halaman; 14.5 x 21 cmISBN 978-602-8427-70-8Editor : Juneman, S.Psi., M.SiKonsultan : 1. Dr. Oetami Dewi2. Juneman, S.Psi., M.SiPenulis : 1. Togiaratua Nainggolan2. Sutaat3. Anwar Sitepu4. Teti Ati Padmi5. Muchtar6. Irmayani7. Bonar HutapeaPerwajahan : Tim PenelitiTataletak : MS. KhoirudinCetakan Pertama : Tahun 2012Penerbit : P3KS Press (Anggota IKAPI)Jl. Dewi Sartika No. 200, Cawang III, Jakarta TimurTelp: (021) 8017146; Fax: (021) 8017126
Email:pulitbangkesos@depsos.go.idWebsite: puslit.kemsos.go.id / twitter:@puslitbangkesos
© Penulis & Penyunting Ahli
Sanksi Pelanggaran Pasal 72Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2002 Tentang Hak Cipta1. Barang siapa dengan sengaja melanggar dan tanpa hak melakukan perbuatan sebagaimanadimaksud dalam pasal 2 ayat (1) atau pasal 49 ayat (1) dan ayat (2) dipidana dengan penjaramasing-masing paling singkat 1 (satu) bulan dan/atau denda paling sedikit Rp. 1.000.000,00(satu juta rupiah) atau pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah).2. Barang siapa dengan sengaja menyiarkan, memamerkan, mengedarkan, atau menjual kepadaumum suatu ciptaan atau barang hasil pelanggaran Hak Cipta atau hak terkait sebagaimanadi maksud pada ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/ataudenda paling banyak Rp. 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->